Kegiatan magang ini dilaksanakan di PLTGU Grati yang beralamat di Jl. Raya Surabaya Probolinggo Km. 73, Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. PLTGU Grati merupakan salah satu pembangkit listrik di Jawa Timur dengan kapasitas produksi sekitar 1.060 MW yang disalurkan ke sistem kelistrikan JAMALI (Jawa, Bali, dan Madura), serta berada di bawah naungan PT PLN Indonesia Power bersama Danantara Indonesia.
Program magang ini dilaksanakan selama empat bulan. Perkenalkan, nama saya Ila Elva Zahra, mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, yang dalam pelaksanaan kegiatan magang ini saya dibimbing oleh dosen pembimbing bapak Reffany Choiru Rizkiarna, S.Si., M.Sc., serta pembimbing lapangan bapak Yuly Rizkyanto S.T.
Kegiatan magang di PLTGU Grati dilaksanakan dari hari senin sampai jumat mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, saya berada pada divisi Pemeliharaan Kontrol dan Instrumen atau disebut HAR-KI. Kegiatan diawali dengan daily meeting pada pukul 07.30 yang membahas service reequest (SR) yang terbit, evaluasi work order (WO) hari sebelumnya, serta work order (WO) yang akan dilakukan pada hari itu.
Setelah rapat, saya dan teman teman mengikuti teknisi ke lapangan atau lokal untuk belajar tentang instrumen yang ada di sistem pembangkit serta mengikuti proses pemeliharaannya. Pemeliharaan control instrumen terdiri dari empat jenis, yaitu preventive maintenance, corrective maintenance, overhaul, dan condition directed maintenance.
Pemeliharaan yang dilakukan setiap hari adalah preventive maintenance (PM) yang dikerjakan setelah meeting pagi, sedangkan corrective maintenance (CM) dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak selalu setiap hari. Adapun overhaul dilakukan secara berkala pada waktu tertentu karena seluruh sistem harus dihentikan terlebih dahulu oleh operator.
Selain itu, kami juga berkesempatan mengunjungi ruang Central Control Room (CCR) blok 1, 2, dan 3, tempat seluruh sistem dioperasikan secara otomatis melalui DCS (Distributed Control System), DSC adalah Sistem kontrol terdistribusi yang digunakan untuk mengontrol proses pembangkit secara otomatis dan real time, kami juga diberi materi oleh operator mengenai keseluruhan sistem kerja PLTGU, baik sistem open cycle maupun combined cycle.
Pada sistem open cycle, pembangkit hanya beroperasi menggunakan turbin gas dan gas buang langsung dilepaskan ke lingkungan, sedangkan pada sistem combined cycle, gas buang dimanfaatkan kembali untuk memanaskan air di Heat Recovery Steam Generator (HRSG) sehingga menghasilkan uap yang digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang terhubung dengan generator untuk menghasilkan energi listrik tambahan.

Air yang digunakan dalam proses pembangkitan berasal dari air laut yang terlebih dahulu diolah melalui desalination plant lalu masuk ke water treatment plant sampai menjadi air demineral dengan nilai konduktivitas kurang dari 1 mikrosiemens (1 µS).
Dalam proses water treatment, dilakukan pertukaran resin anion dan kation untuk menghilangkan ion bermuatan positif maupun negatif yang terkandung dalam air. Selama kegiatan magang, saya ikut dalam melakukan pemeliharaan pada instrumen di water treatment plant sebagai sensor yang membaca beberapa parameter mulai dari parameter kualitas air seperti pH, konduktivitas, dan aliran air hingga memahami sistem kerja unit kation anion pada water treatment plant yang menghasilkan air demineralisasi sesuai standar operasional pembangkit.
Selama kegiatan magang ini, saya memperoleh ilmu yang relevan dengan mata kuliah kimia dasar yaitu pada air yang telah melalui proses desalinisasi atau proses perubahan air laut menjadi air tawar melalui proses kondensasi dan destilasi.
