Edukasi Pengenalan Boraks dan Identifikasinya di Desa Wonokasian Sidoarjo

Edukasi Pengenalan Boraks Sidoarjo

Perkembangan bahan pangan, jajanan maupun makanan yang ada di masyarakat saat ini semakin pesat dan makin beragam baik dalam bentuk dan rasanya. Hal ini menimbulkan persaingan di antara produsen dalam mempertahankan kualitas produknya dan mengembangkan usahanya hingga berkelanjutan. Namun, dalam persaingan bisnis kuliner tersebut tidak sedikit produsen yang “nakal”, yaitu dengan memberi zat kimia tambahan ke dalam bahan pangan tersebut untuk menambah cita rasa maupun teksturnya. Zat kimia tersebut adalah boraks.

Boraks atau biasa kita kenal dengan sebutan “bleng” merupakan zat kimia berbahaya yang seharusnya tidak boleh ada dalam makanan karena berbahaya bagi kesehatan. Boraks umumnya digunakan sebagai campuran detergen, glasir enamel gigi buatan, plastik, antiseptik, insektisida maupun pengawet kayu. Sayangnya, saat ini masih ada pedagang yang mencampurkan zat kimia ini sebagai pengawet makanan agar tidak cepat membusuk maupun sebagai penambah cita rasa agar kenyal dan renyah.

Baca Juga: Dosen Akfar Surabaya Beri Penyuluhan Olahan Probiotik Peningkat Imun dalam Masa Pandemi Covid-19

Bacaan Lainnya
DONASI

Berdasarkan hal itulah, maka penting untuk melakukan Pengabdian Pada Masyarakat mengenai edukasi pengenalan tentang boraks, ciri-cirinya dan bagaimana mengidentifikasinya pada makanan kepada ibu-ibu rumah tangga. Mengapa? Karena ibu-ibu merupakan garda terdepan dalam keluarga dalam menjaga kesehatan anggota keluarganya, yaitu dengan memilih dan membeli bahan pangan dan makanan yang sehat, aman dan tidak membahayakan Kesehatan. Salah satu masyarakat yang perlu diberi edukasi adalah ibu-ibu PKK di desa Wonokasian Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.

Di masa pandemi, kegiatan Pengmas ini masih dapat dilakukan secara offline (tatap muka), namun dengan protokol kesehatan yang ketat yaitu dengan memakai masker dan jumlah peserta pengmas yang dibatasi (sekitar 20 orang).

Baca Juga: Akademi Farmasi Surabaya Gencarkan Gerakan Edukasi Lindungi Diri, Keluarga dan Masyarakat dengan Vaksinasi Covid – 19

Kegiatan Pengmas ini diawali dengan penyuluhan (ceramah) mengenai pengertian boraks, ciri-ciri makanan yang mengandung boraks dan bahayanya bagi kesehatan. Selanjutnya, pelatihan membuat alat pendeteksi boraks dari kunyit menggunakan media tusuk gigi serta demo uji langsung bahan makanan yaitu tahu dan pentol bakso untuk mengetahui ada tidaknya boraks dalam bahan pangan tersebut.

Pengmas ini dilakukan secara kombinasi antara ceramah dan edukasi (teori dan praktik) agar peserta pengmas tidak merasa bosan dan jenuh. Selama pelaksanaan Pengmas, dapat diketahui bahwa ibu-ibu PKK desa Wonokasian Sidoarjo masih terbatas pemahamannya mengenai boraks dan bahayanya bagi kesehatan. Selain itu, dijelaskan pula bagaimana mengidentifikasi kandungan boraks pada makanan yang mudah, cepat dan murah yaitu dengan menggunakan kunyit (kunir).

Baca Juga: Ayo, Sehat Bersama dengan Pemakaian Suplemen di Era Covid-19!

Kunyit dicuci bersih, ditumbuk sampai halus, diperas hingga diperoleh air kunyit. Tusuk gigi kemudian direndam di dalam perasan air kunyit selama ± 4 jam dan dibolak-balik hingga merata, ditiriskan, dikeringkan dan disimpan dalam wadah yang bersih. Lalu siap untuk digunakan pengujian sampel. Demo uji langsung bahan makanan pada Pengmas ini yaitu tahu dan pentol bakso. Sesi edukasi ini mampu menarik perhatian dan antusiasme ibu-ibu PKK. 

Diharapkan pemahaman dari ibu-ibu peserta Pengmas yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan ibu rumah tangga menjadi lebih paham tentang boraks, dan mampu mengenali makanan yang mengandung boraks. Selain itu mereka juga dapat mencoba sendiri di rumah dalam mengidentifikasi sendiri bahan pangan apakah aman dari boraks atau tidak menggunakan bahan kunyit yang murah dan mudah diaplikasikan.

Surahmaida, S.Si., M.T
Dosen Akademi Farmasi Surabaya
Mahasiswa Akademi Farmasi Surabaya

Editor: Diana Pratiwi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI