Aplikasi Monitoring Suhu dan Kelembaban Udara pada Urban Farming berbasis IoT

urban farming
Foto: Freepik

Meningkatnya kesadaran masyarakat perkotaan terhadap pentingnya lingkungan hijau mendorong banyak warga untuk memanfaatkan area rumah sebagai ruang tanam, baik dalam bentuk tanaman hias maupun tanaman produktif.

Hal ini juga terlihat pada kawasan Kiaracondong, di mana sebagian besar rumah warga telah memiliki tanaman yang dirawat secara mandiri di pekarangan, teras, maupun area terbatas lainnya.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Meskipun demikian, dalam praktiknya, perawatan tanaman di lingkungan rumah tangga masih dilakukan secara konvensional dan bergantung pada perkiraan subjektif.

Banyak masyarakat belum memiliki alat bantu yang dapat memberikan informasi akurat terkait kondisi lingkungan tanaman, khususnya suhu dan kelembaban udara.

Padahal, kedua faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan pertumbuhan tanaman, baik tanaman hias maupun tanaman konsumsi.

Ketidaksesuaian kondisi lingkungan sering kali menyebabkan tanaman menjadi layu, pertumbuhan terhambat, atau bahkan mati tanpa disadari penyebab pastinya.

Selain itu, keterbatasan waktu dan aktivitas harian warga juga menjadi faktor yang menyebabkan kurang optimalnya pemantauan kondisi tanaman secara rutin.

Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan akan solusi teknologi yang dapat membantu masyarakat dalam melakukan monitoring kondisi lingkungan tanaman secara lebih praktis, efisien, dan real-time.

Inovasi Sistem Monitoring Suhu, Kelembaban, dan Nutrisi Air Berbasis IoT untuk Urban Farming Berkelanjutan (Contoh Alat)

​​urban farming

urban farming

Berdasarkan permasalahan tersebut, mahasiswa dari Kelompok J Program Studi Sistem Informasi mengembangkan sebuah inovasi berjudul Aplikasi Monitoring Suhu dan Kelembaban Udara pada Urban Farming berbasis Internet of Things (IoT) yang diimplementasikan pada lingkungan rumah warga.

Proyek ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring yang mampu memberikan informasi kondisi suhu dan kelembaban udara di sekitar tanaman secara real-time melalui platform berbasis website.

Sistem yang dikembangkan memanfaatkan sensor DHT11 sebagai alat pendeteksi suhu dan kelembaban udara, yang diintegrasikan dengan mikrokontroler berbasis WiFi, seperti ESP8266 atau ESP32.

Data yang diperoleh dari sensor kemudian dikirimkan ke server atau cloud dan ditampilkan dalam bentuk dashboard interaktif yang dapat diakses oleh pengguna melalui perangkat digital seperti smartphone atau laptop.

Dengan adanya sistem ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah dalam memantau kondisi lingkungan tanaman tanpa harus melakukan pengecekan secara manual secara terus-menerus.

Informasi yang ditampilkan juga dapat membantu pengguna dalam mengambil keputusan terkait perawatan tanaman, seperti penempatan tanaman atau penyesuaian penyiraman berdasarkan kondisi lingkungan yang terukur.

Proyek ini menjadi bentuk penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mendukung aktivitas sederhana masyarakat seperti merawat tanaman di lingkungan rumah.

Dengan pendekatan yang praktis dan mudah diimplementasikan, diharapkan solusi ini dapat memberikan manfaat nyata serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Sinergi Teknologi, SDGs, dan Nilai Pancasila

Pengembangan proyek Aplikasi Monitoring Suhu dan Kelembaban Udara pada Urban Farming berbasis Internet of Things (IoT) tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan keterkaitannya dengan arah pembangunan berkelanjutan serta nilai-nilai dasar yang menjadi landasan kehidupan berbangsa di Indonesia.

Dari perspektif global, implementasi sistem ini memiliki relevansi dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:

1. SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur)

Proyek ini menunjukkan penerapan inovasi teknologi sederhana berbasis IoT yang dapat diimplementasikan langsung di lingkungan masyarakat.

Sistem yang dibangun menjadi bentuk konkret pengembangan infrastruktur digital skala kecil yang mendukung aktivitas sehari-hari.

2. SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan)

Dengan membantu masyarakat dalam mengelola dan memantau kondisi tanaman di lingkungan rumah, proyek ini berkontribusi dalam menciptakan kawasan hunian yang lebih asri dan nyaman.

Kehadiran teknologi ini juga mendorong pemanfaatan ruang terbatas secara lebih optimal.

3. SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)

Sistem monitoring memungkinkan pengguna untuk merawat tanaman berdasarkan kondisi aktual lingkungan, sehingga penggunaan air dan sumber daya lainnya dapat dilakukan secara lebih efisien dan tidak berlebihan.

Selain itu, pelaksanaan proyek ini juga mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain:

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Teknologi yang dirancang bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merawat tanaman di lingkungan rumah.

Hal ini mencerminkan upaya pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup.

Persatuan Indonesia

Proyek ini melibatkan interaksi langsung antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga tercipta kerjasama yang baik dalam proses implementasi.

Kegiatan ini turut memperkuat semangat kebersamaan dalam memanfaatkan teknologi untuk kepentingan bersama.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Dalam pengembangan sistem, kebutuhan dan kondisi masyarakat menjadi pertimbangan utama. Pendekatan ini dilakukan agar solusi yang dihasilkan dapat diterapkan secara tepat dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Melalui proyek ini, teknologi IoT diperkenalkan sebagai solusi yang dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.

Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak terbatas pada sektor industri, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat umum.

Dengan mengintegrasikan teknologi, prinsip pembangunan berkelanjutan, serta nilai-nilai Pancasila, proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sosial.

Inovasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendorong masyarakat agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi identitas bangsa.


Penulis:
1. Dimas Al Gazali (102022300103)
2. Alvaritzy Maulidan Krisnandar (102022300308)
3. Faadhil Al Ghifari (102022300425)
4. Muhammad Davy Hilbram (102022300137)
5. Muhammad Fazril Shiddiq (102022300305)
6. Tavi Reyhan Ath Thariq (102022300101)
7. Reaivaldy Mahaputra Riyanto (102022300257)
8. Niko Fachreza Yosada (1202220348)
Mahasiswa Prodi Sistem Informasi, Telkom University


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses