Memanfaatkan Sinar Matahari di Atas Air: Potensi PLTS Terapung untuk Indonesia

PLTS Terapung
Ilustrasi PLTS Terapung (Sumber: Penulis)

Indonesia, negara kepulauan tropis dengan paparan sinar matahari rata-rata 12 jam per hari, memiliki potensi besar untuk energi surya. Namun, keterbatasan lahan sering menjadi kendala dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terestrial. Teknologi inovatif berupa PLTS terapung hadir sebagai solusi yang menjanjikan.

PLTS terapung memungkinkan panel surya dipasang di atas badan air tawar maupun air asin, seperti waduk, danau, hingga laut dangkal. Panel surya disusun membentuk platform terapung yang kokoh, tertambat dengan aman ke struktur penyangga yang mengapung.

Dibandingkan PLTS terestrial, PLTS terapung menawarkan beberapa keunggulan:

Bacaan Lainnya
DONASI
  1. Efisiensi Lahan: PLTS terapung dapat memanfaatkan hamparan air yang luas dan tidak produktif, sehingga menghemat lahan berharga untuk pertanian, pemukiman, atau konservasi.
  2. Peningkatan Efisiensi Energi: Air di bawah panel surya bertindak sebagai pendingin alami, menjaga suhu panel tetap optimal dan meningkatkan produksi listrik.
  3. Minimisasi Dampak Lingkungan: PLTS terapung tidak memerlukan penggusuran lahan atau perusakan hutan, sehingga lebih ramah lingkungan.
  4. Pemanfaatan Sumber Daya Air: PLTS terapung berpotensi mengurangi penguapan air di waduk dan danau, serta berpotensi meningkatkan kualitas air dengan menghalangi pertumbuhan alga.

Meskipun menjanjikan, pengembangan PLTS terapung juga menghadapi tantangan:

  1. Biaya Awal Tinggi: Konstruksi struktur penyangga yang kokoh dan tahan terhadap kondisi perairan tentu membutuhkan investasi yang lebih besar dibandingkan PLTS terestrial.
  2. Kompleksitas Perawatan: PLTS terapung membutuhkan inspeksi dan pembersihan panel surya secara berkala, serta perawatan struktur penyangga yang terendam air.
  3. Dampak Biota Air: Studi lingkungan yang komprehensif diperlukan untuk memastikan bahwa PLTS terapung tidak mengganggu habitat dan jalur migrasi biota air.

Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan PLTS terapung. Keberadaan waduk, danau, dan laut dangkal yang melimpah menawarkan peluang pemanfaatan energi surya secara optimal.

Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmennya terhadap energi terbarukan, terbukti dengan diresmikannya PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 Mega Watt peak (MWp) pada tahun 2023, yang menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, investasi sektor swasta, dan inovasi teknologi, PLTS terapung berpotensi menjadi solusi efektif untuk mengatasi krisis energi dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

 

Penulis: Arif Vian Ramadhani
Mahasiswa Teknik Elektro, Universitas Airlangga

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi  

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI