Sleman, MMI – Perilaku bullying, baik di kehidupan sehari-hari maupun di media sosial, kian marak terjadi dan memerlukan perhatian serius sejak dini.
Merespons fenomena tersebut, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Multimedia (FIKOMM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Bullying bikin Hebat? Yakin?” pada Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Markas Kagem Jogja, Sardonoharjo, Sleman ini merupakan bagian dari luaran mata kuliah Kapita Selekta Komunikasi yang diampu oleh Dr. Rila Setyaningsih, S.Kom.I., M.S.I.
Kegiatan ini dihadiri oleh 26 anak-anak Kagem Jogja dengan tujuan tidak hanya pada memberikan pemahaman, tetapi mengubah perilaku.
Berdasarkan hasil melalui pre-test dan post-test, pengetahuan anak-anak mengenai bullying sebenarnya sudah cukup tinggi di awal, dengan mencatatkan kenaikan kelulusan materi sebesar 5%.
Namun, tantangan terbesar yang ditemukan di lapangan adalah relasi antara pengetahuan dan tindakan sehari-hari, di mana beberapa anak secara tidak sadar masih sering mem-bully temannya.
Oleh karena itu, para mahasiswa UMBY mengemas program ini melalui metode interaktif dan menyentuh aspek emosional. Pada sesi materi, anak-anak diajak bercerita mengenai pengalaman mereka.
Suasana harus sempat menyelimuti ruangan ketika salah satu anak dengan berani mengakui kesalahan masa lalunya yang pernah melakukan bullying, lalu secara langsung meminta maaf kepada teman yang pernah dirundungnya.
Mauli, salah satu pengajar di Kagem Jogja, mengapresiasi metode interaktif para mahasiswa. “Kegiatan ini sangat seru karena melibatkan anak-anak secara langsung. Kami berharap edukasi ini menyadarkan mereka bahwa tindakan yang dianggap iseng bisa jadi adalah bullying, sehingga ke depan mereka bisa saling menghargai,” ungkap Mauli.
Selain pemaparan materi, edukasi ini juga diperkuat melalui dua games edukatif bagi anak-anak. Games pertama adalah “Bisik Kata Berantai” yang menggunakan kalimat-kalimat pemantik anti-perundungan seperti “Bully itu berbahaya”, “Stop perundungan sekarang”, dan “Hormati perbedaan kita”.
Sementara games kedua menantang anak-anak untuk merangkai huruf menjadi kata-kata bermakna positif, seperti “Teman”, “Bantu”, dan “Damai”.
Kebahagiaan dan perubahan cara pandang juga dirasakan langsung oleh para peserta yang mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir. Ara, salah satu anak yang menjadi peserta dalam kegiatan ini, mengaku sangat menikmati seluruh rangkaian acara yang dihadirkan oleh para mahasiswa.
“Kesannya seru banget jadi kita semua happy. Kakak-kakak UMBY juga seru-seru. Semoga sukses terus untuk kakak-kakaknya,” tutur Ara.
Melalui program ini, mahasiswa FIKOMM UMBY berharap dapat menanamkan benih nilai-nilai empati sejak dini, sehingga anak-anak di Kagem Jogja dapat tumbuh di lingkungan yang saling mendukung, saling menghargai, dan bebas dari segala bentuk bullying.
Penulis:
1. Vincent Gerrard Emmanuel
2. Marcellino Adjie
3. Diva Listiani
4. Selvi Damayanti
5. Yechdea Ventolia Mays Gunawan
6. Andika Saputra
Mahasiswa Ilmu Komunikasi & Multimedia Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Dosen Pengampu: Dr. Rila Setyaningsih, S.Kom.I., M.S.I.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













