Peran Influencer dalam Meningkatkan Awareness Produk Syariah pada Gen Z

Awareness produk syariah
Foto: Pexels

Seiring perkembangan teknologi yang semakin modern membuat pola komunikasi dan pemasaran berubah drastis.

Media sosial kini menjadi sarana utama untuk menyampaikan informasi, menurut data yang ada pengguna internet di era sekarang mencapai 230 juta jiwa, dengan estimasi pengguna media sosial sekitar 180 juta (Oktober 2025) atau sekitar 67,3% dari total populasi internet (Januari 2025), didominasi oleh Gen Z dan Milenial dengan platform, seperti YouTube, TikTok, Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Gen Z dikenal sebagai Digital Native (generasi yang tumbuh di era digital) yang aktif mengonsumsi konten dari berbagai platform media sosial dan cenderung menjadikan influencer sebagai standar dalam menentukan sikap dan keputusan konsumsi.

Fenomena ini juga berdampak pada pemasaran produk syariah yang mulai mengandalkan peran influencer untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda.

Produk syariah, seperti perbankan syariah, investasi syariah, asuransi syariah, kosmetik halal, dan busana halal memiliki karakteristik khusus karena berlandaskan dengan prinsip-prinsip syariah.

Namun, rendahnya minat literasi syariah di kalangan Gen Z menjadi tantangan tersendiri (Antonio 2001).

Maka dari itu, influencer dianggap mampu berperan sebagai media edukasi sekaligus promosi yang efektif, karena menggunakan gaya komunikasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami oleh semua kalangan untuk meningkatkan awareness dan pemahaman gen z terhadap produk syariah.

Influencer sebagai Opinion Leader di Era Digital

Teori Two-Step Flow of Communication menjelaskan bahwa pengaruh media massa terhadap masyarakat secara tidak langsung, melainkan melalui perantara yang disebut opinion leader.

Dalam konteks digital, peran opinion leader tersebut dijalankan oleh influencer karena dianggap lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan memiliki banyak kesamaan nilai serta gaya hidup.

Dalam konteks produk syariah, influencer yang menampilkan gaya hidup halal dan konsisten dengan nilai-nilai syariah memiliki peran penting dalam menyampaikan produk syariah.

Penyampaian informasi mengenai produk syariah melalui figure yang banyak dipercaya akan lebih mudah diterima oleh audiens, khususnya generasi muda yang cenderung lebih selektif dalam menerima sebuah informasi (Huda, N., & Heykal 2010).

Kredibilitas Influencer dan Kepercayaan Konsumen

Kredibilitas influencer menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap produk syariah.

Kredibilitas tersebut mencakup kejujuran, konsistensi perilaku, serta pemahaman terhadap nilai-nilai yang disampaikan.

Produk syariah memiliki karakteristik khusus karena berkaitan langsung dengan prinsip-prinsip syariah, seperti kehalalan, akad, dan keadilan dalam transaksi.

Influencer yang memiliki pemahaman dasar mengenai ekonomi Islam atau dikenal konsisten dalam menjalankan nilai-nilai syariah akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan Gen Z.

Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa kepercayaan merupakan elemen utama dalam aktivitas ekonomi syariah (Bank indonesia 2022).

Media Sosial sebagai Sarana Edukasi Produk Syariah

Platform media sosial, seperti TikTok, Instagram, dan YouTube menjadi sarana utama Gen Z dalam mengakses informasi, termasuk mengenai produk syariah.

Platform-platform tersebut memungkinkan influencer menyampaikan edukasi melalui konten yang singkat, visual, dan interaktif, seperti ulasan produk halal, pengalaman menggunakan layanan keuangan syariah, serta penjelasan sederhana mengenai akad dan prinsip-prinsip syariah.

Pendekatan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan brand awareness, tetapi juga memperkuat pemahaman konsumen terhadap produk syariah.

Dibandingkan dengan metode penyampaian informasi yang bersifat formal dan kaku, pendekatan edukatif melalui media sosial dinilai lebih efektif karena menggunakan bahasa yang ringan dan gaya komunikasi yang kreatif, sehingga konsep produk syariah lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari Gen Z (Antonio 2001).

Kolaborasi Brand Syariah dan Influencer

Kolaborasi antara brand syariah dan influencer menjadi strategi yang tepat dalam pemasaran produk syariah.

Melalui kerja sama ini, influencer berperan dalam memperkenalkan produk syariah sebagai bagian dari gaya hidup modern yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam, sekaligus menghilangkan anggapan bahwa produk syariah bersifat eksklusif atau hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu.

Dengan pendekatan komunikasi yang tepat dan pemilihan influencer yang sesuai, produk syariah dapat diposisikan sebagai solusi yang inklusif, relevan, serta mampu menjawab kebutuhan dan preferensi Generasi Z di era digital (Huda, N., & Heykal 2010).

Influencer memiliki peran strategis dalam meningkatkan awareness produk syariah pada Generasi Z.

Melalui kredibilitas, kedekatan emosional, dan pemanfaatan media sosial, influencer mampu menyampaikan edukasi produk syariah secara lebih efektif.

Kehadiran influencer juga berkontribusi dalam membentuk citra positif produk syariah sebagai bagian dari gaya hidup modern yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

Oleh karena itu, kolaborasi antara brand syariah dan influencer perlu terus dikembangkan sebagai strategi pemasaran yang relevan di era digital.

 

Penulis: Azmi Faza Auzani
Mahasiswa Prodi Manajemen Keuangan Syariah, UIN Sunan Kalijaga

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Daftar Pustaka

Antonio, M. S. 2001. Bank Syariah: Dari Teori Ke Praktik. Gema Insani Press.

Bank indonesia, & KNEKS. 2022. Ekonomi Mikro Islam. Bank indonesia.

Huda, N., & Heykal, M. 2010. Lembaga Keuangan Islam. Pernada Media Group.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses