Deli Serdang, MMI – Transformasi digital dalam layanan kesehatan terus didorong guna meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih cepat dan efisien. Salah satu upaya itu diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (MJKN) bagi pasien di Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia, Jumat (13/02/25).
Kegiatan yang diinisiasi oleh tim dosen Program Studi Administrasi Rumah Sakit Institut Kesehatan Helvetia ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan pasien dalam memanfaatkan layanan digital Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Aplikasi MJKN dinilai mampu mempermudah akses layanan kesehatan melalui berbagai fitur seperti antrean online, informasi kepesertaan, hingga pengubahan data peserta tanpa harus datang langsung ke loket pelayanan.
Ketua tim pengabdian, Dyna Safitri Rakhelmi Rangkuti, menjelaskan bahwa pemanfaatan aplikasi digital di kalangan pasien masih belum optimal. Banyak pasien yang belum memahami manfaat maupun cara penggunaan aplikasi sehingga masih mengandalkan pelayanan administrasi manual.
“Melalui kegiatan edukasi ini, pasien tidak hanya diberikan penjelasan secara teori tetapi juga didampingi langsung untuk mencoba menggunakan aplikasi,” ujarnya.
Baca juga: Apakah BPJS Telah Menjamin Pemerataan Akses Layanan Kesehatan di Seluruh Wilayah Indonesia
Kegiatan dilakukan dengan metode sosialisasi dan demonstrasi langsung di lingkungan rumah sakit, terutama kepada pasien yang sedang menunggu pelayanan. Tim pengabdian memberikan panduan mulai dari proses mengunduh aplikasi, registrasi akun, hingga penggunaan fitur dasar yang paling sering dibutuhkan pasien.
Dalam kegiatan ini, pasien didampingi secara individual. Dan selama pendampingan, mereka terlihat menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif bertanya terkait penggunaan aplikasi. Alhasil, pasien yang sebelumnya belum banyak mengenal aplikasi MJKN akhirnya berhasil mengakses layanan secara mandiri. Hal ini dinilai mampu meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus mendukung efisiensi pelayanan rumah sakit.

Selain memberikan manfaat bagi pasien, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap rumah sakit karena berpotensi mengurangi antrean manual di loket administrasi serta mempercepat proses pelayanan. Dukungan pihak rumah sakit dan kerja sama tim yang solid jadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan itu.
Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan, sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan secara lebih luas. Ke depan, edukasi penggunaan aplikasi digital kesehatan diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin siap menghadapi transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi.
Penulis:
1. dr. Dyna Safitri Rakhelmi Rangkuti, MKM (Dosen Jurusan Administrasi Rumah Sakit, Institut Kesehatan Helvetia)
2. Andini Mentari Tarigan, S.Tr.Keb., MKM (Dosen Jurusan Kebidanan dan Profesi Bidan, Institut Kesehatan Helvetia)
3. Rima Melinda Sembiring, SKM., MKM (Dosen Jurusan Administrasi Rumah Sakit, Institut Kesehatan Helvetia)
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












