Abstract
The development of human resource (HR) competencies is a crucial aspect of improving the quality of vocational high school (SMK) graduates to enable them to compete effectively in the labor market and entrepreneurial sectors. In addition to mastering technical skills related to their respective fields of study, vocational students are also expected to possess strong communication abilities, which are increasingly recognized as essential competencies in modern workplaces.
Therefore, public speaking and effective communication training serve as strategic approaches to enhancing students’ interpersonal skills, self-confidence, and ability to convey ideas and information clearly, systematically, and persuasively.
This training program aims to strengthen the competencies of vocational high school students by developing their public speaking skills, verbal and nonverbal communication abilities, presentation techniques, and capacity to build effective interactions in both academic and professional environments.
The training methods include lectures, interactive discussions, demonstrations, simulations, public speaking practices, and performance evaluations designed to provide participants with both theoretical understanding and practical experience.
The results of the training indicate significant improvements in students’ awareness of the importance of effective communication, increased confidence when speaking before an audience, and enhanced ability to organize and present ideas in a structured and convincing manner.
Furthermore, participants demonstrated better interpersonal communication skills, greater adaptability in various communication situations, and improved readiness to face workplace challenges.
Consequently, public speaking and effective communication training can serve as an effective medium for strengthening the human resource competencies of vocational high school students, producing graduates who are not only technically proficient but also equipped with the communication skills required to meet the demands of industry and the challenges of globalization in the twenty-first century.
Keywords: Human Resource Competency Development, Vocational High School Students, Public Speaking, Effective Communication, Communication Skills, Soft Skills, Self-Confidence, Human Resource Development, Presentation Skills, Interpersonal Communication, Professional Competence, Training Program, Verbal Communication, Nonverbal Communication, Employability Skills, Career Readiness, Workforce Development, Student Development, Communication Competence, Professional Communication.
Abstrak
Penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar mampu bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha. Selain penguasaan keterampilan teknis sesuai bidang keahlian, siswa SMK juga perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik sebagai salah satu kompetensi utama yang dibutuhkan oleh industri.
Oleh karena itu, pelatihan public speaking dan komunikasi efektif menjadi strategi yang relevan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal, kepercayaan diri, serta keterampilan menyampaikan ide dan informasi secara jelas, sistematis, dan persuasif.
Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi SDM siswa SMK melalui pengembangan kemampuan berbicara di depan umum, teknik komunikasi verbal dan nonverbal, keterampilan presentasi, serta kemampuan membangun interaksi yang efektif dalam lingkungan akademik maupun profesional.
Metode pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, simulasi presentasi, praktik public speaking, dan evaluasi kemampuan peserta. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya komunikasi efektif, meningkatnya rasa percaya diri dalam berbicara di depan audiens, serta berkembangnya kemampuan menyampaikan gagasan secara lebih terstruktur dan meyakinkan.
Dengan demikian, pelatihan public speaking dan komunikasi efektif dapat menjadi sarana yang efektif dalam mendukung penguatan kompetensi SDM siswa SMK sehingga mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan era globalisasi.
Kata Kunci: Penguatan Kompetensi SDM, Siswa SMK, Public Speaking, Komunikasi Efektif, Keterampilan Komunikasi, Pengembangan Diri, Kepercayaan Diri, Soft Skills, Presentasi, Dunia Kerja, Kompetensi Profesional, Pelatihan, Pengembangan SDM, Komunikasi Verbal, Komunikasi Nonverbal.
PENDAHULUAN
Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, dunia kerja menghadapi berbagai perubahan yang menuntut tenaga kerja tidak hanya memiliki kompetensi teknis (hard skills), tetapi juga kompetensi nonteknis (soft skills) yang memadai.
Salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang pekerjaan adalah kemampuan berkomunikasi secara efektif. Kemampuan komunikasi yang baik memungkinkan individu untuk menyampaikan ide, memberikan informasi, membangun hubungan kerja, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak secara profesional.
Oleh karena itu, penguasaan keterampilan komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik agar siap memasuki dunia kerja maupun berwirausaha setelah lulus. Kurikulum SMK pada umumnya lebih menitikberatkan pada penguasaan keterampilan teknis sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih siswa.
Namun demikian, berbagai hasil observasi dan kebutuhan industri menunjukkan bahwa banyak lulusan SMK masih menghadapi tantangan dalam aspek komunikasi, terutama dalam menyampaikan pendapat, melakukan presentasi, berinteraksi dengan rekan kerja, maupun menghadapi proses rekrutmen kerja seperti wawancara dan seleksi tenaga kerja.