Air dari proses desalination masih mengandung ion terlarut, sehingga perlu dimurnikan menggunakan resin penukar ion. Resin penukar ion digunakan untuk menghilangkan mineral atau ion terlarut dalam air sehingga menghasilkan air demineral dengan kandungan ion yang sangat rendah.
Jika resin sudah jenuh oleh ion yang tertahan, maka dilakukan proses regenerasi untuk mengembalikan kemampuannya, yaitu dengan larutan asam seperti HCl untuk resin kation dan larutan basa seperti NaOH untuk resin anion.
Seluruh proses pemurnian air ini merupakan pengaplikasian dari materi perpindahan ion dan kesetimbangan larutan yang dipelajari dalam mata kuliah Kimia Dasar. Selanjutnya mata kuliah termodinamika, khususnya dalam memahami bahwa kualitas air sangat mempengaruhi efisiensi perpindahan panas dan kestabilan sistem uap.
Air yang tidak sesuai standar dapat memicu kerak (scaling) dan korosi, yang berdampak pada menurunnya kemampuan perpindahan panas pada cubing cubing yang ada di dalam HRSG (Heat Recovery Steam Generator).
Kemudian penerapan langsung konsep yang dipelajari dalam mata kuliah Pengantar Instrumentasi dan Mikrokontroler, karena seluruh proses pemurnian air dikendalikan dan dipantau menggunakan sensor, sistem sistem monitoring, serta pengendali otomatis menggunakan DCS.
Parameter penting seperti konduktivitas, pH, temperatur, dan debit aliran diukur secara real time menggunakan instrumen pengukuran berupa sensor dan transmitter, yang mengubah besaran fisik atau kimia menjadi sinyal listrik melalui transduser. Sinyal tersebut kemudian diolah oleh sistem kontrol melalui DCS untuk dibandingkan dengan nilai acuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Jika hasilnya berbeda dari yang seharusnya, sistem akan memberi perintah otomatis pada alat, misalnya membuka atau menutup katup control valve, mengatur kerja pompa, atau menjalankan proses regenerasi resin. Kegiatan magang ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui pengelolaan air yang berkualitas dan terkontrol, serta SDG 7 (Affordable and Clean Energy) karena kualitas air yang stabil mendukung efisiensi pembangkit listrik dan mengurangi potensi gangguan sistem pembangkit.
Selain itu, penerapan sensor dan sistem monitoring otomatis mendukung SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) karena meningkatkan efektivitas pemantauan berbasis teknologi dan instrumentasi industri.

Manfaat magang ini dirasakan oleh mahasiswa dan mitra. Bagi mahasiswa fisika, khususnya peminatan fisika instrumentasi, kegiatan ini meningkatkan pemahaman teknis serta membantu menghubungkan teori yang dipelajari di perkuliahan dengan penerapannya secara langsung di industri, terutama dalam penggunaan dan pemahaman berbagai jenis sensor yang digunakan untuk memantau dan mengendalikan sistem.
Bagi mitra, kehadiran mahasiswa membantu memantau proses, mencatat data, dan membuat pemantauan sistem menjadi lebih efektif.
Mahasiswa berharap pengalaman magang ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerja, khususnya dalam bidang instrumentasi dan pengolahan air, serta menjadi dasar untuk mengembangkan berbagai teknologi, seperti sistem pemantauan kualitas air berbasis mikrokontroler di masa mendatang.
Sementara itu, harapan mitra program ini terus berjalan dan menghasilkan mahasiswa yang lebih siap kerja khususnya dalam lingkungan sistem pembangkit listrik, memahami pentingnya kualitas air dalam sistem termal pembangkit, serta mampu mengembangkan solusi monitoring yang lebih efektif dan terintegrasi dengan teknologi kontrol industri.
Penulis: Ila Elva Zahra
Mahasiswa Fisika, UPN “Veteran” Jawa Timur
Dosen Pengampu: Reffany Choiru Rizkiarna, S.Si., M.Sc.
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












