Pelaksanaan Kegiatan Inventarisasi Komponen Taman pada Taman Cibeunying dan Taman Lansia oleh Mahasiswa Unisba Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota

Kegiatan Praktik Lapangan Mahasiswa Unisba (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Bandung, MMI – Pelaksanaan kegiatan inventarisasi komponen taman pada Taman Cibeunying dan Taman Lansia merupakan upaya strategis dalam mendukung pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan yang berbasis data dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui skema pendampingan kepada Park Ranger dan kolaborasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan (DPKP) Kota Bandung.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Inventarisasi dilakukan sebagai respons atas keterbatasan data komponen taman yang akurat, terintegrasi, dan berbasis spasial, yang selama ini menjadi kendala utama dalam perencanaan pemeliharaan dan pengambilan keputusan pengelolaan RTH.

Substansi utama kegiatan meliputi pendataan komprehensif terhadap komponen fisik dan nonfisik taman, yang mencakup vegetasi, sarana dan prasarana utilitas (PSU), elemen lanskap, serta kondisi fungsional masing-masing komponen.

Metode yang digunakan mengombinasikan survei lapangan (ground check), wawancara dengan petugas dan pengguna taman, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pencatatan dan pemetaan data. Pendekatan ini memungkinkan diperolehnya informasi spasial dan atribut yang sistematis, sehingga kondisi aktual taman dapat tergambarkan secara objektif dan terukur.

Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa baik Taman Cibeunying maupun Taman Lansia memiliki fungsi ekologis, sosial, dan estetika yang signifikan, namun memerlukan pengelolaan berbasis prioritas sesuai kondisi eksisting komponen taman.

Melalui basis data spasial yang dihasilkan, setiap elemen taman dapat diidentifikasi berdasarkan jenis, kondisi, dan tingkat urgensi pemeliharaannya. Informasi ini menjadi dasar dalam penyusunan Peta Informasi Taman, infografis, dan video profil taman yang tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai instrumen perencanaan dan evaluasi pengelolaan RTH.

Kegiatan inventarisasi ini berkontribusi langsung dalam menjaga fungsi ekologis taman kota, seperti peningkatan kualitas udara, pereduksi suhu mikro, ruang resapan air, serta pendukung keanekaragaman hayati perkotaan.

Data vegetasi yang terdokumentasi dengan baik memungkinkan pengelola taman untuk merencanakan pemeliharaan dan penanaman secara lebih tepat, sehingga fungsi ekologis taman dapat dipertahankan dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

Selain itu, pemetaan kondisi fasilitas taman turut mendukung keberlanjutan sosial dengan memastikan ruang publik tetap aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia.

Baca juga: Hak Berpendapat dalam Menyampaikan Kritik terhadap Fasilitas Umum di Sekitar Kita

Keterlibatan mahasiswa PWK Unisba dalam kegiatan ini menunjukkan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan melalui penerapan keilmuan secara langsung di lapangan.

Pendampingan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan output teknis berupa basis data dan peta tematik, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia mitra, khususnya Park Ranger, dalam melakukan inventarisasi secara mandiri dan berkelanjutan.

Dengan demikian, kegiatan ini memperkuat model kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola ruang terbuka hijau yang lebih efektif, adaptif terhadap teknologi, dan berkelanjutan.

Kegiatan Pelatihan Inventarisasi kepada Park Ranger ini sangat bermanfaat, khususnya dalam keberlanjutan inventarisasi ini karena yang namanya tumbuhan (vegetasi) maupun prasarana (PSU) pasti ada saja yang mati ataupun rusak. Maka dari itu kita perlu melakukan inventarisasi ini secara berkelanjutan.” Ujar Sugiri Operator Layanan Operasional (Koordinator Lapangan).

Secara keseluruhan, pelaksanaan inventarisasi komponen taman kota pada Taman Cibeunying dan Taman Lansia menegaskan bahwa ketersediaan data yang akurat dan terstruktur merupakan prasyarat utama dalam pengelolaan taman kota yang berkelanjutan.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat praktis bagi pengelola taman, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan pengetahuan dan praktik perencanaan wilayah dan kota yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan perkotaan.

 

Dokumentasi Kegiatan


Penulis:

  1. Muhammad Syahrazan Firasdy
  2. Zharfan Nafis’Aly
  3. Iqlima Nurrachma

Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Islam Bandung


Dosen Pengampu: Riswandha Risang Aji, S.T., M.URP


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses