Pada tanggal 13-15 Desember 2025, mahasiswa Psikologi Universitas Jambi angkatan 2023 melaksanakan kegiatan UPGRADING 2025 di Balai Pelatihan Pertanian Jambi.
Mahasiswa Psikologi menggelar kegiatan SIGAP (Sesi Interaktif Guna Analisis Pemikiran) dan Menara Logika sebagai upaya meningkatkan kemampuan critical thinking peserta melalui rangkaian kegiatan edukatif dan interaktif.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif peserta melalui diskusi, studi kasus, hingga permainan berbasis logika.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh Aulia Azzahra Ibrahim sebagai moderator. Acara dibuka dengan salam dan sapaan hangat kepada peserta untuk membangun suasana yang kondusif.
Moderator kemudian melakukan apersepsi melalui beberapa pertanyaan pemantik guna menggali pengetahuan awal peserta mengenai critical thinking sebelum materi inti disampaikan.
Setelah itu, pemateri diperkenalkan kepada peserta dengan membacakan riwayat singkat, dilanjutkan dengan pengarahan pengisian pre-test melalui Google Form sebagai pengukuran awal pemahaman peserta.
Baca Juga: Masih Zaman Kena Tipu Digital? Saatnya Upgrade ‘Software’ Otak dengan Logika
Sesi pemaparan materi disampaikan oleh Ibu Lulu Fakhrunnisa, S.Hum., M.A., dosen Universitas Baiturrahim yang mengampu mata kuliah Sastra dan Bahasa.
Materi disampaikan secara sistematis dengan bantuan media presentasi yang telah disiapkan panitia.
Selama penyampaian materi, pemateri secara aktif melibatkan peserta melalui kegiatan membaca slide, menjawab pertanyaan, serta menyampaikan pendapat.
Interaksi dua arah ini membuat suasana kegiatan menjadi lebih hidup dan mendorong peserta untuk berpikir kritis terhadap materi yang dibahas.
Antusiasme peserta semakin terlihat pada sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Banyak peserta yang secara aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan pemateri, menunjukkan ketertarikan serta keterlibatan yang tinggi terhadap materi critical thinking.
Memasuki sesi penutupan, peserta diarahkan untuk mengisi post-test melalui Google Form sebagai bentuk evaluasi akhir pemahaman materi.
Moderator kemudian menyimpulkan keseluruhan kegiatan, sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemateri dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif.
Baca Juga: Pentingnya Logika dan Berpikir Kritis di Era Media Sosial
Selain pemaparan materi, kegiatan SIGAP juga menghadirkan sesi studi kasus yang dilakukan secara klasikal.
Pada sesi ini, peserta dibagi ke dalam beberapa gugus, khususnya Gugus 1, 2, dan 3, yang dipandu oleh Putri Zahra Aisyah dan Fatia Risya Nursyifa sebagai PIC.
Setiap gugus diberikan sebuah jurnal mengenai coping stress untuk dianalisis dan menjawab beberapa pertanyaan yang telah disediakan.
Jawaban dituliskan langsung pada media karton dengan menekankan unsur kreativitas, sekaligus melatih kemampuan analisis dan kerja sama kelompok.
Gugus yang berhasil menyelesaikan tugas paling cepat diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
Berdasarkan pelaksanaan kegiatan, Gugus 3 menjadi kelompok tercepat dan memaparkan hasil analisisnya di hadapan peserta lain.
Setelah presentasi, PIC bersama peserta mendiskusikan jawaban dari setiap pertanyaan guna memperdalam pemahaman dan memberikan insight baru.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh gugus mendapatkan stiker, serta diberikan lembar evaluasi untuk menilai jalannya sesi studi kasus.
Baca Juga: Logika Bocor ‘Warisan Stunting’: Inovasi Mahasiswa Membongkar Sabotase SDGs
Kegiatan ditutup dengan sesi permainan Menara Logika, yang dipandu oleh Endrina Juwita Zahra, Desiana Misgi Suryani, M. Ravi Diponegoro, M. Asif Rashyad dan Wulan Pratiwi.
Permainan ini mengajak peserta menganalisis studi kasus dengan menentukan akar masalah, inti masalah, dan solusi yang tepat melalui pemilihan balok petunjuk.
Suasana semakin meriah ketika setiap gugus menampilkan yel-yel dan jargon sebelum permainan dimulai.
Di akhir sesi, gugus dengan poin tertinggi dan waktu tercepat diumumkan sebagai pemenang dan mendapatkan stiker apresiasi, sebelum peserta mengisi lembar penilaian sebagai penutup kegiatan.
Selain melatih logika berpikir, permainan ini juga memperkuat kerja sama dan sportivitas antar peserta.
Melalui kegiatan SIGAP dan Menara Logika, peserta tidak hanya memahami konsep critical thinking secara teoritis, tetapi juga menerapkannya secara langsung melalui diskusi dan permainan edukatif.
Penulis:
1. Putri Zahra Aisyah
2. M. Asif Rasyhad
3. Endrina Juwita Zahra
4. Fatia Risya Nursyifa
5. Aulia Azzahra Ibrahim
6. Desiana Misgi Suryani
7. Wulan Pratiwi
8. M. Ravi Diponegoro
Mahasiswa Universitas Jambi
Dosen Pengampu: Nurul Hafizah, M.Psi., Psikolog.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












