Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebagai Dasar Penentuan Harga Jual UMKM

Harga Pokok Penjualan
Foto: Dok. MMI

Pendahuluan

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain menciptakan lapangan pekerjaan, UMKM juga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Namun, dalam praktiknya masih banyak pelaku UMKM yang belum menerapkan pencatatan keuangan secara baik.

Salah satu masalah yang sering ditemukan adalah penentuan harga jual yang tidak didasarkan pada perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP).

Banyak pelaku usaha hanya mengikuti harga pasar atau memperkirakan biaya produksi tanpa memperhitungkan seluruh komponen biaya seperti bahan baku, tenaga kerja, dan biaya operasional lainnya.

Akibatnya, keuntungan usaha menjadi tidak optimal.

Oleh karena itu, diperlukan implementasi perhitungan HPP sebagai upaya meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola biaya produksi dan menentukan harga jual yang lebih tepat.

Mitra dalam kegiatan ini adalah  yang bergerak di bidang produksi makanan ringan.

Usaha ini memproduksi berbagai jenis camilan yang dipasarkan secara langsung maupun melalui media sosial.

Dalam kegiatan operasionalnya, UMKM masih mengalami kesulitan menghitung biaya produksi secara rinci sehingga harga jual produk belum didasarkan pada perhitungan biaya yang sebenarnya.

  • Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain:
  • Belum memahami konsep Harga Pokok Penjualan (HPP).
  • Seluruh biaya produksi belum dicatat secara lengkap.
  • Harga jual masih ditentukan berdasarkan perkiraan.
  • Keuangan pribadi dan usaha masih tercampur.
  • Sulit mengetahui keuntungan yang sebenarnya diperoleh.

Solusi yang Diberikan

  • Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan beberapa kegiatan, yaitu:
  • Memberikan edukasi mengenai konsep HPP.
  • Mengidentifikasi seluruh komponen biaya produksi.
  • Melatih pelaku usaha menghitung HPP secara sederhana.
  • Memberikan pendampingan dalam menentukan harga jual berdasarkan HPP.
  • Mengajarkan pencatatan keuangan sederhana agar biaya produksi dapat dipantau setiap periode.

Metode Pelaksanaan

Observasi 

Mengidentifikasi kondisi usaha dan sistem pencatatan keuangan yang telah diterapkan.

Wawancara

Menggali informasi mengenai proses produksi, biaya operasional, dan kendala yang dihadapi.

Pendampingan

Memberikan pelatihan mengenai perhitungan HPP serta praktik menghitung biaya produksi.

Evaluasi

Mengevaluasi kemampuan pelaku UMKM dalam menghitung HPP dan menentukan harga jual produk.

Hasil Implementasi

Setelah dilakukan pendampingan, pelaku UMKM mulai mencatat seluruh biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, serta biaya overhead seperti listrik, gas, dan kemasan.

Contoh perhitungan:

| Komponen        |           Biaya      |

| Bahan baku       |     Rp3.000.000 |

| Tenaga kerja      |     Rp1.500.000 |

| Listrik dan gas   |       Rp400.000  |

| Kemasan            |       Rp600.000  |

| Total HPP   | Rp5.500.000 |

Apabila menghasilkan 1.000 produk, maka:

HPP per produk = Rp5.500

Selanjutnya UMKM menentukan margin keuntungan sebesar 40% sehingga harga jual menjadi sekitar Rp7.700 per produk.

Melalui implementasi tersebut, pelaku usaha menjadi lebih memahami struktur biaya produksi dan dapat menentukan harga jual secara lebih rasional.

Dampak Implementasi

Kegiatan implementasi memberikan beberapa manfaat, yaitu:

  • Penentuan harga jual menjadi lebih tepat.
  • Keuntungan usaha dapat dihitung dengan lebih akurat.
  • Pengendalian biaya produksi menjadi lebih baik.
  • Pelaku usaha mulai menerapkan pencatatan keuangan sederhana.
  • Pengambilan keputusan bisnis menjadi lebih mudah.

Kesimpulan 

Implementasi perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) pada UMKM memberikan dampak positif terhadap pengelolaan keuangan usaha.

Melalui pendampingan dan praktik langsung, pelaku UMKM mampu memahami komponen biaya produksi, menghitung HPP secara benar, serta menentukan harga jual berdasarkan biaya yang sebenarnya.

Dengan demikian, penerapan HPP dapat meningkatkan efisiensi usaha, keuntungan, dan daya saing UMKM.


Penulis: Kelompok 4
1. Bayu Sektiaji (251011201562)
2. Zahra Diah Alfiyanti (251011200526)
3. Novi Arnanda (251011200527)
4. Ashally Hemalia Putri (251011201352)
Mahasiswa Prodi Studi Akuntansi, Universitas Pamulang


Dosen Pengampu: A. Asrorudin, S.Pd., M.M, M.Ak.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses