Paradoks Jempol Netizen: Keramahan di Jalan, Brutalitas di Kolom Komentar

Media Sosial
Ilustrasi Bermedia Sosial (Sumber: MMI)

Indonesia sering kali dinobatkan sebagai salah satu negara paling ramah di dunia secara fisik, namun sayangnya, di dunia digital Indonesia justru menempatkan netizennya sebagai yang paling tidak sopan se-Asia Tenggara.

Fenomena “kepribadian ganda” ini menunjukkan adanya perbedaan besar antara identitas kita di dunia nyata dengan perilaku digital kita. Sebagai warga negara, kita seolah merasa bahwa ruang digital adalah wilayah tak bertuan di mana norma kesopanan dan etika berkomunikasi bisa ditanggalkan demi anonimitas.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Masalahnya, pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di kelas selama ini mungkin terlalu fokus pada hafalan teori dan teks proklamasi, namun gagap dalam mengajarkan digital citizenship atau etika berwarga negara di ruang digital.

Kita mahir menghafal butir-butir Pancasila, tapi sering kali lupa mempraktikkan “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” saat jari sudah menyentuh layar ponsel. Akibatnya, kritik sering berubah menjadi cacian, dan perbedaan pendapat berakhir dengan perundungan masal yang justru merusak citra bangsa di mata dunia.

Baca juga: Efek Cyber Bullying pada Content Creator

Di era sekarang, menjaga lisan dan jempol di media sosial seharusnya dianggap sebagai bentuk bela negara yang paling nyata. Setiap komentar yang kita kirimkan membawa identitas bangsa, satu ketikan kasar dari kita bisa meruntuhkan reputasi jutaan orang lainnya.

Sudah saatnya kita sadar bahwa menjadi warga negara yang baik bukan lagi soal mengangkat senjata, melainkan soal bagaimana kita membangun ruang publik digital yang sehat, edukatif, dan tetap menjunjung tinggi martabat manusia, baik di dunia nyata maupun maya.

 


Penulis: Kalingga Zahraan Fitrajati (25040830229)
Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Yogyakarta
Aktif juga sebagai Staff HIMAKOM 2026 – 2027


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses