Gresik, MMI – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan masyarakat melalui program pengabdian masyarakat. Kali ini, kegiatan penyuluhan bertajuk “Teknologi dan Teknik Irigasi Efisien untuk Petani di Daerah Kering” dilaksanakan di Balai Desa Kedamean, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, pada Selasa (27/5/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh para ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Kedamean yang sehari-hari berhadapan langsung dengan tantangan keterbatasan air untuk pertanian. Wilayah Kedamean sendiri diketahui kerap mengalami kekeringan pada musim kemarau, sehingga pasokan air untuk pertanian sangat terbatas.
Acara dibuka oleh Kepala Desa Kedamean yang menyampaikan apresiasinya terhadap UPNVJT. Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan plakat sebagai tanda terima kasih dari pihak universitas oleh Dr. Ir. Hendrata Wibisana, M.T., selaku Koordinator Program Studi Teknik Sipil UPNVJT.
Baca Juga: UPNVJT Dorong Inovasi Pertanian Desa Melalui Teknologi Bajak dan Irigasi di Desa Kalirejo

Penyuluhan ini menghadirkan narasumber dari Program Studi Teknik Sipil UPN Veteran Jawa Timur, yaitu:
- Elok Dewi Widowati, S.T., M.T.
- Dr. Ir. Hendrata Wibisana, M.T.
- Dra. Anna Rumintang Nauli, M.T.
- Novie Handajani, S.T., M.T.
- Ir. Griselda Junianda Velantika, B.Eng., M.Eng.
Dalam paparannya, Elok Dewi Widowati, S.T., M.T., menekankan pentingnya inovasi teknik irigasi hemat air. “Petani harus mulai mengubah cara pandang bahwa irigasi bukan sekadar mengalirkan air, tetapi bagaimana memaksimalkan sedikit air yang ada untuk hasil yang optimal. Teknologi sederhana seperti irigasi tetes dan pemanfaatan mulsa bisa sangat membantu,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Ir. Hendrata Wibisana, M.T., menambahkan bahwa irigasi modern bisa diintegrasikan dengan kearifan lokal. “Kita tidak boleh melupakan budaya bertani masyarakat.
Teknologi harus disesuaikan dengan kondisi sosial-ekonomi warga agar benar-benar bisa diterapkan. Inovasi itu sederhana, murah, dan efektif,” ungkapnya.
Baca Juga: Irigasi Modern: Solusi Pengelolaan Sumberdaya Air Pertanian secara Berkelanjutan
Dra. Anna Rumintang Nauli, M.T., lebih menyoroti peran ibu-ibu PKK dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. “Ibu-ibu PKK punya peran besar dalam mengelola lahan pekarangan dengan irigasi hemat air. Dari situlah ketahanan pangan keluarga bisa dimulai,” katanya.
Sedangkan Novie Handajani, S.T., M.T., menegaskan pentingnya efisiensi distribusi air. “Kebocoran dan pemborosan air di saluran irigasi tradisional sering kali lebih dari 30 persen. Dengan perbaikan sederhana pada saluran, air bisa lebih lama tersedia,” jelasnya.
Ir. Griselda Junianda Velantika, B.Eng., M.Eng., memberikan perspektif teknologi ramah lingkungan. “Teknik irigasi efisien bukan hanya soal air, tapi juga berhubungan dengan keberlanjutan lingkungan. Kita bisa memanfaatkan air hujan dengan sistem penampungan sederhana untuk irigasi cadangan,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari peserta. Salah seorang ibu PKK, Siti Aminah, menyampaikan kesannya: “Selama ini kami sering bingung kalau musim kemarau, sawah kering dan hasil panen turun.
Dari penyuluhan ini kami jadi tahu ada cara irigasi yang hemat air, mudah diterapkan, dan bisa kami coba di lahan sendiri.”
Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai pendukung teknis, yaitu Putu Ayu Suryadnyani dan Dina Kurnia Shanty. Keduanya berperan dalam membantu simulasi penggunaan teknik irigasi sederhana dan mendampingi peserta saat sesi praktik.
Baca Juga: Pengembangan Teknologi Air Bawah Tanah sebagai Sistem Irigasi dalam Penanggulangan Musim Kemarau
Kepala Desa Kedamean berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut. “Penyuluhan seperti ini sangat bermanfaat, apalagi daerah kami rawan kekeringan. Semoga ke depan ada program pendampingan lanjutan dari UPN Veteran Jatim,” ujarnya menutup acara.
Melalui kegiatan ini, UPN Veteran Jawa Timur berkomitmen untuk terus hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang teknik sipil dan pengelolaan sumber daya air, demi terciptanya masyarakat desa yang mandiri dan tangguh menghadapi perubahan iklim.

Penulis: Redaksi Media Mahasiswa Indonesia
Editor: Fifi Elvira
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












