Beragam agenda yang dicanangkan oleh kampus untuk memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa. Salah satunya Prodi PGSD Universitas Pelita Bangsa, Cikarang, Jawa Barat, terus berupaya membekali mahasiswa dengan kegiatan-kegiatan spektakuler, yaitu Retreat Camp.
Sebuah agenda camping yang berisikan materi, fun games, dan renungan atau refleksi untuk memberikan pendidikan dan pengalaman baru kepada mahasiswa yang langsung bersentuhan dengan alam berbasis kepramukaan.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada tanggal 4 dan 5 Januari 2025 yang bertempat di Cibubur. Rangkaian acara dimulai dengan pelepasan peserta dari halaman kampus Universitas Pelita Bangsa pada hari pertama.
Setiba di lokasi, para peserta Retreat Camp mendirikan tenda, mengikuti upacara pembukaan dengan pembina langsung dipimpin oleh Rektor Universitas Pelita Bangsa, bapak Hamzah M. Mardi Putra, S.K.M., M.M., D.B.A..
Agenda dilanjutkan dengan latihan baris-berbaris, penyampaian materi 1 tentang leadership dan materi 2 tentang pembentukan karakter religius. Serangkaian kegiatan pada hari itu diakhiri dengan malam gembira.
Di hari kedua, agenda dimulai dengan shalat subuh, sarapan pagi, olahraga, kemudian dilanjutkan dengan fun games yang mengandung nilai-nilai ketangkasan, kekompakan, dan problem solving. Sebelum kembali ke kampus, acara ini diakhiri dengan upacara penutupan dan sayonara.
Para peserta Retreat Camp terdiri dari mahasiswa semester 5 sebagai salah satu implementasi dari mata kuliah kepramukaan. Peserta dibagi menjadi 20 regu dengan rincian, 18 regu putri dan 2 regu putra.
Kaprodi PGSD, Ibu Awalina Barokah, S.Pd, M.Pd menegaskan, “Tujuan dari acara Retreat Camp ini yaitu membekali mahasiswa agar memiliki jiwa kepemimpinan yang mumpuni terlebih ketika mereka menjadi alumni. Selain itu, untuk menanamkan karakter religius dalam diri mahasiswa agar senantiasa menjadikan agama sebagai pondasi utama dalam menjalani kehidupan. Dua komponen ini merupakan hal yang sangat urgen dewasa ini.”
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Tarbiyah (FKIT), Ibu Dr. Titin Sunaryati, S.Pd.I., M.Pd. menambahkan, “Agenda ini menjadi wadah atau media yang efektif untuk menanamkan jiwa disiplin kepada mahasiswa. Melatih mental mahasiswa agar lebih tangguh dalam menghadapi realitas kehidupan yang semakin kompleks. Menyiapkan mahasiswa untuk menjadi guru yang cakap (agile), kompeten, adaptif, dan kolaboratif di tengah perubahan zaman.”
Baca Juga: Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah pada Satuan Pendidikan terhadap Kinerja Staf
Leadership dan Religius
Mengingat betapa pentingnya dua aspek ini, maka perlu ditanamkan pada mahasiswa sebagai bekal untuk menjadi seorang guru kelak. Guru tidak hanya sekadar mahir dalam aspek pedagogik dan teknologi, tapi juga harus ditopang dengan jiwa leadership yang baik dan nilai-nilai religius yang mendalam (deep).
Nilai-nilai kepemimpinan dalam acara ini dapat terlihat manakala ketua regu dan anggota saling bahu-membahu menjaga kekompakan, menyanyikan yel-yel dengan penuh semangat, menyelesaikan game secara bersama, menyiapkan makan untuk semua, dan selalu berusaha menjadi yang terbaik.
Hal itu akan terwujud dengan cara mengenyampingkan ego pribadi dan menjauhkan sikap individualistis, karena hakikat pemimpin adalah mengontrol diri dari segala godaan yang mengganggu dirinya.
Di samping hiruk-pikuk Agenda Retreat Camp, mahasiswa juga dibekali dengan materi keagamaan. Implementasi dari nilai-nilai religius tampak ketika memasuki waktu shalat, para peserta wajib bergegas untuk melaksanakan ibadah shalat secara berjamaah. Tidak hanya itu, cara berpakaian peserta juga menjadi perhatian, yaitu menutupi aurat.
Baca Juga: Pentingnya Penerapan Sikap Amanah dalam Jiwa Kepemimpinan
Acara Retreat Camp ini menjadi momentum emas bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri menjadi pribadi yang berjiwa pemimpin sebagai manifestasi khalifah (wakil Tuhan) di muka bumi. Menjadi individu religius yang senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Sehingga Universitas Pelita Bangsa dapat melahirkan mahasiswa calon guru Sekolah Dasar (SD) yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual.
Penulis: Bulan Kurniati
Mahasiswa PGSD Universitas Pelita Bangsa
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












