Perekat keramik bermutu tinggi merupakan komponen paling krusial yang menentukan keberhasilan pemasangan lantai modern saat ini. Selain itu, yang tak kalah populer adalah penggunaan homogeneous tile dalam desain bangunan modern.
Tampilan yang elegan, ukuran yang besar, serta daya tahan tinggi menjadikan material ini sebagai pilihan utama pengganti keramik konvensional.
Namun di balik tampilannya yang premium, pemasangan homogeneous tile memiliki tantangan teknis tersendiri yang sering kali belum dipahami secara menyeluruh oleh pemilik rumah maupun aplikator.
Mengapa Homogeneous Tile Semakin Populer?
Tren penggunaan homogeneous tile atau sering disebut granit milt (granit buatan) terus meningkat karena beberapa alasan estetis dan fungsional. Penyebabnya karena:
1. Tampilan Lebih Modern dan Minimalis
Dengan motif yang menyambung dan tepian yang lebih presisi (rectified), lantai ini menciptakan kesan bersih dan mewah.
2. Ukuran Tile yang Semakin Besar
Saat ini, ukuran 60×60 cm hingga 120×120 cm menjadi standar baru. Ukuran besar meminimalkan jumlah sambungan nat, sehingga visual lantai terlihat lebih utuh.
3. Permukaan Lebih Kuat dan Padat
Karena proses pembakaran dengan suhu di atas 1200°C, material ini memiliki kekerasan yang jauh melampaui keramik biasa.
4. Cocok untuk Area Indoor maupun Outdoor
Ketahanannya terhadap cuaca dan beban membuat material ini fleksibel diaplikasikan di ruang tamu hingga teras.
5. Memberikan Kesan Ruangan Lebih Luas
Pantulan cahaya pada permukaan polished dan minimnya gangguan visual dari nat membuat ruangan yang sempit terasa lebih lega.
Karakteristik Homogeneous Tile yang Berbeda dari Keramik Biasa
Memahami material adalah langkah awal sebelum melakukan pemasangan. Homogeneous tile memiliki sifat fisik yang unik, antara lain:
1. Tingkat Kepadatan Material Lebih Tinggi
Strukturnya sangat padat tanpa pori-pori besar. Sehingga tidak mudah tergores atau rusak, dan lebih tahan lama.
2. Daya Serap Air Sangat Rendah
Berbeda dengan keramik tanah liat, homogeneous tile memiliki daya serap air (water absorption) di bawah 0,5%. Artinya, teknik merendam keramik dalam air sebelum dipasang sudah tidak relevan dan tidak berguna di sini.
3. Bobot Material Lebih Berat
Kepadatan tinggi berbanding lurus dengan beratnya, sehingga membutuhkan daya cengkeram perekat yang lebih kuat agar tidak merosot (slumping).
4. Permukaan Bagian Belakang Lebih Halus
Tekstur belakang yang cenderung licin membuat semen pasir konvensional sulit “menggigit” material ini.
5. Membutuhkan Daya Rekat Lebih Maksimal
Karena tidak menyerap air, ikatan mekanis tidak cukup, sehingga diperlukan ikatan kimiawi dari polimer khusus.
Tantangan Utama dalam Pemasangan Homogeneous Tile
Tanpa teknik yang benar, kemewahan material ini bisa berubah menjadi bencana konstruksi, sebab:
1. Risiko Tile Mudah Lepas Jika Perekat Tidak Tepat
Karena tidak ada pori-pori untuk menyerap semen, tile sering kali lepas secara utuh dari dasarnya.
2. Potensi Terjadinya Hollow atau Suara Kosong
Rongga udara di bawah tile menyebabkan suara nyaring saat diketuk dan menjadi titik lemah yang memicu pecahnya tile jika terkena beban berat.
3. Kesulitan Penyesuaian pada Permukaan Tidak Rata
Dengan ukuran yang besar, sedikit saja ketidakrataan pada lantai dasar akan membuat sudut-sudut tile tidak sejajar (lippage).
4. Retak Akibat Pergerakan Struktur
Material yang padat cenderung kaku. Jika bangunan mengalami getaran atau pemuaian tanpa adanya peredam, tile akan retak atau terangkat (popping).
5. Kegagalan Ikatan pada Area Luas
Pada area ballroom atau lobi, akumulasi gaya muai-susut sangat besar, menuntut sistem perekat yang sangat stabil.
Kesalahan Umum Saat Memasang Homogeneous Tile
Beberapa kebiasaan lama dalam konstruksi justru menjadi penyebab utama kegagalan, antara lain:
1. Menggunakan Adukan Semen Konvensional
Semen pasir biasa mengalami penyusutan besar saat kering dan tidak memiliki fleksibilitas untuk memegang material low porosity.
2. Aplikasi Perekat Tidak Menyeluruh
Teknik “tumpukan tengah” (hanya memberi adukan di tengah tile) menyisakan ruang hampa di pinggiran tile yang sangat rawan pecah.
3. Tidak Menggunakan Metode Double Layer
Untuk tile besar, aplikasi perekat harus dilakukan pada dua sisi (lantai dasar dan bagian belakang tile) untuk memastikan kontak 100%.
4. Nat Terlalu Sempit atau Tidak Konsisten
Memasang tanpa jarak nat yang cukup tidak memberi ruang bagi material untuk memuai saat suhu panas.
5. Persiapan Permukaan Kurang Optimal
Sering kali debu atau sisa minyak pada beton tidak dibersihkan, yang menghalangi kontak langsung perekat dengan substrat.
Faktor Penting agar Homogeneous Tile Lebih Tahan Lama
Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, pastikan lima faktor ini terpenuhi:
1. Pemilihan Tile Adhesive Sesuai Spesifikasi
Gunakan mortar instan yang memang diformulasikan untuk homogeneous tile atau granit.
2. Teknik Aplikasi Perekat yang Benar
Gunakan roskam bergerigi (notched trowel) untuk menciptakan alur udara yang searah, memastikan tidak ada udara terjebak.
3. Kondisi Substrat yang Stabil
Pastikan lantai beton atau screed sudah benar-benar kering dan tidak mengalami penurunan (settlement) lagi.
4. Pengaturan Jarak Nat yang Tepat
Minimal lebar nat 2-3 mm untuk mengantisipasi pergerakan termal.
5. Kontrol Lingkungan Saat Pemasangan
Hindari pemasangan di bawah terik matahari langsung yang terlalu panas agar perekat tidak mengering terlalu cepat sebelum tile menempel sempurna.
Pemasangan Homogeneous Tile Membutuhkan Perekat Keramik yang Tepat
Memilih homogeneous tile adalah langkah tepat untuk meningkatkan nilai estetika bangunan. Namun, keindahannya hanya akan bertahan lama jika didukung oleh sistem pemasangan yang benar.
Untuk memastikan homogeneous tile atau granit Anda terpasang dengan kuat dan bebas dari risiko popping, gunakan SikaCeram®-180 P. Produk ini adalah perekat keramik dan granit siap pakai dengan modifikasi polimer yang memberikan daya lekat sangat tinggi.
Formulasinya mencegah keramik mengangkat, mudah diaplikasikan pada dinding maupun lantai, serta cocok untuk penggunaan interior maupun eksterior.
Sika telah berpengalaman selama 115 tahun dan berhasil menyelesaikan banyak project nasional maupun dunia. Misalnya project Apurva Kempinksi Bali.
Ada pula proyek Renovasi Museum Zeitz yang juga berhasil dirampungkan. Sika juga yang pertama kali mencetuskan waterproofing semen di Indonesia.
Dengan perekat keramik SikaCeram®-180 P, tantangan pemasangan homogeneous tile dapat teratasi dengan hasil yang rapi. Kunjungi Sika Indonesia untuk informasi lebih lanjut seputar produk!
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













