Konten Politik Viral di TikTok Bisa Mengubah Opini? Ini Kata Gen Z

konten politik
Konten Politik Viral di TikTok Bisa Mengubah Opini? Ini Kata Gen Z. Sumber: MMI.

TikTok yang selama ini dikenal sebagai platform hiburan ternyata juga menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk memperoleh informasi politik. Di tengah maraknya konten politik yang muncul di FYP (For You Page), muncul pertanyaan menarik: apakah konten tersebut hanya sekadar lewat di beranda pengguna, atau benar-benar memengaruhi cara mereka memandang politik?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah pengguna TikTok terbesar di dunia. Berdasarkan laporan Statista yang dikutip Riyanto (2024), jumlah pengguna TikTok di Indonesia mencapai 157,6 juta pengguna pada Juli 2024. Sebagian besar pengguna platform ini berasal dari kalangan usia muda, khususnya Generasi Z. Survei Jakpat yang dipublikasikan GoodStats juga menunjukkan bahwa TikTok menjadi salah satu sumber informasi utama bagi Generasi Z (Rainer, 2024). Kondisi ini menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga menjadi ruang yang berpotensi memengaruhi cara generasi muda memperoleh dan memahami informasi, termasuk informasi politik.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

TikTok telah berkembang menjadi platform yang mampu memengaruhi sikap dan pandangan politik Generasi Z melalui konten yang disajikan secara menarik, singkat, dan mudah diakses. TikTok kini tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media informasi politik yang didukung oleh algoritma rekomendasi konten dan peran kreator digital dalam menyebarkan berbagai isu politik kepada pengguna muda.

Untuk melihat bagaimana fenomena tersebut terjadi pada Generasi Z, dilakukan survei terhadap 60 responden yang merupakan pengguna TikTok dan pernah melihat konten politik di platform tersebut. Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 86,7% responden setuju bahwa konten politik di TikTok membuat mereka lebih memperhatikan isu politik yang sedang ramai dibahas. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial kini menjadi salah satu pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal berbagai isu politik. Jika sebelumnya informasi politik lebih banyak diperoleh melalui berita atau diskusi formal, kini isu-isu tersebut dapat ditemukan dengan mudah melalui konten yang muncul di FYP.

Tidak hanya menarik perhatian, TikTok juga dinilai membantu responden memahami informasi politik. Seluruh responden (100%) menyatakan bahwa video politik di TikTok membantu mereka memahami isu politik yang sedang berkembang. Temuan ini mengindikasikan bahwa format video pendek yang sederhana dan mudah diakses membuat informasi politik terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bagi sebagian responden, cara penyampaian seperti ini dinilai lebih mudah dipahami dibandingkan informasi politik yang disajikan dalam bentuk yang lebih panjang dan formal.

Selain itu, sebanyak 75% responden menyatakan bahwa konten politik yang dikemas melalui video pendek, musik, atau efek visual tertentu lebih mudah memengaruhi pandangan mereka terhadap suatu isu politik. Hal ini menunjukkan bahwa cara penyampaian pesan memiliki peran yang tidak kalah penting dibandingkan isi pesan itu sendiri. Di era media sosial, informasi yang dikemas secara menarik cenderung lebih mudah mendapat perhatian sekaligus lebih mudah diingat oleh audiens.

Baca Juga: Politik Jadi Konten dan Peran Influencer dalam Membentuk Pilihan Publik

Pengaruh konten politik juga terlihat pada cara responden menilai tokoh atau peristiwa politik. Sebanyak 73,3% responden mengaku bahwa konten politik di TikTok memengaruhi pendapat mereka mengenai tokoh atau peristiwa politik tertentu. Angka ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana penyebaran informasi, tetapi juga menjadi ruang yang dapat membentuk penilaian dan opini terhadap berbagai isu yang sedang berkembang di masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan penelitian Simanullang et al. (2025) dalam penelitiannya yang berjudul ‘Peran Media Sosial Dalam Membentuk Opini Mahasiswa Universitas Negeri Medan Tentang Isu Politik Di Indonesia’ yang menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran penting dalam pembentukan opini politik generasi muda karena mampu menyediakan akses informasi yang cepat, luas, dan mudah dijangkau.

Menariknya, enam dari sepuluh responden atau sekitar 60% menyatakan pernah mengubah pendapat setelah melihat konten politik di TikTok. Meskipun perubahan pendapat tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor, temuan ini menunjukkan bahwa informasi yang diterima melalui media sosial dapat mendorong seseorang untuk mempertimbangkan kembali pandangan yang sebelumnya dimiliki. Dengan kata lain, konten politik di TikTok tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga berpotensi memicu proses refleksi dan evaluasi terhadap suatu isu.

Fenomena tersebut dapat dipahami melalui Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory) yang dikemukakan oleh Albert Bandura. Menurut teori ini, individu dapat belajar melalui proses mengamati lingkungan di sekitarnya. Apa yang sering dilihat dan diamati akan memengaruhi cara seseorang memahami suatu informasi serta membentuk sikap terhadapnya. Pada platform TikTok, berbagai konten politik yang muncul secara berulang melalui FYP memungkinkan pengguna memperoleh pengetahuan, memahami suatu isu, hingga membentuk opini tertentu terhadap isu politik yang sedang berkembang.

Baca Juga: Pengaruh TikTok terhadap Pembentukan Opini Politik Generasi Z: Analisis Algoritma dan Konten Viral di Kalangan Mahasiswa

Fenomena ini memperlihatkan bahwa politik kini hadir dengan cara yang berbeda. Jika dahulu informasi politik lebih banyak diperoleh melalui berita, koran, atau diskusi formal, kini sebuah video berdurasi kurang dari satu menit yang muncul di FYP dapat menjadi awal seseorang mengenal, memahami, hingga membentuk pandangan terhadap suatu isu politik. Bagi sebagian responden dalam survei ini, TikTok tidak lagi sekadar menjadi tempat mencari hiburan, tetapi juga menjadi salah satu ruang untuk memperoleh informasi dan mengikuti perkembangan isu yang sedang ramai diperbincangkan.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa TikTok memiliki peran yang cukup besar dalam membentuk perhatian, pemahaman, dan opini politik Generasi Z. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis dan kebiasaan melakukan verifikasi informasi menjadi semakin penting agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menilai kebenaran dan konteks dari informasi yang mereka terima melalui media sosial.


Penulis:
1. Zuyyin Choiriyyatun Felasuf
2. Ira Mutianing Sari

Mahasiswa Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK)


Dosen Pengampu: Dr. Mochamad Widjanarko, S.Psi., M.Si.


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses