Pendidikan di Era Digital

Pendidikan di Era Digital
Mahasiswa PGSD Kelas 2A35 bersama Ibu Dosen Rupina Tarigan (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Pada dasarnya pendidikan di mulai sejak manusia berada pada fase konsepsi, itu artinya manusia telah mengalami suatu proses pendidikan sebelum adanya restrukturisasi wadah pendidikan, baik dalam aspek pendidikan Formal, Non Formal maupun informal. Dengan demikian pendidikan merupakan suatu hakikat hidup yang tidak bisa terlepas pisahkan dengan manusia.

Menurut Undang-Undang Sitem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas Nomor Tahun 2003) pendidikan yaitu:

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Dalam pendidikan modern, paradigma pembelajaran telah berubah mengikuti perkembangan teknologi dan harus signifikan dengan kebutuhan peserta didik.

Pembelajaran yang dilakukan tidak hanya dari buku teks, tetapi juga melalui sumber daya digital seperti video pembelajaran, platform e-learning, dan perangkat lunak Pendidikan baik diakses secara gratis ataupun berbayar.

Kondisi ini tentu menuntut guru untuk memahami cara menggunakan alat-alat digital ini dengan baik dalam menyampaikan materi pembelajaran secara efektif, sehingga penggunaan teknologi dapat membantu guru dalam mempersiapkan, melaksanakan, mengevaluasi, dan memberikan umpan balik dalam pembelajaran.

Era globalisasi memberi dampak yang cukup luas dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk tuntutan dalam penyelenggaraan Pendidikan.

Salah satu tantangan nyata bahwa Pendidikan hendaknya mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi utuh yang dikenal dengan kompetensi abad-21 yang saat ini merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki siswa agar mempu berkiprah di kehidupan nyata.

Di Indonesia, perubahan pada dunia pendidikan dapat dilihat dengan adanya perubahan kurikulum yang diterapkan.

Mulai dari kurikulum KBK, KTSP hingga kurikulum 13. Adanya perubahan pada kurikulum ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia selalu mengikuti dinamika pendidikan yang terus berkembang di dunia.

Usaha ini dilakukan agar pendidikan di Indonesai mampu bersaing dengan Negara lain. Dengan adanya perubahan kurikulum dan kecanggihan teknologi diharapkan siswa Indonesia dapat dapat berprestasi ditingkat dunia.

Pendekatan yang dilakukan kurikulum merdeka dalam pendidikan memberikan lebih banyak kebebasan dan fleksibilitas kepada guru, siswa, dan sekolah dalam merancang dan mengelola kurikulum serta metode pengajaran.

Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran dan memungkinkan mereka untuk memiliki kendali lebih besar atas apa yang mereka pelajari, bagaimana mereka belajar, dan bagaimana mereka dinilai.

Tentu, pilihan mata pelajaran dan fleksibilitas dalam Kurikulum Merdeka dapat diterapkan dengan baik dalam pemilihan topik pembelajaran informatika. Ini memungkinkan sekolah dan guru untuk menyusun program pembelajaran informatika yang lebih relevan dan menyesuaikan dengan kebutuhan siswa serta perkembangan teknologi.

Selanjutnya, pembiasaan belajar secara mandiri perlu dikembangkan dan diinternalisasikan pada siswa. Dengan segala potensi dan daya dukung yang dimiliki oleh siswa kemandirian belajar perlu didukung dan diarahkan oleh seorang pendidik.

Kemandirian dalam belajar bukan berarti melepaskan tanggung jawab pendidik dalam membimbing dan memfasilitasi peserta didik dalam belajar, akan tetapi hal ini dimaksudkan untuk menstimulasi tanggung jawab, kreativitas dan membangun kemampuan berfikir logis dan kritis.

Dengan pendekatan seperti ini, aktivitas belajar siswa di era digital akan menemukan satu pola yang terstruktur dan dapat berkesinambungan dengan alur kurikulum yang telah ditentukan.

Dengan strategi pembelajaran yang tepat, memungkinkan penyajian materi pelajaran lebih luas. Hal ini karena adanya link and mach antar guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, sehingga dengan ketepatan pola yang dikembangkan potensi siswa sebagai peserta didik dapat melesat bahkan dapat menembus ruang pengetahuan yang langka.

Dengan keleluasaan model pembelajaran yang dikembangkan oleh guru kepada siswanya akan dapat menembus ruang-ruang geografi keilmuan yang semula hanya dapat ditemui dan diperoleh dengan mendatanginya secara langsung, namun dengan pendekatan semacam ini, ruang geografi keilmuan akan dapat ditembus tampa mendatanginya secara langsung.

Sekali lagi model pengajaran dan pembelajaran memiliki fokus dan lokus yang berbeda, sehingga penting bagi guru sebgai pendidik untuk mengambil peran dan memanfaatkannya dengan cermat.

Penulis: Rupina Tarigan
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Quality

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses