Penerapan Eco-Enzyme dan Biofilter sebagai Solusi Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga di Lingkungan Permukiman

Penerapan Eco-Enzyme dan Biofilter sebagai Solusi Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga di Lingkungan Permukiman
Penerapan Eco-Enzyme dan Biofilter sebagai Solusi Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga di Lingkungan Permukiman

UPN Veteran Jawa Timur Gelar Penyuluhan di Desa Kedamean, Gresik – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) kembali menggelar program pengabdian masyarakat melalui kegiatan penyuluhan bertajuk “Penerapan Eco-Enzyme dan Biofilter sebagai Solusi Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga di Lingkungan Permukiman”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (27/5/2025) di Balai Desa Kedamean, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, dengan peserta utama ibu-ibu PKK dan masyarakat sekitar.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Acara ini terselenggara berkat koordinasi dengan Ibu Carik Desa Kedamean, Suyani, yang turut mendukung penuh kegiatan. Kedamean sendiri merupakan wilayah yang kerap menghadapi masalah kekeringan saat musim kemarau, sehingga pengolahan air limbah menjadi sangat penting agar sumber air dapat dimanfaatkan kembali, termasuk untuk kebutuhan pertanian rumah tangga.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari perwakilan desa, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Baca Juga: Sosialisasi Pemanfaatan Ecoenzyme sebagai Pestisida Alami dalam Pengendalian Hama Tanaman oleh KKN Universitas Lampung Tahun 2025 Desa Sinar Karya, Kec. Merbau Mataram, Kab. Lampung Selatan

Penyuluhan menghadirkan para dosen dari Program Studi Teknik Sipil UPN Veteran Jawa Timur, yakni:

  • Nia Dwi Puspitasari, S.T., M.T.
  • Nugroho Utomo, S.T., M.T.
  • Dr. Yerry Kahaditu Firmansyah, S.T., M.T.
  • Bagas Aryaseta, S.T., M.S.
  • Muhamad Fauzan Akbari, S.T., M.T.

Dalam penyampaian materinya, Nia Dwi Puspitasari, S.T., M.T., menjelaskan dasar penerapan eco-enzyme untuk mengurangi pencemaran lingkungan. “Eco-enzyme ini terbuat dari limbah dapur seperti kulit buah dan sayuran.

Selain ramah lingkungan, cairan ini dapat membantu menguraikan limbah rumah tangga sehingga tidak mencemari air tanah maupun sungai,” jelasnya.

Nugroho Utomo, S.T., M.T., menambahkan bahwa pengolahan sederhana dengan biofilter dapat diterapkan di tingkat rumah tangga. “Biofilter mampu menyaring zat berbahaya dalam air limbah. Dengan bahan yang mudah didapat, masyarakat bisa membuat instalasi sederhana yang berfungsi efektif untuk mengurangi bau dan polutan,” ujarnya.

Dr. Yerry Kahaditu Firmansyah, S.T., M.T., menekankan pentingnya aspek keberlanjutan. “Kita tidak hanya bicara soal teknologi, tetapi juga perubahan perilaku. Pengolahan limbah harus menjadi budaya agar lingkungan tetap sehat meski menghadapi keterbatasan air di musim kemarau,” ungkapnya.

Baca Juga: Sosialisasi Proyek Pembuatan Eco-Enzyme oleh Mahasiswa UNESA di SDN Gunungsari 1/ 484 Surabaya

Sementara itu, Bagas Aryaseta, S.T., M.S., melihat peluang pemanfaatan limbah yang diolah kembali. “Hasil pengolahan dengan eco-enzyme maupun biofilter dapat digunakan untuk menyiram tanaman, bahkan berpotensi meningkatkan kesuburan tanah. Ini bisa menjadi solusi pertanian skala kecil di pekarangan rumah,” terangnya.

Muhamad Fauzan Akbari, S.T., M.T., menekankan sisi aplikatif kegiatan. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa teknologi pengolahan air limbah itu tidak rumit. Dengan pendampingan, ibu-ibu PKK bisa langsung mempraktekkannya di rumah. Inilah yang disebut solusi tepat guna,” ujarnya.

Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan. Salah seorang ibu PKK, Nurhayati, menyampaikan testimoninya: “Selama ini limbah dapur langsung kami buang ke selokan.

Dari penyuluhan ini, kami jadi tahu cara membuat eco-enzyme dan biofilter sederhana. Sangat bermanfaat apalagi saat kemarau, air hasil olahan bisa dipakai untuk tanaman.”

Tak hanya dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai pendukung utama. Rifka Zulvia Anhari dan Akhmad Wildan Mukhollad turut membantu dalam demonstrasi pembuatan eco-enzyme dan perakitan biofilter.

Kehadiran mereka memastikan setiap peserta dapat mencoba langsung proses pembuatan dengan pendampingan yang mudah dipahami.

Ibu Carik, Suyani, menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini terus berlanjut. “Kami sangat berterima kasih kepada UPN Veteran Jawa Timur.

Baca Juga: Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University Menggelar Pendampingan Manajemen Bank Sampah dan Pembuatan Eco Enzyme

Program ini memberikan solusi nyata bagi masyarakat Kedamean yang sering kesulitan air bersih. Semoga ada tindak lanjut agar ilmu yang sudah diberikan bisa terus diterapkan,” ungkapnya.

Nia Dwi Puspitasari, S.T., M.T. (kanan) dengan Ibu Carik Desa Kedamean yaitu Suryani (kiri)
Nia Dwi Puspitasari, S.T., M.T. (kanan) dengan Ibu Carik Desa Kedamean yaitu Suryani (kiri)

Dengan terlaksananya kegiatan ini, UPN Veteran Jawa Timur menegaskan perannya sebagai kampus yang hadir di tengah masyarakat, membawa solusi praktis dalam bidang teknik sipil untuk menjawab persoalan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat desa terhadap dampak perubahan iklim.

Peserta penyuluhan Ibu-Ibu PKK aktif dengan tim penyuluh dari UPN Veteran Jawa Timur
Peserta penyuluhan Ibu-Ibu PKK aktif dengan tim penyuluh dari UPN Veteran Jawa Timur

 

Penulis: Redaksi Media Mahasiswa Indonesia

Editor: Fifi Elvira
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses