Bekasi seringkali hanya kita kenal sebagai kota industri padat yang berfungsi sebagai penyangga ibu kota. Namun anggapan ini mengaburkan keindahan sesungguhnya, yaitu permadani indah yang dibuat dari masyarakat dan budaya yang berbeda.
Bekasi merupakan pusat peradaban yang berkembang pesat, tempat warisan masa lalu bertemu dengan modernitas secara dinamis. Menemukan aspek sosial dan sejarah kota ini akan membantu kita mengubahnya dari sekedar “kota panas” menjadi pusat budaya yang menarik, mendidik, dan memotivasi.
Budaya Akulturasi Dinamis
Akulturasi budaya yang kuat menghasilkan budaya Bekasi yang bercirikan perpaduan dua suku besar: Sunda dan Betawi Ora (Betawi Pinggiran).
Tradisi kreatif yang paling menonjol antara lain adalah Tari Topeng Bekasi yang lincah, drama unik Wayang Kulit Betawi Bekasi, dan teknik tarung Ujungan yang mengedepankan kelincahan filosofis. Selain memberikan hiburan, kesenian ini juga berfungsi sebagai wahana sejarah lokal dan pelajaran moral.
Masyarakat Multietnis dan Sangat Plural
Jumlah penduduk di Kota Bekasi cukup beragam. Karena pesatnya pertumbuhan kawasan industri dan real estate, Bekasi menjadi tujuan utama para pendatang dari Jawa, Sumatra, dan Indonesia Timur, selain masyarakat asli Betawi Ora dan Sunda yang tersebar di pinggiran kota dan desa-desa kuno.
Bekasi merupakan salah satu kota yang paling aktif secara sosial karena keberagamannya yang menumbuhkan etos kerja yang kuat dan semangat toleransi yang besar.
Dari Tarumanegara hingga Era Urbanisasi
Ditemukannya prasasti kuno menandakan bahwa peradaban Bekasi sudah ada sejak Kerajaan Tarumanegara (abad ke-4 Masehi). Sejak era kolonial, gaya budaya unik yang mengandung unsur Betawi dan Sunda yang signifikan mulai mendapat perhatian, khususnya di pinggiran Batavia.
Bekasi menjadi wilayah metropolitan pada tahun 1980an, menandai puncak urbanisasi dan perubahan budaya kontemporer. Perayaan adat, hari besar Islam (seperti Nyangku atau Muludan), dan perayaan kemerdekaan merupakan kesempatan yang umum untuk pertunjukan kesenian tradisional.
Baca Juga: Keindahan dan Kekayaan Budaya dalam Batik Indonesia
Pusat Industri dan Kantong Kebudayaan
Baik di wilayah Bekasi Utara (Babelan dan Tarumajaya) maupun di sejumlah desa adat di Kabupaten Bekasi (Cikarang dan Tambun), budaya tradisionalnya masih cukup kuat dan kokoh.
Sementara itu, pusat kota Bekasi, dengan pusat perbelanjaan dan lingkungan kontemporernya, telah menjadi episentrum kehidupan perkotaan dan budaya pop. Kesenjangan regional ini menunjukkan bagaimana masyarakat berjuang mempertahankan nilai-nilai tradisional dalam menghadapi kemajuan.
Melestarikan Identitas di Tengah Globalisasi
Pelestarian budaya Bekasi sangat penting karena merupakan dasar identitas yang membedakan daerah tersebut dengan daerah lain. Di tengah membanjirnya informasi dan budaya global, tradisi lokal menjadi benteng nilai-nilai luhur seperti kemasyarakatan (kebersamaan), gotong royong, dan menghargai lingkungan.
Melalui pelestarian, sejarah lokal dapat diwariskan dan memberikan rasa identitas yang kuat kepada generasi mendatang.
Inovasi dan Adaptasi di Komunitas
Pelestarian di Bekasi dilakukan melalui beberapa jalur. Melalui penerapan Muatan Lokal (Mulok) di sekolah dan revitalisasi lansia, Pemerintah daerah memberikan dukungan.
Di sisi lain, komunitas anak muda memainkan peran penting dalam memanfaatkan kesenian tradisional (misalnya menciptakan koreografi baru untuk Tari Topeng) agar lebih menarik bagi generasi milenial dan mengubahnya menjadi konten digital. Pendekatan adaptif ini memastikan bahwa cara hidup tidak berkurang melainkan diubah.
Inspirasi dari Semangat Adaptasi Masyarakat
Penduduk Bekasi adalah sumber inspirasi yang luar biasa dalam hal ketekunan dan fleksibilitas. Meski menghadapi tantangan sosial dan ekonomi sebagai kota industri, mereka mampu hidup berdampingan secara damai dan menjaga kerukunan antaretnis dan antaragama.
Contoh ini menunjukkan bahwa tradisi tidak perlu hilang dalam proses pembangunan. Sebaliknya, rasa identitas budaya yang kuat menjadi landasan bagi perkembangan masyarakat dan kemampuan bersaing dalam skala yang lebih besar. Keberagaman adalah kekuatan, bukan perpecahan, menurut Bekasi.
Baca Juga: Festival Komukino Kesepuluh Jateng Bungah Tampilkan Kekayaan Budaya Jawa Tengah
Pemikiran Akhir dan Kesimpulan
Bekasi adalah contoh nyata kota yang berkembang pesat tanpa melupakan akarnya. Kemampuannya memadukan musik gamelan Betawi dengan pembuatan kemacetan lalu lintas menjadi bukti uletnya masyarakat Indonesia.
Semangat masyarakat Bekasi yang inklusif, tekun, dan teguh berkomitmen terhadap warisan persatuan adalah aset terbesarnya dibandingkan kuantitas industrinya.
Kesimpulannya, inilah saatnya memandang Kota Bekasi dengan cara yang lebih dari sekadar klise. Ini adalah permata budaya yang belum ditemukan. Kami berkontribusi untuk melestarikan karakter kota dan menginspirasi generasi masa depan dengan mengakui dan menghargai masa lalu mereka.
Penulis: Nafila Hafizha
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Referensi
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi. (2024). Ragam Kesenian Tradisional dan Warisan Budaya Kota Bekasi. Bekasi: Disparbud Kota Bekasi.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (t.t.). Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Provinsi Jawa Barat: Kesenian Ujungan. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Bekasikota.go.id. (2024). Sejarah Singkat dan Perkembangan Kota Bekasi. Diakses dari: https://bekasikota.go.id/pages/sejarah-kota-bekasi. Diakses pada 14 Desember 2025
Ahmad, F. (2022). “Eksistensi Kesenian Topeng Bekasi di Tengah Arus Urbanisasi Jakarta.” Jurnal Etnografi dan Kajian Budaya, Vol. 8, No. 3, 112–130.
Sari, I. R., & Sutedja, A. (2020). “Akulturasi Budaya Betawi dan Sunda pada Dialek Bahasa Masyarakat Pinggiran Bekasi.” Jurnal Linguistik Budaya, Vol. 5, No. 1, 45–60.
Wibowo, H. (2018). Studi Komparatif Budaya Gotong Royong pada Masyarakat Urban dan Tradisional di Kabupaten Bekasi. [Tesis Magister]. Depok: Universitas Indonesia.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












