Kolaborasi Tim PBL Kesehatan Masyarakat Desa Wates UNIKAL dan Masyarakat dalam Mewujudkan Desa Sehat Menuju Indonesia Emas 2045 melalui Pemberdayaan Berbasis Siklus Hidup

Pemberdayaan kesehatan masyarakat melalui program mahasiswa dan warga Desa Wates

WOTOTUGGAL, BATANG – Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Pekalongan (UNIKAL) telah melaksanakan rangkaian kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) I dan PBL II di Desa Wates, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat pada Siklus Hidup Melalui Transformasi Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045” dengan pendekatan yang menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia.

PBL I difokuskan pada proses pengambilan data, identifikasi masalah, dan analisis kesehatan masyarakat. Sementara itu, PBL II menjadi tahap implementasi berbagai program intervensi yang disusun berdasarkan hasil diagnosis komunitas yang telah dilakukan sebelumnya.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI
Figure 1 Pengambilan Data

Pada tahap PBL I, tim mahasiswa melakukan pengumpulan data kesehatan masyarakat melalui survei, observasi lapangan, wawancara, serta pengkajian kondisi kesehatan berdasarkan pendekatan siklus hidup. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menentukan masalah kesehatan prioritas yang membutuhkan penanganan segera.

Hasil analisis menunjukkan beberapa permasalahan kesehatan yang cukup menonjol di Desa Wates. Pada kelompok balita, masih ditemukan kasus penyakit infeksi yang cukup tinggi, permasalahan gizi, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum optimal. Data menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar balita memiliki status gizi baik, masih ditemukan balita dengan gizi kurang, stunting, hingga overweight dan obesitas. Selain itu, sekitar 20,5% balita belum memperoleh imunisasi lengkap dan dalam enam bulan terakhir banyak balita mengalami demam, diare, dan batuk pilek.

Pada kelompok remaja, ditemukan bahwa masih terdapat remaja dengan pengetahuan kesehatan reproduksi yang belum optimal. Selain itu, ditemukan rendahnya kesadaran terhadap kesehatan mental, keselamatan berlalu lintas, serta adanya beberapa keluhan kesehatan reproduksi yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Sementara itu, pada kelompok ibu hamil ditemukan adanya risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK), anemia, dan obesitas yang berpotensi memengaruhi kesehatan ibu maupun janin. Pada kelompok lansia, masalah kesehatan yang dominan adalah penyakit tidak menular, khususnya rematik, yang berdampak terhadap aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup lansia. Selain itu, pengetahuan masyarakat terkait penyakit menular seperti HIV/AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan malaria masih tergolong rendah.

Berdasarkan hasil tersebut, mahasiswa bersama dosen pembimbing, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat menyusun berbagai program intervensi yang kemudian dilaksanakan pada PBL II.

Figure 2 Intervensi GlowBum

Sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu dan janin, tim PBL melaksanakan program GlowBum (Gizi Love of Woman Bumil). Kegiatan ini berupa penyuluhan tentang anemia pada ibu hamil, faktor risiko, dampak anemia selama kehamilan, pentingnya konsumsi tablet tambah darah, serta pemenuhan gizi seimbang selama masa kehamilan.

Kegiatan dilaksanakan bersamaan dengan kelas ibu hamil melalui metode penyuluhan dan diskusi interaktif. Melalui program ini, ibu hamil memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, pencegahan anemia, serta penerapan pola makan sehat guna mendukung tumbuh kembang janin secara optimal. Program ini berhasil menjangkau 9 ibu hamil dari target 20 peserta.

Pada kelompok balita, mahasiswa melaksanakan program GEMAS PMT (Gerakan Masyarakat Sadar Gizi melalui Pemberian Makanan Tambahan). Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan gizi seimbang menggunakan konsep Isi Piringku serta demonstrasi pembuatan dan pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal.

Sasaran kegiatan adalah ibu balita dan balita yang hadir di Posyandu Desa Wates. Melalui program ini, ibu balita diberikan pemahaman mengenai penyusunan menu sehat dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan anak. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terbukti dengan capaian peserta mencapai 95% dari target yang ditetapkan.

Selain itu, tim juga menyelenggarakan program Dokter Kecil, yaitu edukasi kesehatan yang menyasar anak-anak dan balita melalui metode yang menyenangkan dan interaktif.

Materi yang diberikan meliputi PHBS, cara menyikat gigi yang benar, serta pertolongan pertama sederhana pada kecelakaan (P3K).

Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi, simulasi, dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami materi dengan lebih mudah. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah kegiatan berlangsung.

Kelompok remaja menjadi salah satu fokus utama intervensi mengingat hasil analisis menunjukkan masih perlunya peningkatan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi, kesehatan mental, penyakit menular, dan keselamatan berlalu lintas.

Untuk itu, tim PBL melaksanakan program Puberty Play, Mental Care, penyuluhan ATM (AIDS/HIV, TBC, dan Malaria), serta edukasi keselamatan lalu lintas di SMA Negeri 1 Wonotunggal.

Figure 5 Intervensi Remaja di SMAN 1 Wonotunggal

Kegiatan dilakukan melalui presentasi interaktif, diskusi kelompok, permainan edukatif, serta penyusunan mind mapping sebagai media evaluasi pemahaman siswa.

Materi yang diberikan mencakup kesehatan reproduksi remaja, kesehatan mental, pencegahan HIV/AIDS, TBC, malaria, serta pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.

Sebanyak 86 siswa mengikuti kegiatan ini dengan partisipasi yang sangat aktif. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan perilaku hidup sehat, menjaga kesehatan mental, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pada kelompok lansia, mahasiswa melaksanakan program Energi Emas berupa senam lansia dan Manik Mania, yaitu kegiatan meronce manik-manik menjadi gelang sebagai bentuk stimulasi motorik halus. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Lansia Pos 5 Desa Wates dengan pendampingan mahasiswa dan kader kesehatan.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan aktivitas fisik dan kebugaran lansia, tetapi juga melatih koordinasi, konsentrasi, keterampilan motorik halus, serta memperkuat interaksi sosial antar lansia. Seluruh sasaran yang ditargetkan berhasil mengikuti kegiatan dengan tingkat partisipasi mencapai 100 persen.

Secara keseluruhan, seluruh program intervensi yang dilaksanakan pada PBL II menunjukkan hasil yang positif. Masyarakat dari berbagai kelompok usia menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam menjaga kesehatan.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran kader kesehatan, posyandu, serta partisipasi masyarakat dalam upaya peningkatan derajat kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Melalui PBL ini kami belajar bahwa permasalahan kesehatan masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya dengan teori di kelas. Kami harus turun langsung ke lapangan, mendengarkan kebutuhan masyarakat, melakukan analisis data, lalu merancang intervensi yang sesuai.

Melihat ibu hamil, remaja, balita, dan lansia antusias mengikuti kegiatan menjadi motivasi bagi kami bahwa edukasi kesehatan yang tepat sasaran dapat memberikan dampak positif.

Harapan kami, program yang telah dilaksanakan tidak berhenti setelah PBL selesai, tetapi dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat, kader kesehatan, dan pemerintah desa sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat Desa Wates yang sehat, mandiri, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.”- Perwakilan Tim PBL Desa Wates

Kegiatan PBL I dan PBL II ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendukung transformasi layanan kesehatan primer melalui pendekatan promotif, preventif, dan berbasis siklus hidup di Desa Wates.


Penulis:
1. Muhamad Hamdan
2. Nurul Aini
3. Gisya Ainnaya Azzahra
4. Masya Ismy Djenar Maesaayu
5. Mahda Ridhotul Aulia
6. Masitoh Muamalah
7. Afiska Alfera Febia El Syani
Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Pekalongan (UNIKAL)


Dosen Pembimbang: Ardiana Priharwanti, S.P., M.Kes.


Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses