Fisika dalam Perspektif Budaya: Inovasi Media Pembelajaran berbasis CapCut dan Kearifan Lokal Minangkabau

inovasi pembelajaran fisika
Gambar: Dok. MMI

Abstrak

Artikel ini mengkaji upaya inovatif dalam pembelajaran fisika melalui pemanfaatan media video yang dikembangkan menggunakan aplikasi CapCut dengan mengintegrasikan kearifan lokal Minangkabau.

Permasalahan yang menjadi fokus utama adalah rendahnya penguasaan konsep fisika oleh peserta didik yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat abstrak dan kurang dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Sebagai solusi, dikembangkan media video yang menghubungkan konsep-konsep fisika dengan fenomena budaya lokal, seperti arsitektur Rumah Gadang serta aktivitas tradisional masyarakat Minangkabau.

Pendekatan ini berlandaskan pada teori pembelajaran kontekstual dan etnosains yang menekankan keterkaitan antara konsep ilmiah dan realitas sosial budaya.

Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media video berbasis teknologi mampu meningkatkan minat belajar serta pemahaman konsep siswa, terutama pada materi yang sulit dipahami secara abstrak.

Selain itu, integrasi unsur budaya lokal turut berkontribusi dalam memperkuat identitas budaya peserta didik.

Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi yang mengakomodasi kearifan lokal menjadi strategi yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika.

Kata Kunci: pembelajaran fisika, video pembelajaran, CapCut, etnosains, kearifan lokal Minangkabau, pembelajaran kontekstual

Baca Juga: Belajar tentang Air Bersih: Pengalaman Mahasiswa Fisika di PDAM Lamongan

Pendahuluan

Fisika merupakan cabang ilmu yang berperan penting dalam menjelaskan berbagai fenomena alam melalui pendekatan ilmiah yang sistematis.

Namun, dalam praktiknya di lingkungan pendidikan, mata pelajaran ini sering kali dianggap sulit oleh peserta didik.

Persepsi tersebut umumnya muncul karena proses pembelajaran masih didominasi oleh pendekatan teoritis dan berfokus pada hafalan rumus, tanpa mengaitkannya dengan pengalaman nyata siswa.

Akibatnya, pemahaman konsep menjadi kurang optimal dan motivasi belajar cenderung menurun.

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, karakteristik belajar generasi saat ini mengalami perubahan yang signifikan.

Peserta didik cenderung lebih tertarik pada media yang bersifat visual, interaktif, dan kontekstual.

Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam penggunaan media pembelajaran yang mampu menjembatani konsep abstrak dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa media video berbasis teknologi digital dapat meningkatkan keterlibatan serta pemahaman konsep siswa secara efektif.

Pendekatan etnosains menjadi salah satu alternatif yang relevan dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual.

Pendekatan ini memandang bahwa ilmu pengetahuan tidak terlepas dari budaya masyarakat, sehingga pembelajaran akan lebih bermakna apabila dikaitkan dengan kearifan lokal.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penerapan etnosains mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta pemahaman konsep peserta didik.

Pembelajaran berbasis etnosains juga berkontribusi terhadap peningkatan literasi sains serta memperkuat keterkaitan antara materi pelajaran dengan kehidupan nyata.

Pemanfaatan budaya lokal memberikan pengalaman belajar yang lebih autentik dan relevan bagi siswa.

Dalam konteks Indonesia, budaya Minangkabau memiliki potensi besar sebagai sumber belajar fisika.

Berbagai fenomena budaya, seperti struktur Rumah Gadang maupun aktivitas tradisional masyarakat, dapat dianalisis melalui konsep-konsep fisika seperti gaya, keseimbangan, dan gerak.

Meskipun demikian, pemanfaatan potensi tersebut dalam pembelajaran masih belum optimal.

Berdasarkan uraian tersebut, diperlukan suatu inovasi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan teknologi digital dengan kearifan lokal.

Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah penggunaan media video berbasis CapCut dengan pendekatan etnosains, yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep sekaligus relevansi pembelajaran fisika.

Baca Juga: Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital Interaktif: Jenis, Contoh, dan Manfaatnya di Era Modern

Kajian Teori

1. Tantangan dalam Pembelajaran Fisika

Pembelajaran fisika bertujuan untuk membangun pemahaman konseptual melalui pengamatan fenomena alam serta penerapan prinsip ilmiah.

Namun, dalam pelaksanaannya, pembelajaran sering kali masih bersifat abstrak dan kurang dikaitkan dengan kehidupan nyata.

Hal ini menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep secara mendalam.

Penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang tidak kontekstual berdampak pada rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu menghubungkan konsep fisika dengan pengalaman empiris peserta didik.

2. Media Video dalam Pembelajaran

Media pembelajaran memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas proses belajar.

Salah satu media yang berkembang pesat adalah video pembelajaran, yang menggabungkan unsur visual dan audio secara simultan.

Penggunaan video memungkinkan penyajian konsep abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami.

Selain itu, kemajuan teknologi digital memungkinkan pemanfaatan aplikasi seperti CapCut untuk menghasilkan media pembelajaran yang menarik dan interaktif.

Penggunaan media berbasis video juga dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa serta motivasi belajar mereka.

3. Pendekatan Etnosains

Etnosains merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan konsep ilmiah dengan budaya lokal.

Pendekatan ini menekankan bahwa ilmu pengetahuan berkembang dalam konteks sosial dan budaya masyarakat.

Dengan demikian, pembelajaran yang berbasis etnosains akan lebih bermakna karena siswa dapat memahami konsep melalui pengalaman budaya yang dekat dengan kehidupan mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan pemahaman konsep serta keterampilan berpikir kritis siswa.

Selain itu, pembelajaran menjadi lebih relevan karena dikaitkan dengan fenomena budaya yang dikenal oleh peserta didik.

4. Kearifan Lokal sebagai Sumber Belajar

Kearifan lokal merupakan kumpulan nilai dan praktik budaya yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran.

Dalam konteks fisika, berbagai aktivitas budaya dapat digunakan untuk menjelaskan konsep ilmiah.

Misalnya, aktivitas tradisional atau penggunaan alat tertentu dapat dianalisis menggunakan konsep gaya, momentum, dan keseimbangan.

Pemanfaatan kearifan lokal tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga memperkuat kesadaran budaya peserta didik.

5. Integrasi Teknologi dan Budaya Lokal

Penggabungan teknologi digital dengan kearifan lokal merupakan bentuk inovasi dalam pembelajaran abad ke-21.

Media pembelajaran berbasis budaya lokal yang dikembangkan dengan teknologi modern dapat meningkatkan relevansi dan kualitas pembelajaran.

Penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis etnosains dengan pendekatan kontekstual mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa secara signifikan.

Oleh karena itu, penggunaan aplikasi CapCut untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis budaya Minangkabau menjadi pilihan yang tepat.

Baca Juga: Pemanfaatan Media Pembelajaran (Capcut dan Canva) untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Visual pada Siswa SMP Kanisius Sumber Dukun

Pembahasan

Pengembangan media video pembelajaran fisika berbasis kearifan lokal Minangkabau melalui aplikasi CapCut merupakan langkah inovatif dalam menjawab tantangan pembelajaran fisika yang cenderung abstrak.

Ketika konsep fisika tidak dikaitkan dengan kehidupan nyata, siswa cenderung mengalami kesulitan dalam memahami materi serta kehilangan motivasi belajar.

Media yang dikembangkan dirancang dalam tiga tahapan utama, yaitu pengenalan konsep melalui fenomena budaya, penyajian materi secara visual, serta penutup berupa refleksi.

Dalam proses pembuatannya, fitur-fitur CapCut seperti pengeditan video, penambahan teks, efek visual, serta narasi suara dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan media yang menarik dan mudah dipahami.

Penggunaan video sebagai media pembelajaran memungkinkan konsep abstrak disajikan dalam bentuk visual yang lebih konkret.

Hal ini membantu siswa dalam memahami materi melalui representasi yang mendekati kondisi nyata.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa media visual mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta hasil belajar secara signifikan.

Integrasi etnosains dalam media pembelajaran memberikan nilai tambah yang penting.

Siswa dapat memahami konsep fisika melalui fenomena budaya yang familiar, seperti struktur Rumah Gadang yang mencerminkan prinsip keseimbangan atau aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan konsep gaya dan gerak.

Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep serta kemampuan berpikir kritis.

Selain itu, pembelajaran berbasis etnosains juga berkontribusi terhadap peningkatan literasi sains dan relevansi pembelajaran.

Siswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata.

Hal ini sekaligus memperkuat identitas budaya mereka.

Dari sisi teknologi, penggunaan CapCut memberikan kemudahan dalam pembuatan media pembelajaran.

Aplikasi ini memungkinkan guru dan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif.

Secara keseluruhan, integrasi teknologi digital dan kearifan lokal dalam pembelajaran fisika mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, serta literasi sains peserta didik.

Rekomendasi

Pendidik disarankan untuk mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi yang mengintegrasikan budaya lokal agar pembelajaran lebih kontekstual dan menarik.

Institusi pendidikan serta pemerintah perlu memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas dan pelatihan yang memadai.

Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menguji efektivitas media ini secara empiris melalui studi eksperimen.

Selain itu, peserta didik diharapkan lebih aktif dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran.

Ucapan Terima Kasih

Penulis menyampaikan terima kasih kepada Ibu Prof. Dr. Desnita, M.Si dan Bapak Dr. Prof. Akmam, M.Si. atas bimbingan, arahan, serta motivasi yang diberikan dalam proses penyusunan karya ini pada Program Studi Magister Pendidikan Fisika Universitas Negeri Padang.


Penulis: Diva Zelina Fitri
Mahasiswa Magister Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Padang


Dosen Pengampu:
1. Prof. Dr. Desnita, M.Si. 
2. Dr. Prof. Akmam, M.Si.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Referensi

  1. Agustina, L., Bachtiar, R. W., & Hana, B. (2025). Modul pembelajaran fisika berbasis etnosains.  https://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/cetta/article/view/4884
  2. Asra, A., Festiyed, F., Mufit, F., & Asrizal, A. (2021). Pembelajaran fisika mengintegrasikan etnosains permainan tradisional. https://jurnalkonstan.ac.id/index.php/jurnal/article/view/67
  3. Fianti, F., & Neratania, A. (2024). Developing physics teaching materials based on ethnoscience-integrated contextual approach. https://jurnal.uny.ac.id/index.php/jipi/article/view/76663
  4. Hasan, Y., Firdaus, F., & Andayani, Y. (2023). Relevansi etnosains pada alat transportasi cidomo dalam materi fisika. https://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/kpj/article/view/25918
  5. Hidayati, F., & Julianto, J. (2025). Integrasi pendekatan etnosains dalam pembelajaran sains.  https://journal.umg.ac.id/index.php/didaktika/article/view/9578
  6. Ismail, I. A., et al. (2024). Tinjauan sistematis integrasi etnosains dalam pembelajaran IPA. https://www.researchgate.net/publication/386293029
  7. Kesumah, M. D., et al. (2025). Pendekatan etnosains dalam pendidikan fisika berbasis budaya lokal. https://researchhub.id/index.php/Khatulistiwa/article/view/5798
  8. Kurniawan, R., & Syafriani, S. (2020). E-modul fisika berbasis etnosains untuk meningkatkan berpikir kritis. https://jep.ppj.unp.ac.id/index.php/jep/article/view/572
  9. Pangga, D., Prasetya, D. S. B., & Sanapiah, S. (2023). Pembelajaran etnosains dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika. https://journal-center.litpam.com/index.php/empiricism/article/view/1650
  10. Romli, S., & Yusuf, E. Y. (2025). Etnophysics worksheet untuk pembelajaran fisika. https://jurnal.ut.ac.id/index.php/celsius/article/view/10249
  11. Sani, S. A., et al. (2023). Pengembangan augmented learning berbasis etnosains dalam pembelajaran fisika. https://journal.uinjkt.ac.id/edusains/article/view/35194
  12. Supriatna, A. Y., et al. (2025). Pengembangan modul ajar IPA terintegrasi etnosains.  https://journal.uny.ac.id/index.php/jpms/article/view/84652

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses