Pemberantasan koruptor serta mafia tentunya cita-cita seluruh presiden terutama di Indonesia yang memiliki banyak sekali konflik, masalah, serta cerita yang berulang mengenai koruptor serta mafia ini.
Harapan-harapan kita sebagai rakyat Indonesia tentunya sangat tinggi setiap pergantian presiden maupun perundang-undangan sebagai salah satu langkah konkret pemberantasan korupsi maupun mafia. Sayangnya hingga sejauh ini perundang-undangan yang kerap digaungkan salah satunya UU Perampasan Aset yang sangat sulit untuk disahkan.
Presiden Prabowo Subianto, presiden kita pada periode tahun 2025 hingga 2029, pernah berjanji ketika kampanye ataupun debat yang pernah dilaksanakan sebelumnya, bahwa beliau akan memberantas para koruptor dan mafia, hal ini juga memicu sentilan Habieb Rizieq kepada beliau.
Habieb Rizieq menyentil Prabowo Subianto dengan kata-kata “jangan omon-omon saja” bahkan Habieb Rizieq juga menyatakan bahwasannya beliau dan paara masyarakat atau rakyat siap berada digarda terrdepan sebagai pembela kebenaran (TribunJatim Official, 2025, 1.08-1.25).
Dari pemaparan di atas tentunya itu membuat kita selaku rakyat Indonesia bertanya-tanya, apa benar pemerintah Indonesia selalu bersama rakyatnya? Bagaimana fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan selama ini? Kenapa rakyat Indonesia seakan-akan hanya menjadi bidak atau pion bagi mereka yang berkuasa?
Tentunya itu semua juga selalu saya pertanyakan kepada diri sendiri meskipun saya adalah mahasiswa kesehatan yang seakan-akan awam akan hal ini, namun harapan saya terhadap Indonesia kedepannya sangat besar terutama akan janji-janji yang telah digaungkan oleh pemimpin-pemimpin kita.
Baca juga: Liga Koruptor Indonesia: Inilah Kasus-Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia
Bagaimana Fakta Ketika di Lapangan Semenjak Prabowo Subianto Selaku Presiden Kita Menjabat?
Sebelumnya kita sudah mengetahui salah satu janji presiden kita, Prabowo Subianto adalah memberantas korupsi, lalu bagaimana beliau menepati janjinya tersebut?
Berdasarkan hukumonline.com yang diterbitkan pada 23 Agustus 2025, Prabowo Subianto melakukan pencabutan kepada Immanuel Ebenezer dari jabatan Wakil Menteri Ketenagakerjaan usai jadi tersangka KPK.
Tidak hanya itu, berdasarkan Kompas.com yang diterbitkan pada 8 Agustus 2025, pada kasus korupsi CSR BI OJK yang tersangkanya adalah Heri Gunawan dan Satori yang keduanya merupakan Fraksi Gerindra dan Nasdem, yang melakukan modus pencucian uang yang masing-masing mendapatkan jumlah yang sangat besar, Heri Gunawan diduga menerima Rp15,86 Miliar sedangkan Satori diduga menerima uang sebesar Rp12,52 Miliar.
Hal tersebut membuktikan bahwa Prabowo Subianto tetap memegang janji yang pernah beliau sampaikan ketika sidang tahunan di MPR kemarin, bahwasannya beliau tidak akan melindungi para koruptor meskipun dari partai yang sama dengannya yaitu Gerindra.
Pemaparan-pemaparan yang sudah disampaikan diatas tentunya hanya sebagian kecil dari yang telah dilakukan di era Prabowo serta era Prabowo yang masih berjalan hingga 2029, harapannya tentu adalah agar yang baik harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan seperti pemberantasan korupsi saat ini.
Korelasi Sentilan Habieb Rizieq dengan Fakta yang Telah dilakukan Presiden Kita di Lapangan
Sentilan dari Habieb Rizieq tentunya menuai banyak pendapat entah itu pendapat mengenai kredibilitas Prabowo Subianto ataupun pendapat terhadap Habieb Rizieq yang terkesan hanya melihat Prabowo Subianto sebagai presiden yang “omon-omon” saja.
Dari perspektif saya sendiri tentunya sentilan Habieb Rizieq ini merupakan sebuah pengingat bagi presiden kita, Prabowo Subianto, agar tetap melakukan pemberantasan korupsi seperti apa yang telah dijanjikan oleh Presiden kita, Habieb Rizieq sendiri juga menyatakan harapannya bahwa Bapak Presiden kita, Prabowo Subianto diharapkan tidak hanya berjanji melalui kata-kata.
Perdebatan opini tentunya tidak ada habisnya jika hanya dilihat dari satu perspektif saja, sentilan Habieb Rizieq memang terdengar seakan-akan beliau tidak melihat sejauh mana perlakuan Prabowo Subianto memberantas para koruptor, namun jika dilihat dari perspektif masyarakat Indonesia.
Tentunya sentilan tersebut adalah sebuah harapan kita para masyarakat Indonesia yang selalu melawan korupsi dan ini dibuktikan dari dukungan Habieb Rizieq jika Bapak Presiden kita selalu serius menghadapi dan melawan korupsi, kita sebagai rakyat Indonesia juga harus bersatu melawan korupsi, serius atau tidaknya presiden kita menepati janjinya tentu kita harus selalu melawan korupsi.
Penulis: Sulaiman Haydar Dzakir Sudjarwo
Mahasiswa Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga
Dosen Pengampu: Mulyadi S.S M.Si.
Referensi
Faktababel. (2025, 13 November). Korupsi CSR BI-OJK: KPK panggil 5 saksi usut modus TPPU anggota DPR Heri Gunawan & Satori. Faktababel. Diakses dari https://faktababel.id/2025/11/13/korupsi-csr-bi-ojk-kpk-panggil-5-saksi-usut-modus-tppu-anggota-dpr-heri-gunawan-satori/
Hukumonline. (2025, 23 Agustus). Prabowo Subianto copot Immanuel Ebenezer dari jabatan Wamenaker usai jadi tersangka KPK. Hukumonline. Diakses dari https://www.hukumonline.com/berita/a/prabowo-subianto-copot-immanuel-ebenezer-dari-jabatan-wamenaker-usai-jadi-tersangka-kpk-lt68a961fb43863/
Kompas.com. (2025, 8 Agustus). Perjalanan panjang kasus korupsi CSR BI-OJK: 2 anggota DPR jadi tersangka. Kompas.com. Diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2025/08/08/08081031/perjalanan-panjang-kasus-korupsi-csr-bi-ojk-2-anggota-dpr-jadi-tersangka?page=al
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












