Kota Lama Surabaya: Potongan Sejarah Kolonial yang Menjadi Destinasi Wisata

Kota Lama Surabaya
Sumber: Dokumentasi Penulis

Surabaya–tidak hanya dikenal sebagai kota metropolitan, tetapi juga memiliki sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri.

Salah satu kawasan yang menyimpan jejak sejarah itu adalah Kota Lama Surabaya.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Destinasi wisata ini menawarkan pengalaman unik bagi siapa saja yang ingin menyelami suasana tempo dulu dengan bangunan-bangunan berarsitektur kolonial yang masih berdiri megah hingga kini.

Ada 3 kawasan Kota Lama di Surabaya yang mewariskan toleransi keberagaman bagi masyarakat Surabaya, yakni Kawasan Eropa, Pecinan, dan Ampel.

Namun, di dalamnya diklaim memuat keberagaman budaya yang kental dengan nuansa Jawa, Cina, dan Arab.

Kawasan Eropa meliputi Jalan Kalimas, Jalan Veteran, Jalan Sikatan, Jalan Rajawali.

Baca Juga: Danau Sipin: Ketika Wisata Air Menyatu dengan Kearifan Lokal Jambi

Di sana terdapat bekas pemukiman dan perkantoran etnis Eropa di masa kolonial, serta keberadaan penjara Kalisosok peninggalan Belanda yang bangunannya masih ada hingga saat ini.

Beralih ke sisi timur Kota Lama, yakni kawasan Pecinan atau Kembang Jepun.

Kawasan Pecinan atau Kembang Jepun dahulunya adalah pusat permukiman dan perdagangan utama masyarakat Tionghoa di era kolonial.

Para pebisnis Tionghoa di Surabaya bermukim mendekati jalur sungai sebagai sarana transportasi utama yang menyokong perdagangan.

Pusat perdagangan itu terletak di Jalan Panggung yang mana di lokasi itu sejumlah ruko dan pergudangan milik para pebisnis Tionghoa di era kolonial berbatasan langsung dengan tepian Kalimas.

Satu lagi kawasan penting Kota Lama Surabaya adalah zona Arab atau kawasan Ampel.

Baca Juga: Jejak Filosofis Keberlanjutan pada Nilai Rekonstruksi dan Tata Ruang Inklusivitas Sejarah: Dalam Membaca Ulang Identitas Kawasan Kota Lama Surabaya

Kawasan ini memang terkenal dengan wisata religi Makam Sunan Ampel, salah satu dari Wali Songo penyebar Islam di Surabaya, yang dilengkapi dengan Masjid Ampel.

“Kota Lama Surabaya adalah saksi bisu perjalanan panjang sejarah kota ini. Kawasan ini dulunya merupakan pusat perdagangan penting sejak zaman kolonial. Kala itu, VOC, penguasa kota Surabaya membagi wilayah di sekitar Kali Mas menjadi dua memisahkan antara penduduk dari Eropa dan Asia non Pribumi. Masing-masing kemudian membangun wilayahnya dengan segala rupa bangunan sesuai dengan gaya arsitektur masing-masing. Hingga kini, banyak bangunan bersejarah yang masih kokoh dan menjadi daya tarik bagi wisatawan,” ujar mahasiswa yang sedang mempelajari tempat tersebut.

Gedung Internatio
Sumber: Wikipedia

Salah satu bangunan yang paling terkenal di Kota Lama Surabaya adalah Gedung Internatio.

Baca Juga: Rekomendasi Kedai Kopi Baru di Kota Lama

Bangunan yang berlokasi di Jalan Jayengrono ini dahulu merupakan kantor perdagangan internasional pada masa kolonial Belanda.

Jadi, Gedung Internatio ini awalnya digunakan sebagai kantor Internationale Crediet-en Handels-Vereeniging Rotterdam atau Perkumpulan Kredit dan Perdagangan Internasional Rotterdam yang menjadi kantor tempat pengelolaan perdagangan yang bertujuan untuk menarik investasi di Hindia Belanda.

“Bukan hanya sekadar bangunan tua, tetapi di setiap sudutnya menyimpan kisah yang menarik untuk ditelusuri,” kata seorang wisatawan yang sering berkeliling di kawasan ini.

Menurutnya, Kota Lama Surabaya bukanlah sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga bukti nyata bagaimana perkembangan kota ini dari masa ke masa.

Tak hanya menawarkan pemandangan bangunan tua, Kota Lama Surabaya juga menjadi pusat aktivitas kuliner dan fotografi.

Baca Juga: Wisata Religi Kampung Ampel, Destinasi Ziarah yang Tak Pernah Sepi

Setiap akhir pekan, kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan, mulai dari keluarga hingga komunitas fotografi.

“Kami sengaja datang ke sini karena suasana vintage-nya sangat Instagramable,” kata Naila, seorang pengunjung asal Pekalongan yang sedang berfoto di depan Gedung Internatio.

Spot fotografi yang sangat diminati para pengunjung–dinding-dinding tua dengan mural klasik menjadi latar belakang foto yang estetik.

Tidak berhenti sampai disitu saja, Kota Lama Surabaya sudah mengalami perkembangan.

Menurut pemerintah setempat, banyak bangunan tua yang terbengkalai, sehingga beberapa bangunan tua direnovasi dan dialihfungsikan menjadi kafe maupun restoran, tetapi tetap mempertahankan nuansa klasiknya.

Kafe dan restoran bergaya tema vintage, seperti Zerogram, Fifteenth, Saat Teduh Caffee, Kopi Sigan, Sweet 7, dan masih banyak lagi yang menjadi spot nongkrong bagi para anak muda di area Kota Lama Surabaya.

Baca Juga: Daya Tarik Wisata Pantai Pasia Tiku: Pesona Keindahan Alam Tanjung Mutiara Kabupaten Agam

Pemerintah kota juga terus berupaya menjaga dan merawat kawasan ini agar tetap menjadi destinasi unggulan.

Revitalisasi berbagai bangunan tua serta peningkatan fasilitas wisata dilakukan untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Dengan menjelajahi Kota Lama Surabaya memberikan pengalaman unik bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih dalam sejarah kota ini.

Dengan keindahan arsitektur klasik, cerita-cerita masa lalu yang menarik, serta suasana yang begitu khas, kawasan ini menjadi pilihan tepat bagi pecinta sejarah dan budaya.

Sebuah perjalanan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan lebih tentang bagaimana Surabaya berkembang dari masa ke masa.

 

Penulis: Priskilla Angelina Yohanes
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Dosen: Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses