Ketahanan Nasional

Ketahanan Nasional
Ketahanan Nasional. (Source: Pixabay.com)

Ketahanan Nasional merupakan peran seluruh Warga Negara Indonesia. Ketahanan Nasional harus dibina dan ditingkatkan secara berkala dan terus menerus guna keberlangsungan hidup masyarakat yang lebih terjamin.

Seluruh masyarakat bertanggungjawab dalam menghadapi dan mengatasi berbagai tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan yang datang dari luar maupun dari perseteruan bangsanya sendiri baik secara langsung maupun tidak langsung yang membahayakan integritas, identitas, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Sebagai agent of change, regenerasi agen perubahan harus sudah siap menghadapi tantangan diberbagai bidang seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

Bacaan Lainnya
DONASI

Tantangan yang dapat melemahkan pertahanan dan keamanan negara, antara lain sikap intoleransi masyarakat, sikap etnosentrisme yang menganggap budaya sendiri lebih unggul dibandingkan dengan budaya daerah lain, serta mudahnya masyarakat untuk dihasut.

Ancaman terhadap ketahanan nasional pasti akan datang menghampiri, dan selalu berubah. Ancaman itu tidak hanya dalam bentuk agresi militer dari negara lain, tetapi juga bisa berbentuk bencana alam, konflik antar etnis atau agama, penggunaan narkoba dan lain sebagainya.

Maka dari itu sangat penting untuk terus memahami konsep ketahanan nasional, membina dan mengembangkannya dalam kehidupan berbangsa serta bernegara.

Ketahanan nasional dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Contoh ketahanan nasional di antaranya:

  1. Penegakan hukum tanpa pandang bulu
  2. Keamanan lingkungan yang digerakkan secara swadaya
  3. Upaya melestarikan budaya lewat pawai baju daerah
  4. Menyumbang dan patungan untuk kegiatan sosial atau bagi orang yang kesusahan
  5. Tetap melaksanakan tradisi agar tidak punah ditelan zaman
  6. Mau mempelajari dan melestarikan berbagai budaya di Indonesia

Dalam jurnal Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila Bagi Masyarakat sebagai Modal Dasar Pertahanan Nasional NKRI (2016) karya Purwito Adi, ketahanan nasional memiliki tiga fungsi utama, yakni:

  1. Daya tangkal sebagai konsepsi penangkalan. Artinya ketahanan nasional berfungsi sebagai penangkal dari segala bentuk ancaman, gangguan ataupun hambatan terhadap integritas, identitas serta keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
  2. Ketahanan nasional sebagai pengarah. Artinya ketahanan nasional berfungsi untuk mengarahkan potensi kekuatan yang dimiliki Bangsa Indonesia dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan serta keamanan, untuk mencapai kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia.
  3. Pengarah dalam penyatuan pola pikir, pola tindak serta cara kerja yang intersektor serta multidisipliner, Hal ini bisa dicapai Bangsa Indonesia lewat kebijakan yang dibuat pemerintah dan menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, agar masyarakat dapat hidup adil dan makmur.

Hakikat Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional pada hakikatnya merupakan sesuatu konsepsi dalam pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan kemakmuran serta pertahanan dan keamanan dalam kehidupan nasional. Untuk dapat mencapai tujuan nasionalnya suatu bangsa harus mempunyai kekuatan, kemampuan, daya tahan, dan keuletan.

Inilah yang dinamakan ketahan nasional, dengan demikian jelasla bahwa katahanan nasional harus diwujudkan dengan mempergunakan baik pendekatan, kesejahteraan maupun pendekatan keamanan.

Kehidupan nasional tersebut diatas meliputi beberapa aspek, yang dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a. Aspek alamiah

Aspek alamiah yang disebut juga TRI GATRA meliputi letak geografis, keadaan dan kekayaan alam, keadaam dan kemampuan penduduk.

b. Aspek sosial

Aspek sosial disebut PANCA GATRA meliputi ideology, politik, ekonomi, sosial budaya, militer atau pertahanan.

Sifat Sifat Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional memiliki beberapa sifat yaitu:

1. Sifat Manunggal

Setiap bangsa yang berusaha mencapai cita-citanya tidak dapat lepas dari segenap aspek kehidupan nsionalnya, baik alamiah maupun yang sosial. Setiap aspek kehidupan tadi saling pengaruh-mempengaruhi dan saling berkaitan, sehingga dengan sendirinya terdapat hubungan interdependensi dan korelasi.

2. Sifat Mawas ke Dalam

ketahanan nasional terutama diarahkan kepada diri bangsa dan negara itu sendiri dengan tujuan mewujudkan hakekat dan sifat nasionalnya sendiri. Hal ini tidak berarti bahwa bangsa itu harus menutup atau mengisolasikan diri dari dunia luar, juga tidak berarti bahwa bangsa itu harus menjadi bangsa yang hanya mementingkan diri sendiri.

Jadi mawas kedalam merupakan kemampuan dan kesanggupan untuk terus-menerus meneliti kekuatan dan kemampuan dan sanggupan untuk terus menerus meneliti kekuatan dan kemampuannya yang konkrit selanjutnya bersedia/berusaha untuk menghilangkan atau setidak-tidaknya mengurangi kelemahan atau kerawanan memanfaatkan dan meningkatkan kekuatannya demi ketahanan nasionalnya.

Sifat mawas ke dalam ini harus dimiliki oleh seluruh bangsa itu terutama oleh pimpinan-pimpinannya baik pimpinan formal maupun informal

3. Sifat Berwibawa

ketahanan Nasional akan terwujud apabila suatu bangsa dapat mengembangkan semua unsur kekuatan nasionalnya yang mencakup aspek alamiah maupun sosial, menjadi suatu kesatuan yang bulat.

Ketahanan Nasional suatu bangsa yang mampu menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung akan dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara tersebut.

4. Sifat Berubah Menurut Waktu

Konsepsi ketahanan nasional adaah bersifat obyektif umum, maka secara teoritis konsepsi tersebut harus dapat diterapan dinegara manapun saja. Satu hal tidak boleh kitalupakan adalah bahwa faktor situasi dan kondisi negara yang bersangkutan adalah sangat menentukan dominan.

Situasi dunia internasional akan selalu berubah dan berkembang terus sesuai dengan kepentingan masing-masing negara berdasarkan  aspirasi nasionalnya masing-masing negara tersebut di dalam necapai tujuannya.

5. Sifat Tidak Membenarkan Sikap Adu Kekuasaan dan Kekuatan

Konsepsi ketahanan Nasional tidak bertujuan untuk menanamkan rasa permusuhan terhadap sesuatu negara ataupun sekelompok negara tertentu, serta tidak menyetujui konfrontasi dan dominasi dalam bentuk apapun.

Pada dasarnya, dengan konsepsi ketahanan nasional hendak dibina daya, kekuatan dan kemampuan sesuatu bangsa dan negara demi terjaminnya kemerdekaan, kesejahteraan Dan kebahagiaan serta keamanan bangsa dan negara itu sendiri.

Asas-Asas Ketahanan Nasional

Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasil, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Asas-asas tersebut adalah sebagai berikut (Lemhannas, 2000: 99 – 11)

a. Asas Kesejahteraan dan Keamanan

Di dalam kehidupan nasional berbangsa dan bernegara, unsur kesejahteraan dan keamanan ini biasanya menjadi tolak ukur bagi mantap/tidaknya ketahanan nasional. Aman dan tentramnya negara sudah menjadi suatu keberhasilan dari bela negara dan ketahanan nasional.

b. Asas Komprehensif/Menyeluruh Terpadu

Mengembangkan dan meningkatkan rasa memiliki yang berkaitan dalam bentuk persatuan dan perpaduan secara selaras, serasi, dan seimbang.

c. Asas Kekeluargaan

Asas ini bersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam hal hidup dengan asas kekeluargaan ini diakui adanya perbedaan, dan kenyataan real ini dikembangkan secara serasi dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari konflik yang bersifat merusak/destruktif.

Iqbal Abdul Kholik

Penulis: Iqbal Abdul Kholik
Mahasiswa Jurusan PJJ PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI