Pemanfaatan Bonggol Jagung Menjadi Briket: Mahasiswa KKN FP UB Dorong Energi Alternatif Ramah Lingkungan dan Ekonomi Berkelanjutan

pemanfaatan bonggol jagung
Sumber: Dokumentasi Penulis

Wonomulyo, MMI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya melaksanakan program kerja bertema “Pemanfaatan Bonggol Jagung Menjadi Briket” yang berlangsung di Aula Masjid Baitussalam dan halaman Masjid Baitussalam, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. (19/7/2025)

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya limbah bonggol jagung yang belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif. Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai guna tinggi, sekaligus mendorong terciptanya peluang usaha baru yang ramah lingkungan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Program ini diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, dengan Muhammad Putra Tsani sebagai koordinator desa. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan (DPL), yaitu Ibu Alia Fibrianingtyas, S.P., M.P. dan Ibu Mahfudlotul `Ula, S.E., M.Si., dengan tim pelaksana berjumlah 24 orang mahasiswa, yang tergabung dalam kelompok KKN di Desa Wonomulyo.

Program kerja ini melibatkan beberapa unsur masyarakat seperti Kelompok Wanita Tani (KWT), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Tokoh Masyarakat dan Warga sekitar sebagai peserta.

pemanfaatan bonggol jagung

Kegiatan diawali dengan pembukaan lalu melaksanakan pre-test dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Nur Baladina, S.P., M.P., yang membahas tiga topik yaitu, potensi pasar briket, strategi pemasaran produk briket, dan pemanfaatan tanaman jagung menjadi produk unggulan.

Setelah penyampaian materi kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan briket bonggol jagung, dan diakhiri dengan pelaksanaan post-test guna menilai peningkatan pemahaman peserta setelah program berlangsung.

Baca Juga: Tim KKN UB 28 Sukses Gelar Seminar Penyuluhan Pertanian: Penggunaan Pupuk dan Penanggulangan Hama untuk Kelompok Tani Desa Sukodono

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi selama sesi materi berlangsung. Peserta menyadari bahwa bonggol jagung yang selama ini dianggap limbah ternyata dapat diolah menjadi briket yang memiliki panas stabil, tahan lama, dan ramah lingkungan. Selain itu, produk briket ini dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat desa.

Kegiatan ini tidak hanya mengedukasi tentang proses pembuatan briket secara langsung, tetapi juga memberikan pandangan mengenai potensi ekonomi dari produk tersebut. Peserta diperkenalkan pada proses pengarangan bonggol, penggilingan arang, pencampuran bahan perekat, pencetakan, hingga pengeringan briket.

Program kerja pemanfaatan bonggol jagung menjadi briket secara nyata mendukung dua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pertama, SDG 12: Responsible Consumption and Production, melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi energi alternatif yang berkelanjutan. Kedua, SDG 7: Affordable and Clean Energy, karena hasil produk dapat menggantikan bahan bakar fosil dalam skala rumah tangga atau UMKM.

pemanfaatan bonggol jagung

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN FP UB tidak hanya memperkenalkan solusi energi alternatif yang inovatif dan berkelanjutan, tetapi juga mendorong masyarakat desa untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.

 

Penulis: Kelompok KKN Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Wonomulyo
Dosen Pengampu: Ibu Mahfudlotul ‘Ula, S.E., M.Si. dan Ibu Alia Fibrianingtyas, S.P., M.P.
Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Editor: I. Khairunnisa
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses