Peran Orang Tua dalam Mengasuh dan Mengatasi Anak Temper Tantrum

temper tantrum pada anak

Orang tua mempunyai peran penting dalam mengasuh sang buah hati, khususnya ketika anak sedang dalam fase perkembangan.

Pada fase tersebut tidak hanya motorik dan tubuh anak saja yang berkembang, melainkan perkembangan sosioemosi, dimana seorang anak akan mulai belajar memahami dan mengatur emosi dalam beradaptasi dengani lingkungan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Sifat emosional yang mudah meluap-luap seperti mudah menangis, marah-marah dan mengamuk dari yang hal sepele membuat sebagian orang tua menjadi kebingungan dan stress dalam mengasuhnya. Sifat emosional ini disebut dengan temper tantrum.

Baca juga: Bermain dan Permainan untuk Anak Usia Dini

Apa Itu Temper Tantrum pada Anak?

tanrrum

Temper tantrum merupakan salah satu kondisi emosional dimana masalahnya berada pada perilaku yang umum dialami oleh anak (Jacobson&Fetsch, 2013). Serta Temper tantrum normal terjadi pada setiap anak.

Seorang anak dapat berubah menjadi seperti ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Faktor Fisiologis

Seorang anak dapat menjadi tantrum ketika merasa lelah,lapar dan sakit. Pada kondisi seperti ini emosional anak menjadi berlebih. Salah satu reaksi yang dikeluarkan adalah menangis sangat kencang atau rewel.

2. Faktor Psikologis

Faktor psikologis sangat berpengaruh pada anak menjadi tantrum, karena pada permasalahan ini anak dituntut untuk bisa menjadi apa yang orang tuanya inginkan/harapkan. Anak menjadi terkekan dan keras kepala.

3. Faktor Orangtua

Permalasahan yang sering ditemui pada faktor ini adalah kurangnya komunikasi pada orangtua. Dampaknya emosi seorang anak menjadi tidak terkontrol dengan baik karena kurangnya komunikasi dan kasih sayang dari orangtua.

Baca juga: Pengalihan Pengunaan Smartphone pada Anak, Mahasiswa KKN Universitas Boyolali Membuat Kelompok Belajar

Tantrum Terjadi pada Usia Berapa?

Normalnya, usia anak-anak menjadi tantrum yaitu pada usia 12-48 bulan, reaksi yang diberikan pada usia itu hanya menangis atau rewel saja serta mudah ditenangkan.

Puncak tantrum dapat terjadi pada anak yang berusia 2-3 tahun. Pada kisaran usia inilah rasa emosional seorang anak sedang meluap-luapnya. Reaksi yang diberikan biasanya sudah mulai mengamuk,menangis sangat kencang bhakan sampai melempar barang dan bisa melukai orang lain. Cenderung susah untuk ditenangkan jika sudah meluap-luap emosinya.

Jenis Tantrum pada Anak

temper tantrum anak

1. Tantrum Manipulatif (usia 2-3 tahun)

Seorang anak dengan tantrum jenis manipulatif biasanya ditandai dengan salah satu faktor yaitu ketika keinginan seorang anak tidak terwujudkan dari orang tua. Rata-rata anak usia dini kisaran usia 2-3 tahun melakukan tantrum ini untuk menarik perhatian orang-orang terdekatnya agar kemauannya dipenuhi.  

Tantrum jenis ini muncul pada anak karena adanya sebuah penolakan dari orang-orang terdekatnya. Reaksi dari tantrum ini adalah seorang anak dapat menendang dan berteriak sangat kencang.

2. Tantrum Frustasi (usia 12-48 bulan )

Anak-anak biasa mengalami tantrum ini karena mereka belum bisa mengekspresikan dirinya sendiri dengan baik dan tantrum jenis ini juga biasa dialami oleh anak saat berusia 12-48 bulan.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan seorang anak dapat tantrum frustasi yaitu: lapar,lelah atau gagal dalam meraih yang ia inginkan. Tantrum ini akan hilang dengan sendirinya tergantung pada tingkat kemampuan komunikasi anak.

3. Tantrum Tempramental

Kondisi seorang anak yang yang mengalami frustasi tinggi karena atas tuntutan dari orang tuanya yang mengakibatkan anak tersebut menjadi tidak bisa mengontrol emosinya sendiri.

Peran Orang Tua

Kegagalan setiap anak dalam memulai untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya bisa memberikan tekanan tersendiri untuk sang anak,serta dapat memunculkan sikap dan perilaku yang kurang baik. Seperti menangis, merengek, membating barang, menghentak kaki dan melukai orang di sekitarnya. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan sekali agar anak bisa mengendalikan rasa emosionalnya.

Peran Ayah

Keterlibatan seorang ayah dalam mengasuh anak yaitu dengan menerapkan nilai kedisiplinan, dengan menggunakan cara seperti itu maka anak akan merasa ada batasan dan ada aturan yang harus dipatuhinya. Tujuannya agar anak bisa mengendalikan emosinya.

Peran Ibu

Peran ibu juga tidak kalah pentingnya, karena dengan adanya ibu seorang anak dapat menanamkan kebiasaan yang baik di lingkungan sekitar. Tidak hanya itu, karakter anak juga dapat terbentuk dengan baik.

Cara Mengatasi Anak Tantrum 

1. Kondisi Tetap Tenang

Usahakan untuk para orang tua agar tetap tenang dalam menghadapi anak tantrum, karena agar si anak juga merasa nyaman dan mudah meredakan rasa emosinya.

2. Berikan Mainan Kesukaan

Dalam kondisi seperti itu cobalah untuk memberikan sesuatu yang mereka sukai tujuannya untuk mengalihkan perhatian si anak dan bisa kembali seperti semula.

3. Cari Tahu Penyebab Tantrum

Untuk para orang tua agar tidak sembarang dalam menangani anak tantrum, maka disarankan untuk mencari tau terlebih dahulu tentang permasalahannya tersebut.

4. Berikan Si Anak Waktu untuk Meluapkan Emosinya

Jika emosi seorang anak sedang tinggi, maka sebagai orang tua kita harus bisa memberikan mereka waktu untuk bisa meluapkan rasa emosinya agar mereka juga merasa lebih baik setelah itu.

5. Berikan pelukan

Berikan pelukan hangat kepada mereka untuk menenangkan diri dan berikanlah nasihat yang bermanfaat untuknya.

Annisa Zakia Sahna

Annisa Zakia Sahna
Mahasiswa Prodi Psikologi Universitas Binawan

Dosen pengampu: Apriani Riyanti, S.Pd., M.Pd

Referensi

Ariani dkk.(2019). Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Keperawatan Anak:Faktor Pekerjaan, Pola Asuh dan Komunikasi Orang Tua terhadap Temper Tantrum Anak Usia Prasekolah.STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap, nomor 201,40-50
Sukatin dkk.(2020).Jurnal Ilmiah AnakUsia Dini : Analisis Perkembangan Emosi Anak Usia Dini.Institut Agama Islam Nusantara Batang Hari,Vol 5 (2) : 77-90
Fadli,Rizal.(2022).Jenis Tantrum Pada Anak. Diakses dari https://www.halodoc.com/artikel/kenali-jenis-tantrum-yang-sering-dilakukan-anak
Pane,Merry.(2019).Mengatasi Tantrum Pada Anak. Diakses dari https://www.alodokter.com/begini-cara-mengatasi-tantrum-pada-anak

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses