Kambing sering dianggap sebagai kembaran domba. Padahal, keduanya jelas berbeda spesies dengan ciri khas masing-masing yang tidak bisa disamakan.
Sayangnya, karena bentuk tubuhnya mirip, banyak orang masih keliru dalam membedakan keduanya.
Yang lebih jarang disadari, bahkan urusan kotoran yang sekilas terlihat sama, tapi ternyata berbeda.
Kotoran kambing dan domba menyimpan fakta unik yang belum banyak orang tahu.
1. Kotoran Kambing dan Domba Serupa tapi Tak Sama
Meskipun kambing dan domba sama-sama memiliki kotoran berbentuk pelet kecil berwarna cokelat, ada perbedaan halus di antara keduanya.
Mengutip dari AZ Animal perbedaan utama kotoran kambing dan domba bukan terletak pada bentuk fisiknya, tapi pada karakteristik tekstur dan konsistensi yang dipengaruhi oleh pola makan mereka.
Kambing lebih suka pakan dedaunan, ranting, semak, dan gulma sehingga kotorannya biasanya cenderung lebih kering, kecil, dan padat.
Sementara, domba lebih sering memakan rumput sehingga kotorannya bisa sedikit lebih lembut dan terkadang mempunyai ukuran yang agak lebih besar dibandingkan kambing.
2. Penyebab Kotorannya Berbentuk Bulatan-Bulatan Kecil
Bentuk kotoran kambing dan domba berupa bulatan-bulatan kecil bukanlah sebuah kebetulan.
Itu adalah hasil kerja sistem pencernaan mereka yang berbeda dari ruminansia besar seperti sapi atau kerbau. Kunci perbedaannya terletak pada bagian usus besar dan rektum.
Pembentukan Kotoran Kambing (Joseph Lepar)
Joseph Lepar (International Agriculture Consultant) dalam unggahannya di Facebook menjelaskan bahwa selama proses pencernaan, usus besar kambing dan domba menyerap lebih banyak air sehingga menghasilkan kotoran yang kering dan padat.
Kontraksi pada rektum memecahnya menjadi bulatan-bulatan kecil yang seragam. Mekanisme ini memudahkan kotoran jadi lebih mudah keluar, bahkan saat kambing atau domba bergerak atau digembalakan.
Ashwani Roy dari National Dairy Research Institute melalui ResearchGate menambahkan, kambing dan domba memang memiliki cara tersendiri dalam menghemat air, mirip dengan mekanisme pada tubuh unta.
Tubuh mereka beradaptasi agar tidak membuang terlalu banyak cairan melalui kotoran. Itulah mengapa kotorannya berbentuk bulatan-bulatan kecil, keras, dan cenderung kering.
3. Lebih Unggul Dibandingkan Kotoran Ternak Lainnya
Dibandingkan dengan kotoran ternak lain seperti sapi atau kerbau, kotoran kambing dan domba memiliki sejumlah keunggulan ketika dimanfaatkan sebagai pupuk.
Dikutip dari artikel di Prepp, bentuk kotoran kambing dan domba yang berupa bulatan-bulatan kecil membuatnya lebih kering, tidak terlalu berbau, dan mudah ditangani.
Berbeda dengan kotoran sapi yang cenderung lebih basah, lengket, dan sering menarik serangga, kotoran kambing dan domba relatif lebih bersih dan praktis untuk langsung disebarkan ke lahan.
Struktur butirannya juga dapat membantu memperlancar aliran udara dan mempercepat pematangan saat proses pengomposan.
Kotoran kambing dan domba juga lebih kaya akan unsur penting dibandingkan kotoran sapi, di mana artikel di Prepp mencatat kandungan rata-rata nitrogen (N) sebesar 3%, fosfor (P2O5) sebesar 1%, dan kalium (K2O) sebesar 2%.
Keunggulan ini dibuktikan oleh studi pada African Journal of Agricultural Research yang menunjukkan bahwa kotoran kambing lebih unggul dibandingkan kotoran sapi, terutama dalam kandungan total N, P, dan K saat diaplikasikan ke lahan.
4. Bisa Menjadi Alarm Kesehatan
Kotoran ternak sejatinya bukan hanya sekadar limbah. Dari tekstur, warna, hingga bentuknya, kotoran bisa menjadi alarm kondisi kesehatan ternak.
Dikutip dari AZ Animals, dengan sedikit kejelian, peternak bisa segera tahu ada yang tidak beres hanya dengan mengamati kotoran di kandang.
Pada kambing dan domba yang sehat, kotoran biasanya berbentuk pelet berwarna cokelat tua yang keras dan merata, seperti bulatan-bulatan kecil.
Apabila dilihat dari jauh, kotorannya akan tampak seperti berwarna hijau tua atau hitam. Bulatan-bulatan tersebut terpisah dan tidak saling menempel.
Sebaliknya, kotoran yang butirannya tidak merata dan menggumpal yang dapat mengindikasikan jika kambing atau domba terlalu banyak makan, adanya perubahan pakan mendadak, atau bahkan sedang terkena infeksi parasit.
Kondisi lebih serius muncul ketika kotoran cenderung lembek atau berair yang merupakan tanda dari diare.
Bagi kambing atau domba, diare bukan perkara sepele karena dapat menyebabkan dehidrasi yang berujung fatal jika tidak segera ditangani.
Oleh karena itu, peternak perlu memperhatikan perubahan sekecil apapun pada kotoran ternaknya, karena tanda sekecil apapun dapat menjadi indikasi gangguan kesehatan serius yang perlu segera ditangani.
Nah, itulah 4 fakta unik seputar kotoran kambing dan domba. Dari bulatan-bulatan kecil yang terlihat tidak penting, kotoran kambing dan domba justru menyimpan informasi penting berupa penanda kesehatan, sumber pupuk yang baik, sekaligus bukti adaptasi tubuh mereka. Jadi, jangan dianggap sepele.
Penulis: Ahmad Nasihin
Alumni Program Studi Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