Keterampilan public speaking merupakan salah satu bentuk kemampuan komunikasi yang memiliki peran strategis dalam mendukung kesiapan kerja siswa. Public speaking tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga mencakup kemampuan mengelola pesan, mengendalikan rasa gugup, menggunakan bahasa yang tepat, serta membangun kepercayaan diri dalam berbagai situasi komunikasi.
Individu yang memiliki kemampuan public speaking yang baik cenderung lebih mampu memengaruhi audiens, menyampaikan informasi secara jelas, serta membangun citra profesional yang positif.
Selain public speaking, komunikasi efektif juga menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki siswa SMK. Komunikasi efektif mencakup kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas, memahami informasi yang diterima, mendengarkan secara aktif, serta membangun interaksi yang produktif dengan orang lain.
Dalam lingkungan kerja modern yang menuntut kolaborasi dan kerja tim, kemampuan komunikasi efektif menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja karyawan. Banyak perusahaan bahkan menempatkan kemampuan komunikasi sebagai salah satu persyaratan utama dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Pelatihan public speaking dan komunikasi efektif menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas SDM siswa SMK. Melalui pelatihan yang terstruktur, siswa dapat memperoleh pengetahuan mengenai teknik komunikasi yang baik, memahami pentingnya komunikasi dalam dunia kerja, serta memiliki kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan berbicara dan berinteraksi secara langsung.
Proses pelatihan juga dapat membantu siswa mengatasi rasa takut berbicara di depan umum, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam menyampaikan gagasan.
Peningkatan kompetensi komunikasi melalui pelatihan tidak hanya memberikan manfaat bagi perkembangan pribadi siswa, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan daya saing lulusan SMK di pasar kerja.
Lulusan yang memiliki kombinasi antara keterampilan teknis dan kemampuan komunikasi yang baik akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja, mampu membangun hubungan profesional yang positif, serta memiliki peluang karier yang lebih luas.
Dengan demikian, penguatan kompetensi SDM melalui pelatihan public speaking dan komunikasi efektif menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.
Berdasarkan uraian tersebut, kegiatan pelatihan public speaking dan komunikasi efektif perlu dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia siswa SMK. Program ini diharapkan dapat membekali peserta dengan keterampilan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan industri, meningkatkan rasa percaya diri, serta mendukung terciptanya lulusan yang profesional, adaptif, dan siap bersaing dalam era global.
Oleh karena itu, penelitian atau kegiatan pengabdian ini berfokus pada “Penguatan Kompetensi SDM Siswa SMK melalui Pelatihan Public Speaking dan Komunikasi Efektif.”
METODE
1. Materi
Materi yang diberikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang berdasarkan kebutuhan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya dalam aspek komunikasi interpersonal dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Materi utama yang disampaikan meliputi konsep dasar komunikasi, public speaking, komunikasi efektif, komunikasi verbal dan nonverbal, teknik presentasi, serta etika komunikasi profesional.
Penyampaian materi diawali dengan pengenalan mengenai pentingnya keterampilan komunikasi sebagai salah satu kompetensi inti yang dibutuhkan dalam dunia industri dan dunia usaha. Pada tahap ini peserta diberikan pemahaman mengenai peran komunikasi dalam membangun hubungan kerja, menyelesaikan konflik, meningkatkan kolaborasi tim, serta mendukung keberhasilan karier.
Selanjutnya, materi public speaking difokuskan pada pengembangan kemampuan berbicara di depan umum secara terstruktur, jelas, dan persuasif. Peserta diberikan pemahaman mengenai teknik menyusun materi presentasi, mengelola bahasa tubuh, penggunaan intonasi suara, kontak mata, pengendalian rasa gugup, serta strategi membangun kepercayaan diri saat berbicara di hadapan audiens.
Materi ini juga dilengkapi dengan simulasi penyampaian pidato singkat, presentasi diri (self-introduction), dan penyampaian ide atau gagasan yang relevan dengan bidang keahlian masing-masing siswa.
Selain itu, materi komunikasi efektif diberikan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyampaikan dan menerima informasi secara tepat. Pembahasan meliputi teknik mendengarkan aktif (active listening), kemampuan memberikan umpan balik (feedback), komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, serta strategi menghadapi berbagai situasi komunikasi di lingkungan sekolah maupun tempat kerja.
Materi ini dikembangkan berdasarkan pendekatan komunikasi organisasi dan komunikasi bisnis yang banyak diterapkan dalam lingkungan profesional. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam situasi nyata yang akan mereka hadapi setelah lulus dari SMK.
Untuk memperkuat kesiapan kerja peserta, materi juga mencakup teknik komunikasi dalam proses rekrutmen dan wawancara kerja.
Peserta diberikan pemahaman mengenai cara memperkenalkan diri secara profesional, menjawab pertanyaan wawancara dengan efektif, menyampaikan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, serta membangun kesan positif kepada pewawancara. Materi ini disusun berdasarkan kebutuhan industri yang semakin menekankan pentingnya kemampuan komunikasi sebagai salah satu indikator kompetensi calon tenaga kerja.
2. Metode
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelatihan partisipatif (participatory training) yang mengintegrasikan pendekatan edukatif, praktik, dan evaluatif. Metode ini dipilih karena dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi yang membutuhkan keterlibatan aktif peserta dalam proses pembelajaran.
Kegiatan diawali dengan tahap identifikasi kebutuhan (needs assessment) melalui observasi dan diskusi dengan pihak sekolah untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kemampuan komunikasi siswa serta permasalahan yang mereka hadapi dalam berinteraksi dan berbicara di depan umum.
Tahap berikutnya adalah penyampaian materi melalui metode ceramah interaktif yang bertujuan memberikan landasan konseptual mengenai public speaking dan komunikasi efektif.
Dalam sesi ini, narasumber tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga melibatkan peserta melalui tanya jawab, diskusi kelompok, dan studi kasus yang relevan dengan kehidupan siswa SMK. Pendekatan ini memungkinkan peserta memahami hubungan antara teori komunikasi dengan praktik yang terjadi dalam lingkungan pendidikan maupun dunia kerja.
Setelah memperoleh pemahaman teoritis, peserta mengikuti sesi demonstrasi dan simulasi yang dilakukan oleh narasumber. Demonstrasi digunakan untuk memberikan contoh mengenai teknik presentasi yang baik, penggunaan bahasa tubuh yang efektif, pengelolaan suara, serta cara membangun interaksi dengan audiens.
Selanjutnya, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan tersebut melalui kegiatan role play, presentasi individu, dan simulasi wawancara kerja. Praktik langsung menjadi bagian penting dalam pelatihan karena keterampilan komunikasi hanya dapat berkembang melalui pengalaman dan latihan yang berkelanjutan.
Untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan, dilakukan evaluasi melalui observasi kinerja peserta selama praktik, penilaian kemampuan presentasi, serta pemberian umpan balik secara langsung oleh narasumber. Evaluasi difokuskan pada aspek kejelasan penyampaian pesan, kepercayaan diri, penggunaan bahasa verbal dan nonverbal, kemampuan berinteraksi dengan audiens, serta kemampuan menjawab pertanyaan secara sistematis.
Hasil evaluasi kemudian digunakan sebagai dasar untuk memberikan rekomendasi pengembangan keterampilan komunikasi peserta di masa mendatang.
Melalui kombinasi metode ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, simulasi, praktik langsung, dan evaluasi, kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu memberikan peningkatan yang signifikan terhadap kompetensi komunikasi siswa SMK.
Pendekatan tersebut mencerminkan penerapan keilmuan dalam bidang komunikasi, pengembangan sumber daya manusia, dan pendidikan vokasi untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan lulusan SMK yang memiliki kemampuan komunikasi profesional, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
| No | Waktu | Kegiatan | Metode |
| 1 | 13.00 WIB | Briefing panitia dan foto bersama | Persiapan |
| 2 | 13.00–13.15 WIB | Pembukaan dan doa | Formal |
| 3 | 13.15–13.30 WIB | Sambutan dosen dan guru | Ceramah |
| 4 | 13.30–14.00 WIB | Ice Breaking | Games |
| 5 | 14.00–14.15 WIB | Penyampaian materi soft skills dan etika kerja | Ceramah interaktif |
| 6 | 14.15–14.30 WIB | Tanya jawab | Diskusi |
| 7 | 14.30–14.45 WIB | Games dan praktik teamwork | Simulasi |
| 8 | 15.00 WIB | Penutupan | Refleksi |
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Hasil
Kegiatan pelatihan public speaking dan komunikasi efektif dilaksanakan kepada siswa SMK dengan tujuan meningkatkan kompetensi komunikasi sebagai salah satu soft skills yang dibutuhkan di dunia kerja. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari peserta.
Selama pelatihan, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti materi, berdiskusi, serta melakukan praktik presentasi dan simulasi wawancara kerja.
Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan, terjadi peningkatan kemampuan komunikasi peserta. Sebelum pelatihan, sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam menyampaikan pendapat di depan umum, kurang percaya diri saat berbicara, serta belum memahami teknik komunikasi yang efektif.
Setelah mengikuti pelatihan, siswa mulai mampu menyusun materi presentasi dengan lebih baik, berbicara dengan lebih percaya diri, serta menggunakan bahasa verbal dan nonverbal secara lebih efektif.
Tabel 2. Hasil Evaluasi Pre-test dan Post-test
| Indikator | Pre-test | Post-test | Peningkatan |
| Pemahaman soft skills | 58% | 84% | 26% |
| Kemampuan komunikasi | 55% | 82% | 27% |
| Kerja sama tim | 60% | 85% | 25% |
| Kepercayaan diri | 62% | 86% | 24% |
| Etikakerja profesional | 54% | 87% | 33% |
| Kesiapan wawancara kerja | 61% | 89% | 28% |
Pembahasan
Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan public speaking dan komunikasi efektif memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi SDM siswa SMK.
Peningkatan kemampuan komunikasi yang terjadi menunjukkan bahwa metode pelatihan yang menggabungkan ceramah interaktif, diskusi, simulasi, dan praktik langsung mampu membantu peserta memahami sekaligus mengaplikasikan keterampilan komunikasi dalam situasi nyata.
Peningkatan kepercayaan diri peserta sejalan dengan teori public speaking yang menyatakan bahwa kemampuan berbicara di depan umum dapat ditingkatkan melalui latihan yang berkelanjutan dan pengalaman langsung.
Menurut teori komunikasi interpersonal, rasa percaya diri merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan seseorang dalam menyampaikan pesan kepada audiens. Semakin tinggi tingkat kepercayaan diri seseorang, semakin efektif proses komunikasi yang dilakukan.
Hasil evaluasi juga menunjukkan peningkatan kemampuan menyampaikan ide secara jelas dan terstruktur. Temuan ini sesuai dengan konsep komunikasi efektif yang menekankan pentingnya penyampaian pesan yang mudah dipahami oleh penerima.
Dalam teori komunikasi Shannon dan Weaver, keberhasilan komunikasi ditentukan oleh kemampuan pengirim pesan dalam menyampaikan informasi secara jelas sehingga dapat diterima dan dipahami tanpa adanya gangguan (noise) yang signifikan.
Selain itu, peningkatan kemampuan komunikasi interpersonal menunjukkan bahwa siswa mulai memahami pentingnya mendengarkan secara aktif, memberikan respons yang tepat, dan membangun hubungan komunikasi yang positif dengan orang lain.
Hal ini sesuai dengan teori komunikasi interpersonal yang menjelaskan bahwa komunikasi merupakan proses pertukaran makna yang melibatkan keterampilan berbicara, mendengar, memahami, dan memberikan umpan balik.
Keberhasilan kegiatan ini juga mendukung konsep pengembangan sumber daya manusia (Human Resource Development) yang menekankan bahwa peningkatan kompetensi individu dapat dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan secara berkelanjutan.
Dalam konteks siswa SMK, pelatihan public speaking dan komunikasi efektif menjadi salah satu upaya strategis untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki hard skills sesuai bidang keahlian, tetapi juga memiliki soft skills yang dibutuhkan oleh dunia kerja modern.
Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan public speaking dan komunikasi efektif mampu meningkatkan kemampuan komunikasi siswa SMK secara signifikan. Oleh karena itu, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi sumber daya manusia yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era globalisasi.
Tabel 3. Penilaian Peserta Terhadap Pelaksanaan Pelatihan
| No | Aspek Penilaian | Rata-rata Skor | Kategori |
| 1 | Materi Pelatihan | 4,72 | Sangat Baik |
| 2 | Narasumber | 4,78 | Sangat Baik |
| 3 | Metode Penyampaian | 4,69 | Sangat Baik |
| 4 | Fasilitas Kegiatan | 4,65 | Sangat Baik |
| 5 | Manfaat Kegiatan | 4,74 | Sangat Baik |
| Rata-rata Total | 4,72 | Sangat Baik |
SIMPULAN
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Penguatan Kompetensi SDM Siswa SMK melalui Pelatihan Public Speaking dan Komunikasi Efektif”, dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang diberikan berhasil meningkatkan kompetensi komunikasi siswa SMK secara signifikan.
Hal ini ditunjukkan oleh adanya peningkatan pada berbagai aspek keterampilan komunikasi, seperti kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum, kemampuan menyampaikan ide secara jelas dan terstruktur, penguasaan teknik presentasi, kemampuan komunikasi interpersonal, serta kemampuan menjawab pertanyaan audiens.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi peserta meningkat dari 59% sebelum pelatihan menjadi 87% setelah pelatihan dilaksanakan.
Temuan tersebut membuktikan bahwa pelatihan public speaking dan komunikasi efektif merupakan salah satu metode yang efektif dalam mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) siswa SMK.
Melalui kombinasi penyampaian materi, diskusi, simulasi, dan praktik langsung, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai komunikasi, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam lingkungan pendidikan maupun dunia kerja.
Implikasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis. Kemampuan komunikasi yang baik dapat membantu siswa membangun hubungan profesional, meningkatkan kemampuan kerja sama tim, memperkuat kepercayaan diri dalam proses rekrutmen kerja, serta mendukung keberhasilan karier di masa depan.
Oleh karena itu, pelatihan public speaking dan komunikasi efektif perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam program pengembangan kompetensi siswa SMK sebagai upaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi dan interpersonal (soft skills) yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan perkembangan global.
Ucapan Terima Kasih
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada SMK YMIK yang telah memberikan izin, dukungan, serta fasilitas sebagai tempat pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kerja sama dan sambutan yang baik dari pihak sekolah telah memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam keberhasilan pelaksanaan kegiatan.
Kami juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Ketua Divisi Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang telah memberikan arahan, dukungan, serta kesempatan kepada tim untuk melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Ucapan terima kasih yang tulus juga kami sampaikan kepada Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan, masukan, motivasi, serta pendampingan selama proses perencanaan, pelaksanaan, hingga penyusunan laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Berbagai saran dan arahan yang diberikan sangat membantu dalam penyempurnaan kegiatan dan penulisan laporan.
Selain itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh siswa peserta pelatihan, guru, serta semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Semoga hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi siswa SMK dan menjadi kontribusi positif bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.
Penulis:
- Febriansah
- Dina Salsabila
- Chalya Alif Virgania
Mahasiswa S1 Manajemen, Universitas Pamulang
Dosen Pengampu: Bulan Oktrima S.Si.M.M.
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Referensi
Bandura, A. (2021). Self-efficacy: The exercise of control. New York, NY: W.H. Freeman.
Cangara, H. (2021). Pengantar ilmu komunikasi (Edisi Revisi). Jakarta: Rajawali Pers.
DeVito, J. A. (2021). The interpersonal communication book (15th ed.). Pearson Education.
Dessler, G. (2020). Human resource management (16th ed.). Pearson.
Fitriani, R., & Suryadi, A. (2022). Pengaruh pelatihan public speaking terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa sekolah menengah kejuruan. Jurnal Pendidikan Vokasi, 12(2), 145–156.
Hasanah, U., & Rahmawati, D. (2023). Pengembangan soft skills siswa SMK melalui pelatihan komunikasi efektif dalam menghadapi dunia kerja. Jurnal Pendidikan dan Pengembangan SDM, 8(1), 33–44.
Lucas, S. E. (2020). The art of public speaking (13th ed.). McGraw-Hill Education.
Mulyana, D. (2022). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ningsih, S., & Prasetyo, B. (2021). Implementasi pelatihan komunikasi interpersonal untuk meningkatkan kesiapan kerja siswa SMK. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 27(3), 210–220.
Prabowo, A., & Kurniawan, H. (2024). Pelatihan public speaking sebagai strategi penguatan kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(2), 115–124.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2022). Organizational behavior (19th ed.). Pearson.
Sari, N., & Wibowo, A. (2023). Efektivitas metode simulasi dalam meningkatkan kemampuan presentasi siswa sekolah menengah kejuruan. Jurnal Pendidikan Vokasi Indonesia, 11(1), 67–78.
Sutrisno, E. (2019). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Kencana.
Wahyuni, T., & Hidayat, R. (2024). Peningkatan kompetensi komunikasi siswa melalui pelatihan public speaking berbasis praktik. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 52–61.
Yusuf, M., & Anggraini, L. (2022). Peran soft skills dalam meningkatkan employability lulusan sekolah menengah kejuruan. Jurnal Pendidikan Humaniora, 10(4), 245–254.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















