Dalam arus globalisasi yang terus berkembang ini, informasi, teknologi, dan budaya asing sangat mudah untuk masuk dan memengaruhi kehidupan masyarakat dari berbagai aspek.
Salah satu bagian masyarakat yang dengan mudah terpengaruh oleh informasi dari luar adalah mahasiswa.
Namun, perubahan ini tidak selalu membawa dampak positif, salah satunya adalah menurunnya rasa cinta tanah air, khususnya bagi mahasiswa.
Sebagai pendorong perubahan, mahasiswa diharapkan memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
Tetapi pada kenyataannya, masih banyak mahasiswa yang kurang peduli, bahkan cenderung mengabaikan betapa pentingnya mempertahankan identitas nasional dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal ini seharusnya menjadi perhatian khusus dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa yang cinta tanah air.
Dalam hal ini, perguruan tinggi berperan penting dalam membentuk karakter dan kepribadian mahasiswa melalui mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
PKn tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran tentang kewarganegaraan, tetapi juga berfungsi sebagai tempat menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme dan rasa cinta tanah air.
Nilai-nilai ini sangat penting untuk mahasiswa Administrasi Publik karena nantinya mereka bertanggung jawab melayani masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai persatuan yang terkandung dalam Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Seperti yang terlihat pada kondisi tersebut, Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya dipahami sebagai mata kuliah biasa, melainkan sebagai upaya untuk membentuk kepribadian mahasiswa yang mencerminkan warga negara yang bertanggung jawab.
Hal ini karena PKn mencakup pemahaman tentang bagaimana individu bersikap sesuai dengan norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.
Proses ini tidak berhenti pada pemahaman konsep saja, tetapi juga pada penghayatan dan penerapan dalam kehidupan nyata.
Baca Juga: Dari Ruang Kelas ke Ruang Praktik: Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Dunia Medis
Dengan begitu, inti PKn terletak pada pembentukan kesadaran dan karakter mahasiswa agar memiliki identitas nasional yang kuat serta mampu menjalankan perannya sebagai warga negara yang bijak.
Tampak nyata bahwa Pendidikan Kewarganegaraan memiliki kontribusi besar dalam membangun identitas nasional mahasiswa.
Identitas nasional tidak hanya terlihat dari simbol atau lambang negara saja, tetapi juga tercermin dalam pola pikir, sikap, dan perilaku individu dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui mata kuliah PKn, mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman.
Oleh karena itu, PKn berperan sebagai sarana penguatan identitas nasional serta menjadi benteng agar mahasiswa tetap memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negaranya.
Dari sudut pandang mahasiswa Administrasi Publik, Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran yang sangat relevan dengan bidang yang dipelajari.
Hal ini dikarenakan mereka merupakan calon administrator publik yang dipersiapkan untuk terlibat langsung dalam sistem pemerintahan dan pelayanan publik di masa depan.
Dalam menjalankan tugasnya, mereka tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga harus memiliki integritas dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Dengan pemahaman PKn yang baik, mahasiswa diharapkan mampu menjadi administrator yang profesional, berintegritas, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dalam setiap tindakan.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan berperan penting dalam membentuk identitas nasional mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa Administrasi Publik.
Di tengah tantangan globalisasi ini, keberadaan PKn menjadi semakin penting untuk menjaga jati diri bangsa.
Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi perlu untuk terus diperkuat agar mampu membentuk mahasiswa yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Penulis: Dwi Azzahra Putri (NIM 25040730199)
Mahasiswa Prodi Administrasi Publik, Universitas Negeri Yogyakarta
Dosen Pengampu: Dr. Yayuk Hidayah, M.Pd.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












