Belakangan ini, media sosial kerap diramaikan dengan berbagai video atau pernyataan dari pejabat pemerintah yang menjadi viral. Ada yang viral karena aksi lucu, gaya bicara unik, hingga komentar kontroversial.
Di satu sisi, ini menunjukkan bahwa publik kini lebih dekat dengan sosok pejabat yang sebelumnya terasa jauh dan formal. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan besar: apakah viralitas ini mencerminkan kinerja, atau sekadar sensasi?
Dalam era digital, menjadi viral bisa menjadi alat komunikasi yang efektif. Seorang pejabat yang mampu menyampaikan pesan kebijakan dengan cara yang menarik tentu berpeluang mendapatkan simpati dan dukungan publik.
Baca Juga: Panggung Politik Pejabat Milenial
Namun, jika yang ditonjolkan hanya gimmick tanpa pencapaian nyata, maka itu justru menjadi distraksi dari tugas utama mereka: melayani rakyat.
Kita harus kritis membedakan antara pejabat yang memang bekerja nyata dan kebetulan viral, dengan mereka yang sengaja membangun citra demi popularitas. Jangan sampai ruang publik dipenuhi dengan sorotan pada sensasi, sementara substansi justru diabaikan.
Sebagai warga negara, kita berhak untuk menuntut akuntabilitas, bukan hanya hiburan. Pejabat publik bukan selebritas. Tugas utama mereka adalah menyelesaikan masalah rakyat, bukan mengejar trending topic.
Penulis: Ahmad Rapali
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Interstudi (Stikom Interstudi)
Editor: Fifi Elvira
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












