Manajemen Pengelolaan Pesantren

Pengelolaan Pesantren

Pendidikan merupakan suatu hal yang amat penting bagi manusia khususnya di Indonesia. Dengan adanya pendidikan membuat manusia dari yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Pendidikan juga mampu mengangkat status sosial seseorang menjadi lebih dihargai dan dihormati diantara masyarakat.

Salah satu yang menjadi sistem pendidikan tertua yang ada di Indonesia adalah pesantren. Pesantren merupakan instansi atau suatu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan yang terbukti sudah ada sejak lama.

Baca juga: Benarkah Sistem Pendidikan Pesantren dan Sistem Pendidikan Modern Sinkron?

Bacaan Lainnya
DONASI

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh pesantren adalah mampu menciptakan anak didik yang lebih religius, mandiri dan tidak bergantung pada apapun dan siapapun. Salah satu yang membuat pesantren tetap eksis dan bertahan hingga saat ini adalah dikarenakan sistem manajemen pendidikan yang terus menerus dikembangkan.

Terdapat lima elemen penting yang paling dasar dan selalu menjadi ciri khas dalam suatu pesantren, yaitu ustadz atau kyai (guru), santri (murid), pondok, masjid dan pembelajaran kitab-kitab Islam baik itu kitab klasik (kitab kuning) maupun yang lainnya.

Baca juga: Aspek Kepemimpinan Pesantren

Pembelajaran kitab-kitab Islam dalam pesantren merupakan suatu hal yang sangat lumrah. Kitab-kitab Islam klasik atau dikenal dengan nama kitab kuning bukanlah merupakan hal yang asing bagi para santri yang berada di dalam pesantren tersebut.

Setiap pesantren tentunya memiliki bentuk struktur organisasi tersendiri dan tidak sama dengan instansi lainnya. Manajamen pengelolaan pesantren harus memiliki karakteristik yang kuat utamanya dalam melahirkan output dan input yang ada di dalamnya.

Baca juga: Pesantren Sejak Dini? Nggak Salah?

Salah satu yang menjadi bagian terpenting dalam manajemen pengelolaan pesantren adalah berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Dengan pengelolaan keuangan yang bagus dan juga terkendali maka kehidupan pesantren akan menjadi solid, mandiri dan benar-benar kokoh sebagaimana yang diharapkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan pengololaan keuangan, di antaranya adalah:

  1. Membuat laporan keuangan pada setiap akhir tahun;
  2. Memberikan lampiran pada setiap laporan;
  3. Menyertakan bukti atau kwitansi dalam laporan;
  4. Menyertakan neraca keuangan sebagai pertanggung jawaban untuk diperiksa oleh pihak penanggung jawab dari pengurus pesantren.

Penulis: Alwardi
Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam IAI DDI Sidrap

Editor: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI