Diabetes adalah penyakit kronik yang semakin hari jumlahnya semakin meningkat.
Diabetes tidak hanya menyerang usia dewasa dan orang tua, tetapi juga dapat menyerang usia anak-anak dan remaja.
Menurut Federasi Diabetes Internasional, Indonesia adalah salah satu dari 38 negara dan wilayah di kawasan Pasifik Barat IDF.
589 juta orang di dunia menderita diabetes dan 215 juta orang di kawasan Pasifik Barat; pada tahun 2050 diperkirakan jumlahnya akan meningkat menjadi 254 juta.
Penyebab Diabetes pada Anak dan Remaja
Diabetes yang menyerang anak dan remaja dapat disebabkan oleh:
1. Pola Makan
Biasa mengkonsumsi makanan mengandung pemanis buatan atau tinggi gula, makanan olahan kemasan, dan makanan kurang serat bisa meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh dan risiko diabetes pada anak dan remaja.
2. Kurang Beraktivitas
Kebiasaan “rebahan” merupakan trend di kalangan anak dan remaja yang tidak baik dan tidak sehat untuk dilakukan terus menerus, karena dapat mengurangi aktivitas pergerakan tubuh.
3. Berat Badan Berlebih atau Obesitas
Berat badan berlebih atau obesitas, dinilai melalui lingkar perut itu dapat meningkatkan risiko terkena diabetes.
4. Faktor Genetik
Diabetes juga dapat diperoleh dari keturunan orang tua dengan riwayat diabetes.
Saat ini terjadi peningkatan kasus diabetes pada anak dan remaja dapat menjadi perhatian untuk orang tua bahwa pencegahan DM harus dimulai sejak dini.
Kebiasaan hidup sehat pada anak dalam sebuah keluarga merupakan hal yang harus diperhatikan.
Karena anak akan mencontoh konsumsi makanan atau minuman sehat dari keluarga.
Anak juga dapat mencontoh semua aktivitas sehat yang biasa dilakukan oleh keluarganya.
Selain di dalam keluarga, anak-anak juga perlu mendapatkan perhatian khusus terkait dengan pengetahuan atau edukasi seputar pencegahan diabetes yang dilakukan di sekolah.
Kegiatan yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah adalah:
1. Membuat Kegiatan Edukasi Kesehatan Rutin di Sekolah
Sebaiknya pihak sekolah melakukan penjadwalan kegiatan rutin terkait dengan pencegahan diabetes untuk anak dan remaja.
Misalkan dilakukan 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali.
Di mana potensi anak-anak mengkonsumsi asupan makanan manis dan tinggi gula bisa didapat di lingkungan kantin sekolah.
2. Sekolah Mengadakan Kegiatan Senam Bersama secara Rutin
Senam bersama dapat meningkatkan aktivitas fisik anak-anak.
Senam bersama juga dapat membuat anak-anak bersemangat dalam melakukan aktivitas fisik karena dilakukan bersama dengan teman-teman.
3. Sekolah dapat Mengundang Profesional
Sekolah dapat bekerjasama dengan fasilitas kesehatan terdekat untuk memberikan penyuluhan terkait dengan pencegahan diabetes.
Sekolah dapat mengundang dokter maupun ahli gizi.
Diabetes dapat menjadi ancaman untuk anak-anak dan remaja.
Tetapi sangat penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran, selalu menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat, dan melakukan tindakan pencegahan dini sangat penting untuk mengurangi risiko diabetes pada anak-anak dan remaja.
Penulis: Putri Fajarwati
Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Maju
Dosen Pengampu: dr. Rindu, S.K.M., M.Kes.
Daftar Pustaka
- Federasi Diabetes Internasional, “Diabetes di Indonesia”, 2024. [Online]. Available: https://idf.org/our-network/regions-and-members/western-pacific/members/indonesia/
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Mengenal Diabetes pada Anak“, 2023. [Online]. Available: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3031/mengenal-diabetes-pada-anak
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Diabetes Ancaman Nyata Generasi Muda”, 2025. [Online]. Available: https://ayosehat.kemkes.go.id/diabetes-ancaman-nyata-generasi-muda
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












