Mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Muhammad Dimas Arya, tengah menjalani kegiatan magang industri di PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Grati, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan magang ini dilaksanakan selama empat bulan dengan penempatan pada Bidang Pemeliharaan dan Control Instrument.
Selama pelaksanaan magang, mahasiswa dibimbing oleh dosen pembimbing akademik Primasari Cahya Wardhani, S.Si., M.Sc. dari UPN “Veteran” Jawa Timur serta pembimbing lapangan dari Divisi Pemeliharaan Control Instrument PLTGU Grati, Yuli Rizkyanto, S.T. Program magang ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lingkungan industri pembangkit listrik.
Pada program magang yang berlangsung mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar secara lapangan (on site) di lingkungan PLN IP Grati pada bidang kontrol dan instrument, selama pelaksanaan magang mahasiswa diikut sertakan dalam kegiatan lapangan bersama teknisi untuk mengerjakan permintaan pengerjaan (service request). Kegiatan yang diikuti biasanya berupa preventive maintenance serta corrective maintenance
Kegiatan pemeliharaan dilakukan pada beberapa blok pembangkit, yaitu Blok 1, Blok 2, dan Blok 3. Pada Blok 1 dan Blok 2, kegiatan preventive maintenance dapat dilakukan baik pada saat sistem beroperasi (online) maupun saat sistem tidak beroperasi (offline).
Sementara itu, pada Blok 3 kegiatan pemeliharaan selalu dilakukan dalam kondisi offline karena unit tersebut sering dilakukan shutdown akibat kebutuhan pasokan listrik yang telah tercukupi oleh unit lainnya. Dalam pelaksanaannya, teknisi membagi pekerjaan menjadi beberapa tim yang masing-masing terdiri dari tiga orang dan ditugaskan pada blok yang berbeda.
Pada tanggal 29 Januari 2026, para mahasiswa magang juga diperkenalkan dengan salah satu fasilitas penting di area utilitas pembangkit, yaitu chlorination plant. Fasilitas ini berfungsi sebagai tempat penambahan klorin pada sistem pendingin (cooling system) yang berasal dari water intake.
Area chlorination plant termasuk salah satu bagian penting dalam sistem utilitas pembangkit yang berperan dalam menjaga kualitas air pendingin agar tetap sesuai standar operasional. Pada area ini dilakukan proses injeksi klorin ke dalam aliran air yang berasal dari water intake sebelum didistribusikan ke sistem cooling water.
Penambahan klorin bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme, biofouling, serta mencegah terbentuknya lumut dan kerak yang dapat mengganggu performa perpindahan panas pada kondensor dan heat exchanger.
Selama kegiatan pengenalan di area chlorination plant, mahasiswa magang diberikan penjelasan mengenai alur proses, mulai dari, sistem dosing pump, hingga titik injeksi klorin ke jalur cooling system.
Selain itu, teknisi juga menjelaskan pentingnya pengaturan dosis klorin yang harus disesuaikan dengan debit air intake serta kondisi kualitas air laut/air baku yang masuk ke sistem. Hal ini dilakukan agar efektivitas desinfeksi tetap optimal tanpa menyebabkan korosi berlebih pada peralatan.
Dalam kegiatan lapangan tersebut, mahasiswa juga mengamati secara langsung komponen instrumen yang terpasang pada sistem chlorination, seperti flow meter, pressure gauge, control valve, serta panel kontrol dosing pump yang terintegrasi dengan sistem kontrol pembangkit.
Pada bidang control dan instrument, keberadaan instrumen ini memiliki peran krusial karena digunakan untuk memonitor dan mengendalikan proses injeksi klorin secara otomatis dan berkelanjutan.
Selain pengenalan area chlorination plant, mahasiswa magang juga turut dilibatkan dalam kegiatan preventive maintenance pada beberapa peralatan instrumen yang berada di area utilitas dan proses pembangkit.
Kegiatan preventive maintenance ini meliputi pengecekan kondisi sensor, pembersihan instrumen, kalibrasi alat ukur, serta verifikasi sinyal pada sistem Distributed Control System (DCS). kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh sistem kontrol dan instrumen dapat bekerja dengan akurat, stabil, dan sesuai dengan standar operasional pembangkit.
Tidak hanya itu, dalam beberapa kesempatan mahasiswa juga mengikuti kegiatan corrective maintenance yang dilakukan ketika terjadi gangguan atau ketidaksesuaian pembacaan pada instrumen.
Pada kegiatan ini, mahasiswa dapat mempelajari proses troubleshooting, analisis penyebab gangguan, serta langkah perbaikan yang dilakukan oleh teknisi di lapangan. Pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan teori instrumentasi dan kontrol yang telah dipelajari di bangku perkuliahan, seperti dasar pengukuran, sistem kontrol, serta mekanika fluida.
Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan pemeliharaan dan pengenalan sistem di PLTGU Grati, mahasiswa memperoleh wawasan praktis mengenai pentingnya peran sistem kontrol dan instrumentasi dalam menjaga keandalan serta efisiensi operasional pembangkit listrik.
Program magang ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat relevan bagi mahasiswa Fisika untuk memahami bagaimana ilmu fisika terapan diimplementasikan dalam sektor industri energi, sehingga mampu menjembatani antara konsep teoritis di perkuliahan dengan praktik kerja nyata di lingkungan pembangkit listrik tenaga gas dan uap.
Penulis: Muhammad Dimas Arya
Mahasiswa Fisika, UPN Veteran Jawa Timur
Dosen Pengampu: Primasari Cahya Wardhani, S.Si., M.Sc.
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












