Banyak orang tua yang merasa bingung ketika anak mereka mulai sulit diatur. Saat dinasihati tidak terlalu didengar, ditegur malah dianggap biasa saja, lebih parah lagi aturan di rumah seperti tidak lagi dianggap penting.
Banyak yang berpikir sikap itu muncul begitu saja seiring anak bertambah besar. Padahal yang sebenarnya adalah banyak kasus sikap anak yang sulit diatur bisa berawal dari cara orang tua mendidik mereka sejak kecil.
Keluarga sebenarnya adalah tempat pertama anak belajar tentang banyak hal. Dari orang tua, anak mengenal aturan, belajar mana yang benar dan mana yang salah, dan bagaimana bersikap terhadap orang lain. Karena itu cara orang tua mendidik anak sejak dini sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter mereka. Namun dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi perbedaan sikap antara ayah dan ibu saat menghadapi anak.
Misalnya ketika ibu menegur atau melarang sesuatu yang dianggap kurang baik, tetapi ayah justru membiarkan atau bahkan membela anak dengan mengatakan, “tidak apa-apa, namanya juga anak kecil.”
Hal seperti ini mungkin terlihat biasa saja. Banyak yang menganggapnya sebagai bentuk kasih sayang atau sikap memaklumi anak. Tetapi jika hal seperti ini terus terjadi anak bisa menerima arti yang berbeda tentang aturan yang ada di rumah. Di satu sisi diajarkan untuk disiplin, tapi di sisi lain ia merasa selalu ada yang membenarkan tindakannya.
Ketika anak berada dalam situasi seperti ini, mereka bisa menjadi bingung tentang batasan yang sebenarnya. Saat ditegur oleh salah satu orang tua, mereka mungkin tidak merasa benar-benar melakukan kesalahan karena sebelumnya pernah dibela oleh orang tua yang lain.
Baca juga: Cara Mendidik Anak di Zaman Sekarang
Lama-kelamaan anak bisa terbiasa melakukan sesuatu tanpa terlalu memikirkan apakah hal itu benar atau tidak. Hal seperti ini cukup sering terlihat di lingkungan sekitar.
Anak yang sejak kecil terbiasa dibela atau dibiarkan melakukan apa saja kadang tumbuh menjadi lebih manja dan sulit diatur. Ketika dinasihati atau dimarahi mereka tidak selalu merasa bersalah karena sudah terbiasa merasa tindakannya akan dimaklumi.
Aslinya bukan berarti orang tua tidak boleh menyayangi anak atau bersikap lembut kepada mereka, anak memang membutuhkan kasih sayang tapi di saat yang sama, anak juga membutuhkan batasan yang jelas. Dari situ mereka belajar tentang tanggungjawab dan memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Karena penting bagi orang tua untuk memiliki kesepahaman dalam mendidik anak.
Jika aturan sudah dibuat sebaiknya ayah dan ibu menunjukkan sikap yang sama agar anak tidak menerima pesan yang berbeda. Dengan itu, anak akan lebih mudah memahami batasan yang ada.
Kesimpulannya bukan anak yang tiba-tiba menjadi sulit diatur. Kadang sikap itu terbentuk dari aturan yang sejak awal tidak pernah benar-benar sejalan. Ketika ayah dan ibu berjalan ke arah yang sama dalam mendidik anak, bukan hanya kedisiplinan yang terbentuk, tapi juga karakter yang lebih kuat untuk masa depan.
Penulis: Wedelia Egy Azzahra (2405176036)
Mahasiswa Pendidikan Komputer, Universitas Mulawarman
Dosen Pengampu: Marwah Ulwatunnisa, M.Pd
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












