Belajar tentang Air Bersih: Pengalaman Mahasiswa Fisika di PDAM Lamongan

Kegiatan Mahasiswa (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Program magang MBKM yang saya jalani ini di PDAM Lamongan yang berlokasi di Jl Raya Lamongan, Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. PDAM Tirta Lamongan adalah salah satu perusahaan daerah pengelola air bersih yang memanfaatkan air Sungai Bengawan Solo untuk dijadikan air baku. Magang yang saya jalani ini selama 4 bulan.

Sebelumnya perkenalkan saya Adinda Isabella Ramadhani Putri dengan NPM 23037010014 Program Studi Fisika, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dan dosen pembimbing saya, yaitu Bapak Reffany Choiru Rizkiarna, S.Si., M.Sc., dan pembimbing lapang Bapak Joni.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kegiatan magang saya dimulai pada pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Semua kegiatan yang saya lakukan selama magang adalah kegiatan lapangan dan belajar teori. Pada setiap 2 jam sekali saya melakukan pengujian jar test. Jar test merupakan proses pengujian laboratorium untuk menentukan dosis PAC (Polyaluminium Cloride) pada air baku.

Di PDAM Lamongan menggunakan PAC sebagai koagulan untuk menurunkan kekeruhan air. Selain itu, saya di sini juga belajar pengukuran kekeruhan air, pH air, dan warna air. Pengukuran yang saya pelajari menggunakan alat turbiditimeter untuk kekeruhan air, pH meter untuk pH air, dan Pt-Co untuk warna air.

Baca juga: Sistem Distribusi Air Bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)

Dalam kegiatan magang ini saya juga mempelajari proses filtrasi air yang menggunakan pasir silika sebagai media filtrasi. Berdasarkan kegiatan magang yang saya lakukan memiliki keterkaitan dengan teori-teori fisika. Seperti pada proses pengujian jar test berkaitan dengan konsep gaya tarik antar partikel yang menyebabkan partikel kecil bergabung membentuk flok yang lebih besar sehinggaa akan mengendap.

Selain itu, pengukuran kekeruhan air menggunakan turbiditimeter didasarkan pada prinsip hamburan cahaya (light scattering), di mana partikel tersuspensi dalam air akan menghamburkan cahaya yang dipancarkan oleh alat sehingga tingkat kekeruhan dapat diukur.

Peran PDAM sangat berkaitan dengan SDGs (Sustainable Development Goals) yang merupakan agenda global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan disepakati oleh 193 negara, termasuk Indonesia, pada tahun 2015 yang terdiri dari 17 tujuan. Pada PDAM berkaitan dengan beberapa SDGs, yaitu SDGs 3, SDGs 6, dan SDGs 11.

SDGs 3 bertujuan untuk Kehidupan Sehat dan Sejahtera berkaitan dengan PDAM untuk menyediakan air bersih yang aman digunakan setiap hari. Air yang telah melalui proses pengolahan membantu mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui air, seperti diare, infeksi kulit, dan gangguan pencernaan.

Dengan memastikan kualitas air tetap terjaga sebelum didistribusikan ke rumah-rumah masyarakat, PDAM turut mendukung upaya pencegahan penyakit sejak dari sumbernya. Melalui layanan yang konsisten dan terkontrol, PDAM berkontribusi langsung pada terciptanya masyarakat yang sehat dan sejahtera, sejalan dengan tujuan SDGs 3.

Untuk SDGs 6 dengan tujuan Air Bersih dan Sanitasi Layak, PDAM berperan penting dalam penggunaan air bersih bagi seluruh masyarakat. Setiap hari, air yang berasal dari sungai diolah melalui berbagai proses agar aman digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Proses tersebut tidak hanya memastikan air terlihat jernih, tetapi juga bebas dari kotoran dan mikroorganisme berbahaya. Upaya ini menjadi wujud nyata pelaksanaan SDGs di tingkat daerah, karena ketersediaan air bersih merupakan hal penting bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan, SDGs 11 bertujuan untuk Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan ketersediaan air bersih yang stabil menjadi salah satu syarat utama terciptanya lingkungan tempat tinggal yang layak dan nyaman.

Apabila tidak ada sistem distribusi air yang baik, pertumbuhan kawasan permukiman dapat menghadapi berbagai persoalan, mulai dari sanitasi yang buruk hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat. Melalui pengelolaan instalasi pengolahan air dan jaringan perpipaan yang terintegrasi, PDAM membantu memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara merata.

Layanan dari PDAM ini mendukung perkembangan wilayah yang lebih tertata, sehat, dan berdaya tahan terhadap tantangan lingkungan. Dengan demikian, keberadaan PDAM tidak hanya menyediakan air, tetapi juga memperkuat pembangunan kota dan permukiman yang lebih berkelanjutan sesuai dengan tujuan SDGs 11.

Melalui kegiatan magang ini, saya memperoleh pengalaman nyat yang memperkaya pemahaman akademik dengan praktik langsung di lapangan, melatih kedisiplinan, ketelitian, serta kemampuan analisis dalam pengujian kualitas air.

Di sisi lain, bagi mitra magang, kehadiran mahasiswa memberikan dukungan dalam kegiatan operasional sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri layanan publik.

Saya berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan PDAM dapat terus berlanjut sehingga mahasiswa dapat belajar secara langsung dari praktik, sementara mitra memperoleh kontribusi ide, semangat, dan perspektif baru demi peningkatan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.

 


Penulis: Adinda Isabella Ramadhani Putri
Mahasiswa Fisika, UPN Veteran Jawa Timur


Dosen Pengampu: Reffany Choiru Rizkiarna, S.Si., M.Sc.


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses