Mewujudkan Capstone Keberlanjutan: Kontribusi Mahasiswa IPB dalam Mendorong UMKM Banyumas

dinas umkm banyumas
Penyerahan Danlir. Dok. Penulis.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional, yang kontribusinya melampaui 61% PDB Indonesia (GoodStats 2024).

Namun, fondasi ini sering dihadapkan pada masalah seperti kesulitan akses modal, rendahnya legalitas usaha, dan tantangan pemasaran (Yolanda 2024). Mengatasi persoalan ini membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dalam rangka menanggapi tantangan tersebut, Mahasiswa Manajemen dari IPB University, Aline Amanda Rahmatika, telah menyelesaikan Magang Capstone Manajemen Berkelanjutan di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinnakerkop UKM) Kabupaten Banyumas.

Penempatan di Bidang UMKM ini bertujuan untuk menganalisis dan berkontribusi langsung pada upaya pemerintah daerah dalam membangun ekosistem UMKM yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Sustainable Development Goals (SDGs).

Dinnakerkop UKM Banyumas berfokus pada mengatasi hambatan struktural UMKM melalui program yang terintegrasi. Penulis mengidentifikasi tiga pilar utama yang sangat relevan dengan isu keberlanjutan:

1. Dana Bergulir (Danlir)

Penyerahan Danlir.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Bantuan Modal Usaha dari Dinas Sosial untuk UMKM

Keterbatasan akses modal seringkali menjadi jurang pemisah antara UMKM potensial dan pertumbuhan nyata. Dinnakerkop UKM menawarkan Dana Bergulir (Danlir) dengan bunga yang sangat rendah, hanya 2% per tahun.

Aspek paling menarik dari Danlir adalah penggunaan modal sosial sebagai pengganti agunan fisik. Dana ini disalurkan kepada kelompok UMKM yang menerapkan mekanisme tanggung renteng (tanggung jawab bersama). Melalui sistem ini, kegagalan membayar oleh satu anggota akan ditanggung oleh kelompok.

Keterlibatan penulis dalam memproses dan menganalisis data Danlir menunjukkan efektivitas memastikan inklusi keuangan bagi pelaku usaha yang tidak memiliki agunan.

Suku Bunga Danlir.

Pendekatan ini secara eksplisit mendukung pilar Sosial (Social) dalam ESG dan selaras dengan target SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan menciptakan akses keuangan yang adil dan merata.

2. Sinergi Peningkatan Kapasitas UMKM

Aspek Governance menjadi kunci utama dalam memastikan pelayanan publik berjalan efisien, transparan, dan akuntabel. Dinnakerkop UKM Banyumas mewujudkan melalui tiga program penting. Pertama, penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM Solar bersubsidi bagi UMKM pengolahan.

Penulis terlibat dalam proses fasilitasi rekomendasi ini yang kini sepenuhnya didigitalisasi melalui aplikasi XStar BPH Migas.

Proses digital ini sangat krusial karena meminimalkan potensi penyalahgunaan, mempercepat layanan, dan memberikan kepastian bagi UMKM penerima subsidi. Kedua, penguatan legalitas usaha melalui rekomendasi penerbitan surat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Merek.

Penulis turut membantu dalam pendataan dan verifikasi dokumen pengajuan HKI, sebuah langkah kritis untuk meningkatkan profesionalitas UMKM, melindungi inovasi lokal, dan sejalan dengan target SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) terkait pembangunan infrastruktur yang tangguh dan mempromosikan industrialisasi inklusif dan berkelanjutan.

Yang terakhir yaitu program peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui program pelatihan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis dan manajerial. Kegiatan ini bertujuan membangun UMKM yang memiliki produk inovatif, siap pasar, dan mampu berdaya saing secara mandiri.

Baca Juga: Mahasiswa UNY Kelas Kreatif UMKM Desa: Kemitraan Mahasiswa dan Masyarakat dalam Mendukung Pekerjaan Layak

3. Pengelolaan Galeri UMKM

Galeri UMKM.

Galeri UMKM yang dikelola Dinnakerkop UKM berfungsi sebagai pusat promosi dan penjualan terpadu bagi produk lokal. Pengelolaan ini mencakup penataan display hingga penyediaan produk untuk kebutuhan paket parcel dinas. Peran Galeri ini sangat penting sebagai dukungan pemasaran yang bersifat langsung dan stabil.

Melalui Galeri, produk UMKM lokal mendapatkan akses pasar yang terjamin dan promosi yang efektif, yang merupakan dukungan berkelanjutan terhadap stabilitas usaha. Pilar ini sangat mendukung dimensi Sosial dan Ekonomi.

Baca Juga: Wirausaha Islami, Jalan Berkah bagi UMKM Pontianak

Kontribusi Capstone

Selain mengamati dan menganalisis program yang sudah berjalan, penulis juga memberikan kontribusi inovatif yang bertujuan mengoptimalkan fungsi dinas dan Galeri UMKM, yang berfokus pada peningkatan efisiensi dan transparansi.

Kontribusi ini mencakup dua hal utama. Pertama, diinisiasi E-Katalog Interaktif, yang merupakan bentuk pengembangan dari katalog yang sudah ada sebelumnya.

E-katalog.

Keunggulan spesifik E-Katalog yang baru ini terletak pada ketersediaan informasi produk dan integrasi langsung dengan platform media sosial dan contact person UMKM, memotong birokrasi pemasaran, dan memberikan kanal pemasaran yang real-time bagi pelaku usaha melalui platform online yang dapat diakses publik.

Informasi Produk pada E-katalog.

Baca Juga: Kolaborasi Mahasiswa KKN IAI Al-Khoziny Buduran Sidoarjo dan UMKM Telur Asin Jamlin: Eksplorasi Potensi Lokal Desa Kebonsari

Untuk meningkatkan objektivitas dan efisiensi dalam penentuan kelayakan pinjaman berbasis kelompok, dikembangkan inovasi Sistem AKSEL-UMKM (Alat Kelayakan Skor Berbasis Kelompok). Sistem ini merupakan alat strategis yang dirancang untuk mengatasi subjektivitas dalam penentuan kelayakan serta plafon pinjaman UMKM.

AKSEL-UMKM.

Matriks ini menyediakan kerangka penilaian yang terstruktur, mengintegrasikan 7 indikator kunci yang dikelompokkan dalam tiga aspek utama: Administrasi (30%), Kinerja Usaha (40%), dan Modal Sosial & Risiko (30%).

Melalui metode Weighted Scoring, penilaian kualitatif (skala 1 hingga 5) dikonversi secara matematis menjadi Persentase Kelayakan tunggal (0-100%). Inovasi ini menciptakan proses screening yang cepat dan berbasis data, menjamin objektivitas dalam pengambilan keputusan pembiayaan.

Penerapan Matriks AKSEL-UMKM menghasilkan keputusan yang otomatis dan terstruktur. Kelompok dengan skor ≥ 70% dikategorikan LULUS REKOMENDASI, skor 45%-69% masuk dalam kategori PERTIMBANGAN LANJUT, dan skor < 45% menghasilkan keputusan TOLAK (PERLU PEMBINAAN).

Secara keseluruhan, AKSEL-UMKM memberikan kontribusi dalam peningkatan efisiensi operasional dan manajemen risiko pembiayaan.

Pengalaman Magang Capstone ini menggarisbawahi bahwa program yang dilaksanakan merupakan upaya dalam menyelesaikan permasalahan riil di masyarakat.

Dinnakerkop UKM Banyumas telah menunjukkan bahwa sinergi antara modal sosial (Danlir), digitalisasi layanan, fasilitasi legalitas, pelatihan serta pengelolaan Galeri UMKM merupakan kunci untuk menciptakan UMKM yang tangguh.

Penulis: Aline Amanda Rahmatika (H2401221036)
Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Sumber:

Ayuningtyas AD. 2024. Berapa Besar Kontribusi UMKM Atas PDB Indonesia? [diakses 2025 Nov 6]. https://goodstats.id/article/berapa-banyak-kontribusi-umkm-atas-pdb-indonesia-iZgHK.

Yolanda C. 2024. Peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Pengembangan Ekonomi Indonesia. jmdb. 2(3):170–186. doi:10.36490/jmdb.v2i3.1147.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses