5 Cara Sleep Hygiene untuk Kurangi Kelelahan dan Meningkatkan Kualitas Tidur Pasien Kanker

5 Cara Sleep Hygiene untuk Kurangi Kelelahan dan Meningkatkan Kualitas Tidur Pasien Kanker
Sumber: pixabay.com

Penderita kanker banyak memilih pengobatan dengan kemoterapi, yakni obat kemoterapi yang akan masuk melalui pembuluh darah agar lebih cepat bekerja mencapai sel-sel yang menyebar ke organ jaringan sekitar, kemoterapi diperkirakan dapat memperpanjang hidup.

Namun demikian efek kemoterapi yang dirasakan akan berdampak buruk salah satunya yakni pada kelelahan dan juga kualitas tidur yang menurun (Anggraini et al., 2020).

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kualitas tidur yang kurang terhadap pasien kemoterapi mencapai  63,3 % dari 832 pasien terdiri dari setelah kemoterapi serta pada pasien yang belum menjalani kemoterapi yakni 52,6% serta terus mengalami peningkatan pada pasien yang menjalani kemoterapi 64,5%.

Sehingga gangguan kualitas tidur berakibat buruk dapat menurunkan sistem kekebalan yang berfungsi untuk dapat melawan kanker. Tidur bermanfaat untuk memulihkan keadaan oleh karena itu tidur yang baik dan berkualitas diperlukan untuk pasien kanker (Syolihan Rinjani Putri et al., 2018).

Kelelahan adalah gejala yang sering terjadi pada pasien penderita kanker 30% sampai 60% akibat dari penyakit kanker serta juga efek samping dari pengobatan penyakit kanker, kelelahan yang berhubungan dengan kanker biasanya didefinisikan sebagai perasaan tertekan yang terjadi terus menerus serta juga kelelahan fisik, emotional, yang terjadi karena pengobatan kanker dan akan mengganggu aktivitas pasien.

Sehingga pasien mengalami masalah pada kualitas tidur serta kelemahan yakni akibat dari penyakit kanker yang dialami atau salah satu efek samping yang dirasakan pasien dalam pengobatan kanker (Ahmed & Elmetwaly, 2019).

Penatalaksanaan pada pasien kanker untuk memperbaiki kualitas tidur serta kelelahan ada dua yakni terapi farmakologi dan terapi non farmakologi, terapi farmakologi merupakan terapi yang menggunakan obat-obatan, sayangnya pemakain obat-obatan berlebihan memiliki efek samping overdosis serta kecanduan.

Terapi non farmakologi yang biasanya diberikan di luar obat-obatan yang biasa diberikan pada pasien yang mengalami masalah tidur serta kelelahan salah satunya yakni dengan sleep hygiene. Sleep hygiene adalah terapi yang dapat mempengaruhi kualitas tidur serta kelelahan dengan 5 cara (Inayati, 2022) yakni:

Jadwal Tidur

  • Membutuhkan pembuatan jadwal tidur serta jadwal bangun yang teratur setiap waktu, dapat membuat kualitas tidur menjadi baik, bangun pagi menjadi segar dan dapat mengurangi kelelahan.
  • Menggunakan tempat tidur hanya saat merasa mengantuk dan tidur agar otak dapat memahami tempat tidur adalah tempat istirahat yang nyaman untuk tidur jangan melakukan berbaring 10-20 menit di tempat tidur saat setelah bangun.
  • Tidur siang baik dilakukan sekitar 30 menit jangan terlalu lama.
  • Rutin lakukan berjemur di pagi hari agar mendapat cahaya yang cukup.

Lingkungan

  • Cahaya kamar sebaiknya dalam keadaan redup atau gelap dikarenakan cahaya dapat meningkatkan melatonin pada otak.
  • Suhu ruagan tidur dalam kondisi yang nyaman, sejuk, menghindari suara-suara berisik yang keras.
  • membersihkan Kasur (tempat tidur) agar menghindar dari adanya binatang seperti tungau serta debu yang dapat mengganggu tidur.

Pola Makan

  • Mengatur pola makan.
  • Tidak meminum kopi dari jam 2 sore.
  • Tidak mengonsumsi alkohol.
  • Tidak merokok.

Matikan Elektronik

Mematian elektronik di malam hari sebelum tidur seperti TV, laptop, hp dan lainya. Kurangi paparan cahaya dimalam hari agar tidur lebih nyaman.

Olahraga

  • Olahraga rutin 30 menit setiap hari contoh jalan santai, yoga ringan.
  • Lakukan rileksasi  sebelum tidur.

Baca Juga: The Benefits Of Drinking Water Daily

5 Cara Sleep Hygiene untuk Kurangi Kelelahan dan Meningkatkan Kualitas Tidur Pasien Kanker
Gambar: Cara Sleep Hygiene
(Sumber: https://centershealthcare.com/media/is-your-sleep-hygiene-as-good-as-it-should-be/)

Sleep hygiene atau sering disebut kebersihan tidur yang baik. Banyak penelitian luar yang dietemukan terkait seperangkat pedoman dan tip yang yang dirancang untuk meningkatkan kualiatas tidur yang baik, dan ada banyak bukti temuan dalam penelitian penulis dengan pemberian 5 cara sleep hygiene untuk mengurangi kelelahan serta tidur berkualitas pasien kanker efektif di gunakan.

Pada artikel yang dibaca penulis menemukan terapi sleep hygiene diberikan untuk mengevaluasi terhadap kualitas tidur dan juga kelelahan yang dialami oleh pasien kemoterapi, sebanyak 100 pasien dewasa yang menjadi responden penelitian ini dilakukan dipusat onkologi Universitas Mansoura Turki dimana efektif diberikan terapi ini.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari uraian diatas yakni pengobatan dengan kemoterapi, memeiliki efek pada kualitas tidur pasien yang buruk serta kelelahan yang dirasakan oleh pasien akibat dari penyakit kanker serta juga efek samping dari pengobatan penyakit kanker.

Penatalaksanaan untuk pasien kanker untuk memperbaiki kualitas tidur serta kelelahan yakni dengan farmakologi dan non farmakologi, untuk non farmakologi yang bisa diberikan yakni 5 cara sleep hygiene jadwal tidur, lingkungan, pola makan, matikan elektronik, olahraga yang bisa dilakukan oleh pasien.

 

Penulis: Shanti Wardaningsih, Ns., M.Kep., Sp.Jiwa., Ph. D dan Vovi Meidas Setia, Ns., S.Kep.
Mahasiswa Magister Keperawatan Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Editor: I. Khairunnisa

Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses