Menjaga Integritas Data Emisi: Peran Mahasiswa Magang dalam Pemeliharaan CEMS (Continous Emission Monitoring System) di PT. PLN Indonesia Power UBP Grati

Kegiatan Mahasiswa di PT. PLN Indonesia Power UBP Grati (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Sebagai bagian dari Implementasi program Diktisaintek Berdampak sekaligus upaya penguatan kompetensi di bidang fisika terapan, mahasiswa Program Studi Fisika Imelda Putri Alyah Rahmadani dengan NPM 23037010003 Fakultas Teknik dan Sains UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan magang di PT PLN Indonesia Power UBP (Unit Bisnis Pembangkit) Grati.

Program magang tersebut dilaksanakan selama empat bulan, terhitung sejak tanggal 05 Januari 2026 hinggn 05 Mei 2026, mahasiswa di tugaskan pada divisi Pemeliharaan Kontrol dan Instrumen, sebagai sarana pembelajaran langsung di lingkungan profesional serta wadah untuk mengaplikasikan teori yang di peroleh di bangku perkuliahan ke dalam praktik kerja nyata.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Selama pelaksanaan kegiatan magang ini, Mahasiswa ( Imelda ) di bawah bimbingan Bapak Yuly Rizkyanto, S.T dari divisi Kontrol dan Instrumen PT PLN Indonesia Power UBP Grati. Pendampingan juga diberikan oleh  Jr Technician hingga Helper juga selalu mendampingi dan membimbing mahasiswa magang saat berada di Lapangan, serta Ibu Dr. Nur Aini Fauziyah, S.Pd., M.Si (Dosen Fisika, UPN “Veteran” Jawa Timur) dalam melaksanakan kegiatan magang.

Di lingkungan PLTGU, pada Divisi Pemeliharaan Kontrol dan Instrumen, teori instrumentasi tidak lagi sekedar diagaram blok di buku, melainkan hadir dalam bentuk transmitter, control valve, sensor vibrasi, hingga sistem Continous Emission Monitoring System (CEMS) yang harus di jaga akurasi dan keandalannya.

Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi lingkungan dan komitmen global terhadap pembanguna berkelanjutan, data bukan lagi sekedar angka, data adalah dasar pengambilan keputusan. Dalam sektor ketenagalistrikan, salah satu data paling krusial adalah data emisi gas buang pembangkit.

Di sinilah peran Continous Emission Monitoring System (CEMS) menjadi vital. CEMS merupakan sistem pemantauan emisi secara kontinu yang mengukur parameter gas buang seperti O2, CO, NOx, dan SO2 langsung dari cerobong pembangkit.

Data ini dikirim secara real-time dan menjadi dasar evaluasi kinerja pembakaran serta kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Di PT PLN Indonesia Power UBP Grati, yang merupakan bagian dari sistem pembangkit berbasis gas dan uap (PLTGU), kestabilan dan akurasi CEMS menjadi penentu kredibilitas laporan emisi. Kesalahan kecil dalam pembacaan analyzer, deviasi saat kalibrasi, atau gangguan pada sistem sampling dapat berdampak pada validitas data yang dilaporkan.

Sebagai mahasiswa magang di Divisi Pemeliharaan Kontrol dan Instrumen, keterlibatan dalam pemeliharaan CEMS membuka prespektif bahwa menjaga integritas data emisi bukan sekedar rutinitas teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan kontribusi nyata terhadap Tujuan Suistainable Development Goals (SDGs).

Dari prespektif Pendidikan, keterlibatan ini merefleksikan implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), karna mahasiswa tidak hanya memahami teori pengendalian emisi dan sistem instrumentasi, tetapi juga menginternalisasi nilai tanggung jawab professional, etika lingkungan, serta pentingnya integritas data dalam pengambilan keputusan.

Kegiatan ini dilakukan bersama Technician Divisi Pemeliharaan Kontrol dan Instrumen PT PLN Indonesia Power UBP Grati, pemeliharaan yang di lakukan meliputi pembersihan dan pergantian filter panel CEMS dan juga proses Kalibrasi seperti zero calibration, span calibration, pengecekan line sampling, hingga verifikasi pembacaan di Human Machine Interface (HMI).

Kalibrasi dilakukan untuk memastikan pembacaan analyzer sesuai dengan standar referensi, baik secara berkala sesuai jadwal Preventive Maintenance maupun saat terindikasi deviasi. Proses ini tidak dilakukan sepihak oleh teknisi instrumen, melainkan melalui koordinasi dengan operator pembangkit dan bidang K3LH untuk memastikan kondisi unit stabil serta memberi informasi bahwa sistem CEMS akan masuk mode kalibrasi, sehingga pembacaan emisi yang muncul sementara dapat tidak normal karena menggunakan gas referensi.

Selain itu, seluruh proses didokumentasikan dengan baik, mulai dari waktu pelaksanaan, jenis gas standar yang digunakan, hingga hasil deviasi sebelum dan sesudah penyesuaian, agar data tetap valid dan dapat dipertanggungjawabkan dalam evaluasi maupun audit.

Kegiatan pemeliharaan CEMS ini memiliki keterkaitan langsung dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya: SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) memastikan pembangkitan listrik tetap efisien dan ramah lingkungan melalui pengendalian emisi, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) menjamin proses produksi energi dilakukan secara transparan dan terukur, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) menyediakan data emisi yang akurat sebagai dasar strategi pengurangan dampak lingkungan.

Baca juga: Mengelola Listrik untuk Masa Depan Berkelanjutan

Jika dikaitkan dengan mata kuliah konversi yang sedang ditempuh selama kegiatan magang, yaitu Fisika Keramik dan Nanoteknologi, pengalaman dalam pemeliharaan sistem CEMS juga memberikan pemahaman mengenai peran material dalam teknologi sensor dan instrumentasi industri.

Dalam kajian fisika keramik, banyak sensor gas industri memanfaatkan material keramik seperti zirconia (ZrO₂) yang digunakan pada sensor oksigen karena memiliki sifat konduktivitas ionik yang stabil pada temperatur tinggi.

Sifat tersebut memungkinkan sensor mendeteksi konsentrasi oksigen secara akurat dalam gas buang pembangkit. Sementara itu, dalam perspektif nanoteknologi, perkembangan material berstruktur nano juga banyak dimanfaatkan dalam pengembangan sensor gas modern karena memiliki luas permukaan yang lebih besar sehingga meningkatkan sensitivitas terhadap molekul gas.

Dengan demikian, peran mahasiswa magang dalam pemeliharaan CEMS bukan hanya sebatas pembelajaran teknis, tetapi juga kontribusi nyata dalam menjaga kredibilitas data lingkungan dan mendukung komitmen keberlanjutan industri ketenagalistrikan nasional. Melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya akurasi instrumen, tetapi juga menyadari bahwa setiap angka emisi yang tercatat membawa tanggung jawab terhadap lingkungan, perusahaan, dan masyarakat luas.

 


Penulis: Imelda Putri Alyah Rahmadani
Mahasiswa Fisika, UPN Veteran Jawa Timur


Dosen Pengampu: Dr. Nur Aini Fauziyah, S.Pd., M.Si


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses