Terapi Fisik pada Anak Berkebutuhan Khusus: Meningkatkan Kemampuan Gerak (Motorik)

Anak Berkebutuhan Khusus
Ilustrasi Aktivitas Anak (Sumber: MMI)

Pertumbuhan dan perkembangan seorang anak yang sempurna merupakan dambaan setiap orang tua pada umumnya. Anak yang sehat, cerdas dan energik sebuah kesempurnaan yang diharapkan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, agar mencapai hal tersebut diperlukan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi salah satunya faktor gen atau keturunan.

Setiap anak pasti memiliki potensi untuk berkembang, tetapi tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama. Anak berkebutuhan khusus memiliki tantangan dalam meningkatkan kemampuan geraknya.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Sehingga, ketika mereka beraktivitas sehari-hari, lebih sulit dibandingkan dengan anak lainnya. Karena itu, diperlukanlah upaya pada intervensi yang baik agar mereka dapat meningkatkan atau mengembangkan kepercayaan diri, kemandirian dan kualitas hidup yang lebih baik.

Masalah utama pada anak berkebutuhan khusus adalah gangguan koordinasi saraf dan otot, karena dapat menghambat pergerakan tubuh secara tepat.

Anak yang sering kesulitan untuk menjaga keseimbangan dan mengontrol pergerakan tangan kakinya adalah anak dengan kondisi Autism Spectrum Disorder (ASD), Down syndrome, Cerebral palsy, Developmental Coordination Disorder (DCD) maupun Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Sangat terlihat jelas bahwa dampak pada gangguan ini disaat mereka mencoba untuk berpartisipasi dalam kegiatan sehari-harinya, baik itu di rumah, di sekolah maupun saat mereka bermain. Keterampilan motorik anak berkembang sejalan dengan tingkat kematangan koordinasi antara saraf dan otot.

Perkembangan tersebut dominan berkembang pada saat usia lima tahun pertama. Sesederhana apapun bentuk interaksi yang dilakukan anak adalah bentuk interaksi komplek yang merupakan dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.

Terapi fisik adalah salah satu solusi yang efektif untuk mengatasi keterbatasan motorik pada anak berkebutuhan khusus. Terapi fisik adalah metode efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik anak berkebutuhan khusus melalui stimulasi saraf dan otot.

Keberhasilan terapinya bergantung pada konsistensi latihan, dukungan keluarga, serta kerja sama antara terapis, guru, dan orang tua. Dengan pendekatan yang tepat, anak dapat mengontrol gerakan tubuh dengan lebih baik, meningkatkan kemandirian, dan merasa lebih lebih percaya diri dalam aktivitas hari-hari.

Berbagai penelitian menunjukkan efektivitas terapi fisik dalam meningkatkan kemampuan motorik anak berkebutuhan khusus. Penelitian oleh Sefriyanti, dkk. (2022) berjudul Analisis Hambatan Perkembangan Motorik pada Anak Berkebutuhan Khusus (Kajian pada Perspektif Psikologi dan Neurologi).

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisa hambatan perkembangan motorik pada anak berkebutuhan khusus perspektif neurologi dan psikologi. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan memberikan pertanyaan terbuka kepada orang tua untuk mengetahui hambatan perkembangan motorik anak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan perkembangan yang dialami oleh anak tidak hanya perkembangan motoriknya saja, akan tetapi anak mengalami hambatan perkembangan lebih dari satu aspek atau yang disebut Global Delay Development (GDD) yang disebabkan oleh virus TORCH, sehingga anak mengalami kelainan perkembangan otak yaitu Brain Atrophy dan kelainan Spasme Infantil varian dari epilepsi, maka anak mengalami beberapa hambatan perkembangan seperti bahasa, kognitif, dan sosial atau kemampuan berinteraksi dengan lingkungan.

Baca juga: Mengapa Perkembangan Fisik Motorik Anak Itu Sangat Penting?

Pengalaman nyata juga menunjukkan efektivitas terapi fisik pada anak berkebutuhan khusus. Misalnya, seorang anak dengan kondisi down syndrome yang mengikuti terapi fisik rutin selama beberapa bulan menunjukkan peningkatan di kemampuan motorik, seperti berjalan lebih stabil, dapat memegang benda dengan lebih baik, dan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Selain itu, anak menjadi lebih percaya diri dan lebih aktif berinteraksi dengan teman sebaya maupun anggota keluarga. Observasi ini menegaskan bahwa penerapan Latihan fisik yang konsisten dan didukung oleh lingkungan yang mendukung dapat membawa perubahan nyata dalam perkembangan motorik dan kemandirian pada anak.

Dampak terapi fisik ternyata cukup besar bagi anak berkebutuhan khusus. Apabila Latihan dilakukan secara rutin dan didukung oleh keluarga serta terapis yang kompeten, kemampuan motorik anak bidsa meningkat, motivasi mereka lebih tinggi, dan fasilitas yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik.

Tetapi apabila terapinya tidak konsisten atau dilakukan oleh terapis yang kurang berpengalamn, maka perkembangan motorik pada anak bisa terhambat, bahkan ada resiko celaka. Jadi, penting agar terapi tetap dijalankan dengan konsisten dan terarah supaya hasilnya lebih maksimal.

Secara keseluruhan, untuk mengetahui hambatan perkembangan yang dialami anak sebagai orang tua harus mampu mengetahui diagnosa awal sehingga dalam proses stimulasi perkembangan tepat sasaran sesuai apa yang dibutuhkan dalam tahap perkembangan anak.

Proses tumbuh kembang anak sejalan dengan perkembangan usianya, jika usia anak semakin bertambah dan kemampuannya belum berkembang, maka orang tua harus dapat memahami dan menindaklanjuti kelainan perkembangan yang dialaminya.

Terapi fisk yang tepat dan terstruktur, didukung oleh lingkungan yang kondusif, terbukti mampu meningkatkan kemampuan motorik, kemandirian, serta kualitas hidup. Dengan Latihan yang konsisten dan dukungan keluarga, guru, serta terapis, anak menjadi percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan mampu mengembangkan potensi mereka secara optimal.

 

Referensi

Amanati, S., Purnomo, D., Abidin, Z., & Wibisono, I. (2018). Pengaruh Terapi Latihan Pada Developmental Delay. Jurnal Fisioterapi Dan Rehabilitasi, 2(1).

Anandita, A. C., & Marini, G. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Motorik Kasar pada Anak Toddler. Surabaya. Astuti, E. Y., Sari, D. Y., & Saloko Angger. (2019).

Implementasi metode deteksi dini tumbuh kembang dalam identifikasi anak berkebutuhan khusus usia dini. V(2).

Atmaja, J. R. (2017). Pendidikan dan Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

 


Penulis: Rafidah Wati
Mahasiswa Fisioterapi, Universitas Muhammadiyah Malang


Dosen Pengampu: Lailatul Fitriah, M.Pd


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses