Bantul, 2 Agustus 2025 – KKN-PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta Kelompok 33 sukses menyelenggarakan kegiatan Psikoedukasi Pencegahan Pelecehan Seksual dan Pernikahan Dini yang berlangsung pada Sabtu malam, 2 Agustus 2025 pukul 19.00–20.30 WIB.
Bertempat di Balai Dusun Seropan 1, kegiatan ini diikuti oleh para remaja dusun dengan penuh antusias sebagai ikhtiar mewujudkan generasi muda yang berdaya, sadar hukum, dan mampu menjaga diri dari perilaku berisiko.
Acara diawali dengan pembukaan oleh moderator serta ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang berkenan hadir, disusul pengenalan narasumber dari tim KKN Kelompok 33 UMBY.
Memasuki inti kegiatan, materi pertama bertajuk “Pencegahan Pelecehan Seksual” dipaparkan oleh Dwi Putri Salsabila, Sancica Merta Sari, dan Zalfa Ashila Nasution.
Baca juga: Di Balik Dinding Kampus: Realita Kelam Pelecehan Seksual pada Mahasiswa
Pada sesi ini dijelaskan berbagai bentuk pelecehan seksual, dampaknya bagi korban, hingga langkah-langkah strategis dalam pencegahan, baik secara individu maupun peran keluarga dan masyarakat.
Selepas paparan materi, sesi tanya jawab dibuka dan peserta cukup aktif menjawab pertanyaan serta berbagi pengalaman seputar isu pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan sekitar.
Materi kedua mengenai “Pernikahan Dini” disampaikan oleh Putri Oryza Sativa Nasution, Septiani Wulandari, dan Arxyvory Amoury Putri.
Narasumber menekankan faktor penyebab tingginya angka pernikahan usia anak, dampak dari segi pendidikan, ekonomi, maupun kesehatan, hingga urgensi pencegahan melalui edukasi seksualitas dan perencanaan masa depan.
Sesi diskusi berlangsung hangat, didukung semangat kritis peserta dalam menggali informasi serta berbagi pandangan mengenai realita pernikahan dini. Untuk menambah semangat, panitia memberikan hadiah kepada dua peserta yang mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri.
Kegiatan ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan narasumber yang telah berkontribusi, serta dilanjutkan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kenangan kegiatan edukatif ini.
Baca juga: Pernikahan Dini: Perceraian dan Sebuah Realitas yang Menyeramkan
Melalui psikoedukasi ini, diharapkan remaja Dusun Seropan 1 semakin memahami pentingnya menjaga diri dari kekerasan seksual dan menunda pernikahan hingga benar-benar siap secara fisik, mental, sosial, serta ekonomi demi masa depan yang lebih cerah.
Kegiatan ini juga memberikan manfaat jangka panjang berupa peningkatan literasi seksualitas yang sehat, membangun kesadaran kritis remaja untuk berani berkata tidak terhadap segala bentuk kekerasan dan tekanan sosial, serta memperkuat kemampuan mereka dalam mengambil keputusan yang tepat di masa transisi menuju dewasa.
Dengan bekal pemahaman yang baik, remaja diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya untuk menciptakan ekosistem yang aman, suportif, dan berperspektif perlindungan anak.
Baca juga: Pengaruh Hubungan dalam Keluarga terhadap Kesehatan Mental Anak
Selain itu, kegiatan ini turut mendorong terbukanya ruang dialog antara remaja, keluarga, dan masyarakat terkait isu-isu sensitif yang selama ini dianggap tabu, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Penulis: Dwi Putri Salsabilla
Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Editor: Anita Said
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












