Broken Home dan Psikis Anak

psikis anak
Foto: Rumah.com

Broken home merupakan keadaan dimana suatu keluarga sudah tidak ada keselarasan. Hal ini terjadi karena beberapa hal di antaranya KDRT bahkan juga perceraian.

Masalah-masalah tersebut sangat berpengaruh pada anak, misalnya orang tuanya bertengkar di depan sang anak maka hal tersebut akan sangat berpengaruh pada psikis anak.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Pada umumnya anak masih sangat butuh kasih sayang dari kedua orang tuanya. Lalu, apabila orang tuanya bercerai maka secara tidak langsung sang anak tersebut kehilangan salah satu sumber kasih sayang entah dari ayah atupun dari ibunya.

Kondisi tersebut juga sangat berpengaruh pada proses belajar sang anak, apalagi jika anak tersebut masih duduk di sekolah dasar. Pada usia SD selayaknya anak masih butuh perhatian dari kedua orang tuanya. Tapi apa yang terjadi jika orang tuanya bercerai? Kondisi yang seperti itu akan membuat anak tidak bisa tumbuh layaknya anak-anak pada umumnya.

Pada saat di sekolah anak juga akan bertingkah laku tidak selayaknya anak pada umumnya. Sang anak bisa saja jadi pendiam bahkan menjadi anak yang hiperaktif.

Hal tersebut terjadi karena karena anak tersebut sebenarnya mencari perhatiaan dari lingkungan sekitarnya karena mungkin tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Dari tingkah laku yang demikian itu juga sangat berpengaruh pada prestasi anak. Mungkin saja sang anak mendapat prestasi yang rendah.

Sebagai guru harus bisa menangani masalah tersebut dengan baik dan benar. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mendekati sang anak kemudian sebisa mungkin anak tersebut kita ajak bicara apapun bahan pembicaraannya karena apabila anak sudah merasa nyaman maka anak secara otomatis akan menceritakan apa masalah yang sedang dialaminya.

Apabila anak sudah mau bercerita maka tugas guru yaitu mencari solusi bagaimana sang anak sebisa mungkin tidak membawa masalahnya ke sekolah sehingga tidak mengganggu belajarnya.

Namun,apabila sang anak enggan bercerita maka guru harus mengambil langkah berikutnya yaitu dengan berkomunikasi dengan kerabat terdekatnya entah itu nenek, paman, kakak atau siapapun yang dirasa dekat dengan anak tersebut.

Cobalah kita memaggil salah satu kerabat tersebut untuk membicarakan masalah yang dihadapi anak tersebut. Tapi bagaimana apabila kerabat terebut enggan hadir ke sekolah? Maka kita sebagai guru mencoba datangi rumahnya lalu bidarakan baik-baik tentang masalah sang anak.

Dengan cara-cara yang demikian diharapkan dapat membantu anak-anak yang menjadi korban broken home. Tapi apabila terjadi pertengkaran oleh orang tua sebisa mungkin tidak dilihat oleh anak agar tidak mengganggu psikis anak.

Putri Indah Suryani 
Mahasiswa IAIN Pekalongan

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses