Pendekatan Teori Kriminal dalam Memahami Kenakalan Remaja

kasus kenakalan remaja
Pendekatan Teori Kriminal dalam Memahami Kenakalan Remaja. Sumber: MMI.

Kriminologi bisa didefinisikan sebagai studi yang sistematis, yang mempelajari tentang sifat, jenis, penyebab, dan pengendalian dari perilaku kejahatan, penyimpangan, kenakalan, serta pelanggaran hukum. Kriminologi merupakan ilmu sosial terapan di mana kriminolog bekerja untuk membangun pengetahuan tentang kejahatan dan pengendaliannya berdasarkan penelitian empiris. Penelitian ini membentuk dasar untuk pemahaman, penjelasan, prediksi, pencegahan, dan kebijakan dalam sistem peradilan pidana. Kriminologi merupakan disiplin ilmu, bukan karena corak multidisiplinnya saja, tetapi juga karena kejahatan dapat terwujud dalam konteks sosial dan hukum yang berbeda, di masing-masing tempat dan waktu yang berlainan.

Adapun pengertian  kriminologi menurut para ahli yaitu:

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI
  1. A. Bonger, Kriminologi adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan menyelidiki gejala kejahatan seluas-luasnya.
  2. Edwin H Sutherland & Donald R. Cressy, Kriminologi adalah suatu kesatuan pengetahuan mengenai kejahatan sebagai gejala sosial
  3. Paul Moedigdo Moeliono, SH , Kriminologi merupakan ilmu pengetahuan yang ditunjang oleh berbagai ilmu yang membahas kejahatan sebagai masalah manusia.

Selain pengertian kriminologi, ada pengertian lain yang dibahas yaitu pengertian kenakalan remaja secara umum, kenakalan remaja atau juvenile delinquency merupakan perilaku jahat yang dilakukan oleh anak muda, yang merupakan gejala sakit secara sosial di masyarakat. Perilaku ini dapat melanggar norma-norma kelompok, norma masyarakat, dan hukum yang berlaku. Remaja yang terlibat dalam perilaku ini biasanya berada pada rentang usia 13 hingga 18 tahun.

Adapun pengertian kenakalan remaja menurut para ahli:

  1. Menurut Kartini Kartono (2011 : 6) kenakalan remaja adalah perilaku jahat, atau kejahatan/kenakalan anak-anak muda yang merupakan gejala sakit secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial
  2. Menurut Sudarsono (2012) bahwa juvenile delinquence sebagai kejahatan anak dapat diinterpretasikan berdampak negatif secara psikologis terhadap anak yang menjadi pelakunya, apalagi jika sebutan tersebut secara langsung menjadi semacam trade-mark.
  3. Menurut Ary (2010) bahwa juvenile delinquency ialah perbuatan anak-anak yang melanggar norma sosial, norma hukum, norma kelompok, dan mengganggu ketentraman masyarakat, sehingga yang berwajib terpaksa mengambil tindakan pengamanan/penangkalan.

Baca Juga: Faktor-Faktor Penyebab Kenakalan Remaja dan Cara Efektif Mengatasinya

Terjadinya kenakalan remaja itu bukan semata-mata hanya terjadi, tetapi ada faktor yang mennyebabkan hal tersebut terjadi, faktor-fakrot tersebut bisa muncul dari internal atau eksternal. Penjelasan dari masing-masing faktornya yaitu:

1. Faktor Internal

a. Adanya krisis identitas

Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Bentuk pertama, yaitu perasaan konsisten dalam kehidupannya. Bentuk kedua, tercapainya identitas peran.

b. Faktor Kepribadian

Masa ini dirasakan sebagai krisis identitas karena belum adanya pegangan. Kepribadian yang tidak dapat dibentuk dengan baik, akan mengarahkan remaja pada kenakalan atau perilaku menyimpang

c. Faktor status dalam masyarakat

Seseorang yang pernah berbuat menyimpang terhadap hukum sering kali saat kembali ke masyarakat, akan mendapat status “mantan atau bekas”. Sayangnya, status tersebut sulit dihapuskan, akibatnya orang tersebut akan kembali berbuat menyimpang karena merasa ditolak atau diasingkan.

2. Faktor Eksternal

a. Kondisi lingkungan keluarga

Kondisi orangtua di lingkungan keluarga dapat menyebabkan terjadinya kenakalan remaja. Misalnya, orangtua terlalu sibuk terhadap pekerjaan, sehingga menjadi kurang perhatian kepada anaknya.

b. Kontak sosial dari lembaga masyarakat kurang baik

Jika sistem pengawasan lembaga sosial masyarakat terhadap pola perilaku remaja kurang baik, akan memunculkan tindakan menyimpang terhadap nilai dan norma.

c. Kesenjangan ekonomi dan disintegrasi politik

Kesenjangan yang nyata antara orang kaya dan orang miskin menyebabkan kecemburuan sosial yang dapat diwujudkan dalam tindakan perusakan, pencurian, bahkan perampokan. Sementara disintegrasi politik, seperti perang dan konflik antarpartai politik dapat memengaruhi jiwa remaja yang kemudian menimbulkan tindakan menyimpang.

Baca Juga: Penyebab Kenakalan Remaja dan Cara Mengatasinya: Panduan untuk Orang Tua dan Guru

Dengan sudah dibahasnya faktor-faktor kenakalan remaja seperti penjelasan di atas, berikutnya terdapat teori-teori dari kriminologi yang membahas tentang kenakalan remaja. Pada teori kriminologi terdapat bebeberapa pendekatan yang dilakukan untuk memahami kenakalan remaja. Pendekatan tersebut dilakukan agar kita mengetahui bahwa “apa sih yang menyebabkan kenakalan remaja?” hal tersebut harus kita telusuri lebih jauh agar kita dapat mengetahui dan memahaminya. Pendekatan teori kriminologi dalam memahami kenakalan remaja yaitu:

a. Teori Asosiasi Diferensial

Teori ini menyebutkan bahwa perilaku menyimpang dalam kenakalan remaja terjadi melalui interaksi dengan orang lain. Contohnya seperti remaja yang sering bergaul pada lingkungan negatif maka cenderung memperlajari dan meniru perilaku tersebut.

b. Teori Kontrol Sosial

Teori ini menjelaskan bahwa seseorang akan melakukan kenakalan jika hubungan dengan keluarga, sekolah, dan masyarakat nya lemah. Contohnya seperti ini remaja yang kurang mendapat perhatian dari orang tua nya lebih berisiko terlibat pada perilaku kenakalan remaja

c. Teori Strain

Teori ini menyebutkan bahwa kenakalan remaja terjadi karena tekanan atau tujuan ingin dicapai tetapi tidak tercapai. Contohnya seperti remaja yang ingin memiliki barang mahal tetap tidak mampu memilikinya karena keterbatasan ekonomi dan remaja tersebut menjadi melakukan pencurian atau tindakan lain nya yang melanggar hukum.

d. Teori Labeling

Teori ini menyatakan bahwa kenakalan terjadi karena diberi cap negatif oleh lingkungannya. Contohnya seperti remaja yang disebut “anak nakal” dapat terdorong untuk terus melakukan perilaku menyimpang tersebut.

e. Teori Konflik

Teori konflik itu menjelaskan tentang kenakalan muncul karena konflik yang terjadi, seperti ketidakadilan sosial dan ekonomi atau perbedaan kekuasaan di dalam masyarakat. Contohnya seperti remaja yang hidup dan tinggal di lingkungan yang kurang mampu/kurang beruntung mungkin dia rentan dalam melakukan pelanggaran karena merasa terpinggirkan.

Baca Juga: Maraknya Kenakalan Remaja di Indonesia

Dalam kriminologi terdapat upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah kenakalan remaja. Karena kenakalan remaja harus di hindari bagi generasi muda, agartidak adanya tindakan kriminal yang terjadi di lingkungan sekitar. Upaya-upaya tersebut yaitu:

– Upaya pencegahan melalui Keluarga

Upaya pencegahan melalui keluarga sangatlah penting, karena peran orang tua akan membentuk karakter anak untuk menjadi lebih baik lagi. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan pengawasan dari orang tua terhadap pergaulan anak, membangun komunikasi yang terbuka dan harmonis kepada anak, dan  orang tua membantu anak untuk menanamkan nilai moral, agama, dan disiplin sejak dini.

– Upaya Pencegahan melalui Pendidikan

Pendidikan/sekolah juga merupakan tempat yang penting dalam memberikan antisipasi upaya pencegahan pada kenakalan remaja. Karena melalui pendidikan pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan pembentukan karakter remaja, mengadakan pendidikan karakter dan bimbingan konseling, menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, dan memberikan kegiatan positif seperti esktrakulikuler organisasi, olahraga, maupun seni.

– Upaya pencegahan melalui Lingkungan masyarakat

Lingkungan masyarakat juga dapat meberikan pengaruh yang sangat signifikan pada mencegah kenakalan remaja. Hal tersebut dibuktikan bahwa lingkungan masyarakat dapat mengawasi kelompok pergaulan remaja, mendorong keterlibatan remaja dalam kegiatan masyarakat, dan membentuk komunitas pemuda yang produktif.

– Upaya pencegahan melalui Kebijakan dan Penegakan Hukum

Penegakan hukum dan kebijakan nya sangat penting bagi memberantas terjadinya kenakalan remaja, hal tersebut dapat dilakukan dengan sosialisasi mengenai bahaya narkoba, tawuran, dan kejahatan siber, penegakan hukum yang tegas namun tetap memperhatikan pembinaan remaja,dan menyediakan fasilitas publik yang mendukung aktivitas positif remaja.

Kenakalan remaja merupakan suatu tindakanyang tidak baik dan bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Hal tersebut harus kita hindari dan kita cegah agar tidak ada lagi tindakan kriminal yang dilakukan oleh remaja. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dari lingkungan rumah, pendidikan, masyarakat, maupun penegak hukum.


Penulis: Anissa Nuraeni Maulani
Mahasiswa PPKN Universitas Pamulang


Dosen Pengampu: Sulastri, S.Pd., M.H.


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses