Limbah Minyak Jelantah
Tim KKN-PPM UGM Natar 2025 merupakan salah satu tim KKN dari Universitas Gadjah Mada yang berlokasi di Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
Putri Rohmawati, salah satu mahasiswa KKN-PPM UGM Natar melihat sebuah permasalahan di Desa Pemanggilan, yaitu limbah minyak jelantah yang terbuang sia-sia.
Mahasiswa ini melihat bahwa rata-rata dua liter minyak jelantah dari setiap rumah tangga terbuang ke lingkungan setiap minggunya.
Hal tersebut tentu menyebabkan pencemaran lingkungan.
Mahasiswa FISIPOL ini kemudian melihat peluang untuk mengubah limbah minyak jelantah menjadi barang bernilai guna dan jual yaitu lilin aromaterapi.
Ide ini berangkat dari tren lilin aromaterapi yang semakin meningkat, tetapi dengan harga yang cukup tinggi.

Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan pembuatan lilin aromaterapi, diharapkan dapat menekan biaya modal sehingga menjadikan harga lilin aromaterapi lebih terjangkau.
Oleh karena itu, terciptalah JELITA—Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi—sebagai salah satu program kerja dari tim KKN-PPM UGM Natar dengan tujuan mengolah limbah secara berkelanjutan dengan mengubahnya menjadi produk bernilai jual dan guna.
Baca Juga: Limbah Jeroan Ikan Dapat diubah Menjadi Pupuk Cair Organik (POC)
Pelatihan Pembuatan JELITA
Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juli 2025.
Berlokasi di Balai PKK Desa Pemanggilan, pelatihan ini dihadiri sekitar 30 ibu-ibu PKK di Desa Pemanggilan.
Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Pemanggilan agar memiliki kemampuan untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi sesuatu yang berguna dan dapat membuka peluang usaha.
Setiap tahapan pembuatan lilin aromaterapi didemonstrasikan oleh Putri, selaku penggagas dari program kerja JELITA.
Masing-masing dari ibu-ibu PKK juga mempraktikkan pembuatan lilin hingga memahami cara pembuatannya.
Ibu-Ibu PKK yang mengikuti pelatihan ini terlihat antusias dan senang dengan kegiatan pelatihan ini.

“Baru tau Mbak kalau minyak bekas bisa dibuat jadi lilin begini,” ucap salah satu ibu-ibu PKK.
“Ide bagus ini Mbak, minyak habis kita masak bisa diubah menjadi lilin aromaterapi,” kata Ibu Yuli selaku pengurus Perpustakaan Desa Pemanggilan.
Baca Juga: Pengaruh Aromaterapi Jahe (Zingiber Officinale) terhadap Mual Muntah Pasca Kemoterapi
Kegiatan pelatihan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan yang sangat baik dari ibu-ibu PKK Desa Pemanggilan.
Harapannya dari program kerja JELITA, limbah minyak jelantah dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat serta membuka peluang usaha yang dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa pemanggilan.
Penulis: Putri Rohmawati Rahayu
Mahasiswa Prodi Manajemen dan Kebijakan Publik, Universitas Gadjah Mada
Aktif Juga di KKN-PPM UGM Natar
Dosen Pengampu: Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












