Membangun Karakter Nasionalis melalui Pendidikan Nilai dan Kesadaran Kewarganegaraan

Pendidikan Nilai dan Kesadaran Kewarganegaraan
Membangun Karakter Nasionalis melalui Pendidikan Nilai dan Kesadaran Kewarganegaraan.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan implementasi pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia di era globalisasi.

Pendidikan kewarganegaraan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, meningkatkan kesadaran bela negara, serta menumbuhkan sikap cinta tanah air dan tanggung jawab warga negara.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Melalui pemahaman terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara, pendidikan ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bermoral, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter Generasi Muda, Pembentukan Karakter, Nasionalisme, Era Globalisasi, Kesadaran Bela Negara.

Pendahuluan

Kewarganegaraan ialah kewenangan yang memungkinkan seluruh warga negara terlibat penuh dalam beragam struktur sosial, kehidupan politik dan budaya sehingga dapat mengembangkan ide-ide baru yang bisa menandu perkembangan bagi negara (Graham Murdock, 1994).

Dalam kaitannya dengan kewarganegaraan itu sendiri, termuat hubungan antara masyarakat dengan negara yang berbentuk hak dan kewajiban. Hal ini juga disebutkan dalam UUD NRI 1945 yang mengatur bahwa masyarakat Indonesia menikmati HAM yang dilindungi sepenuhnya oleh negara.

Sebagai imbalannya, seluruh warga negara Indonesia wajib menjunjung serta menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat 3 UUD NRI 1945 menyebutkan yakni salah satu kewajiban masyarakat Indonesia adalah ikut serta dalam membela negara.

Pendidikan kewarganegaraan merupakan suatu disiplin ilmu yang mengedepankan pada pengembangan warga negara yang mengenal dan bisa memenuhi hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang pandai, mahir, dan berkepribadian sebagaimana diatur dalam Pancasila dan UUD NRI 1945.

Pendidikan kewarganegaraan bermaksud untuk membenamkan moral kebangsaan dan rasa nasionalisme pada generasi muda. Pendidikan seperti ini menjadi tolak ukur saat menjalankan kewajiban kewarganegaraan dan mendapatkan hak demi mempertahankan kemuliaan dan harga diri bangsa.

Dengan pendidikan kewarganegaraan seperti ini dicanangkan generasi muda mempunyai wawasan yang bulat mengenai hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.

Melalui wawasan tersebut, masyarakat akan memberikan kontribusi yang bermakna secara damai dan bijaksana untuk menyelesaikan beragam permasalahan yang bersifat nasional, seperti kekerasan dan konflik di Indonesia. Menumbuhkan generasi muda yang memikul tanggung jawab pertahanan dan keamanan negara.

Rasa beban tanggung jawab tersebut akan terlihat pada keterlibatan aktif generasi muda dalam rangka pembangunan. Generasi muda mempunyai beban tanggung jawab untuk memfilter efek dari luar, mengangkat sisi positifnya, dan menentang poin-poin yang berseberangan dengan moral bangsa serta nilai luhur.

Baca Juga: Pembentukan Karakter dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan ialah guna mengembangkan pengetahuan juga kesadaran nasional, perilaku dan tindakan cinta tanah air dan budaya, pengetahuan nasional dan ketahanan negara generasi penerus negeri di masa depan.

Menumbuhkan warga negara yang memiliki rasa bela negara dilandasi oleh wawasan politik nasional dan kepekaan terhadap jati diri bangsa serta pembangunan moral dalam kehidupan berbangsa.

Tujuan lainnya ialah mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang bermoral, berkarakter, independen, kuat, profesional, bertanggung jawab, efisien, sehat jasmani dan rohani.

Peran generasi muda dalam memupukkan rasa nasionalisme sangat menentukan kemajuan dan perkembangan suatu bangsa. Untuk mempertahankan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, generasi muda adalah tongkat estafet perjuangan bangsa Indonesia.

Di dalam histori perjuangan nasional Indonesia telah terjadi gerakan reformasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor generasi muda di dalamnya.

Adanya semangat yang menggebu-gebu dalam jiwa generasi muda, idealisme yang tidak meminta imbalan apapun, dan demi cita-cita luhur semangat rela berkorban, bisa dikatakan generasi muda mempunyai potensi membawa perubahan ke sebuah negara.

Membangun negara yang dilanda berbagai krisis memerlukan kehadiran generasi muda yang berkualitas, yaitu kaum intelektual yang memiliki spiritualitas, kemampuan, moralitas yang tinggi, serta filosofi yang teruji.

Ikut serta dalam penyampaian ilmu pengetahuan secara aktif dan kreatif kepada seluruh lapisan masyarakat, ikut serta dalam mengatasi perpecahan bangsa dalam rangka memajukan persatuan dan kerukunan bangsa, ikut serta dalam pengentasan kemiskinan melalui doa dan kerja keras, menambah kualitas penduduk, menciptakan lapangan kerja atau kewirausahaan, dan turut serta aktif dalam pemberantasan budaya korupsi melalui pembenahan etika negara, pemulihan kehormatan, dan pengabdian yang bergengsi.

Oleh karena itu, penelitian ini mencari tahu apakah pembentukan karakter dan kesadaran bela negara dapat diwujudkan dengan adanya pendidikan kewarganegaraan.

Tujuan

Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis peran dan implementasi pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk karakter, menanamkan nasionalisme, serta menumbuhkan kesadaran bela negara pada generasi muda di era globalisasi.

Melalui kajian ini diharapkan dapat diketahui sejauh mana pendidikan kewarganegaraan mampu mencetak generasi muda yang berkepribadian sesuai nilai-nilai Pancasila, memiliki tanggung jawab sebagai warga negara, serta siap menghadapi tantangan zaman untuk turut serta aktif dalam pembangunan dan menjaga keutuhan NKRI.

Baca Juga: Peran Pramuka di Era Digital: Membentuk Karakter Tangguh di Tengah Arus Informasi

Pembahasan

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan

Beberapa ahli memberikan pandangan berbeda mengenai pengertian Pendidikan Kewarganegaraan. Menurut Azyumardi Azra, pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengkaji dan membahas tentang pemerintahan, konstitusi, lembaga-lembaga demokrasi, rule of law, hak asasi manusia, serta hak dan kewajiban warga negara dalam proses demokrasi.

Zamroni menyatakan bahwa pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat agar berpikir kritis dan bertindak secara demokratis.

Merphin Panjaitan menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan demokrasi yang bertujuan mendidik generasi muda menjadi warga negara yang demokratis dan berpartisipatif melalui proses pendidikan yang dialogal.

Sementara itu, Soedijarto mengartikan pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan politik yang bertujuan membantu peserta didik menjadi warga negara yang secara politik dewasa dan ikut berperan dalam membangun sistem politik yang demokratis (Budiutomo, T. W. 2013).

Nilai-Nilai dalam Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan menjadi suatu transformasi budaya dengan demikian sudah selayaknya pendidikan menjadi sentral utama dalam mempertahankan nilai-nilai kehidupan yang ideal serta mengembangkan kebudayaan yang menjadi jadi diri dan identias bangsa.

Mata pelajaran yang dominan memuat dan menyesuaikan dengan nilai-nilai kehidupan pada masyarakat lokal maupun nasional terdapat pada pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan.

Nilai-nilai utama pada karakter bangsa yang akan dikembangkan Indonesia yaitu, toleran terhadap seseorang yang beragama lain dalam melaksanakan ibadahnya. Cinta tanah air, semangat kebangsaan dan menghargai kebinnakaan.

Kerja keras, kreatif, disiplin, berani dan pembelajaran. Sikap dan tindakan yang mencerminkan semangat kerja sama dan bahu membahu (Toktok, T. 2018).

Peran PKN dalam Membentuk Karakter Generasi Muda

Peranan pendidikan kewarganegaraan adalah membina warga negara, khususnya generasi penerus yang baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan kewarganegaraan bagi generasi penerus sangat penting dalam rangka menumbuhkan kesadaran bela negara dan meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air.

Dikarenakan para generasi peneruslah yang akan menjadi para pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Dalam pendidikan kewarganegaraan, peserta didik (generasi penerus) senantiasa dibekali dengan hal-hal yang dapat meningkatkan rasa nasionalisme.

Pemahaman serta peningkatan sikap dan tingkah laku yang berdasar pada nilai-nilai Pancasila serta budaya bangsa merupakan hal yang diprioritaskan dalam pendidikan kewarganegaraan.

Sebagaimana tujuan utama pendidikan kewarganegaraan, hal itu semua guna menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para generasi penerus bangsa.

Melalui pendidikan kewarganegaraan, para generasi penerus bangsa Indonesia diharapkan mampu memahami, menganalisis, dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa, dan negaranya serta berkesinambungan dan konsisten dengan cita-cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam pembukaan UUD 1945 (Izma, T., & Kesuma, V. Y. 2019).

Baca Juga: Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Gaya Hidup Generasi Muda untuk Memperkuat Rasa Nasionalisme Kebangsaan

Tantangan dan Solusi dalam Pembelajaran PKN

Di era digital saat ini, pembelajaran PKN menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya minat siswa terhadap materi kewarganegaraan dan pengaruh budaya luar yang seringkali bertentangan dengan nilai-nilai nasional.

Selain itu, metode pembelajaran yang kurang interaktif juga dapat membuat siswa menganggap PKN sebagai mata pelajaran yang membosankan.

Untuk mengatasi hal tersebut, guru perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang kreatif dan kontekstual, misalnya dengan menggunakan media digital, studi kasus aktual, atau proyek berbasis nilai-nilai sosial.

Pemerintah juga diharapkan terus memperkuat kurikulum PKN agar lebih relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi muda.

Kesimpulan

Pendidikan kewarganegaraan memegang peran kunci dalam menanamkan jiwa nasionalisme dan semangat bela negara di kalangan generasi muda.

Dengan mempelajari nilai-nilai luhur Pancasila, memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air, para pelajar diajak untuk memaknai tanggung jawab mereka sebagai bagian dari Indonesia.

Harapannya, pemahaman ini tidak hanya berhenti di teori, tetapi juga terwujud dalam tindakan nyata sehari-hari yang dilandasi oleh moralitas, kedisiplinan, dan semangat gotong royong. Menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, pendekatan dalam mengajar pendidikan kewarganegaraan pun perlu diperbarui.

Penerapan metode pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan konteks kekinian menjadi suatu keharusan agar materi yang disampaikan tetap menarik dan relevan bagi siswa.

Pada akhirnya, tujuan dari semua ini adalah membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki karakter kuat dan jiwa nasionalis, tetapi juga siap ambil bagian dalam memajukan bangsa serta menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penulis: Choirun Nizam
Mahasiswa Tadris Biologi Universitas Islam Negri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Dosen Pengampu: Wisnu Hatami, M.Pd.

 

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Daftar Pustaka

Budiutomo, T. W. (2013 ). Pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk karakter bangsa. Academy Of Education Journal, 4(1).

Haspari, L. A., Kusuma, S., & Brata, W. A. P. Y. (2023). Peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk karakter dan kesadaran bela negara pada generasi muda untuk pembangun bangsa. Indigenous Knowledge, 2(4), 269-275.

Izma, T., & Kesuma, V. Y. (2019). Peran pendidikan dalam membangun karakter bangsa. Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan, 17(1), 84-92.

Toktok, T. (2018). Aktualisasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan kewarganegaraan sebagai peneguh karakter kebangsaan. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 8(2), 171-186.

 

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses