Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, influencer marketing terbukti memiliki peran yang sangat penting dalam memengaruhi minat beli produk kecantikan Azarine pada Generasi Z di Kabupaten Badung. Generasi Z sebagai kelompok yang sangat aktif menggunakan media sosial cenderung menjadikan influencer sebagai sumber referensi utama sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk, khususnya produk kecantikan. Hal ini sejalan dengan karakter Generasi Z yang lebih percaya pada pengalaman dan ulasan nyata yang dibagikan oleh figur yang mereka ikuti di media sosial.
Daya tarik influencer (attractiveness) menjadi salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Influencer yang memiliki penampilan menarik, gaya komunikasi yang santai, serta kepribadian yang relatable mampu menarik perhatian audiens dan membuat pesan promosi lebih mudah diterima. Dalam konteks produk kecantikan Azarine, influencer yang menampilkan hasil penggunaan produk secara visual dan autentik mampu meningkatkan ketertarikan Generasi Z untuk mencoba produk tersebut.
Selain daya tarik, kredibilitas influencer juga terbukti memiliki pengaruh paling kuat terhadap minat beli. Kredibilitas ini tercermin dari kejujuran influencer dalam menyampaikan ulasan, konsistensi konten, serta kemampuan memberikan informasi yang dapat dipercaya. Generasi Z cenderung lebih selektif dan kritis terhadap konten promosi, sehingga mereka lebih tertarik pada influencer yang dianggap jujur dan tidak berlebihan dalam mempromosikan produk.
Faktor kepercayaan (trustworthiness) juga berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Influencer yang dinilai memiliki integritas, transparan dalam kerja sama dengan brand, serta menunjukkan pengalaman pribadi dalam menggunakan produk Azarine mampu menumbuhkan rasa percaya di kalangan pengikutnya. Kepercayaan ini menjadi dasar penting dalam mendorong minat beli, karena konsumen merasa lebih aman dan yakin terhadap produk yang direkomendasikan.
Sementara itu, keahlian influencer (expertise) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap minat beli. Hal ini mengindikasikan bahwa Generasi Z tidak selalu menuntut influencer memiliki latar belakang profesional di bidang kecantikan. Selama influencer mampu menyampaikan pengalaman penggunaan produk secara jujur dan mudah dipahami, audiens tetap tertarik untuk mempertimbangkan pembelian. Dengan demikian, pengalaman nyata dan keaslian konten dinilai lebih penting dibandingkan keahlian teknis semata.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan influencer marketing Azarine lebih ditentukan oleh faktor emosional dan kepercayaan dibandingkan aspek keahlian. Strategi pemasaran yang melibatkan influencer yang kredibel, terpercaya, dan memiliki daya tarik yang sesuai dengan karakter Generasi Z akan lebih efektif dalam meningkatkan minat beli produk kecantikan Azarine.
Penulis:
1. Abhinata Aryonintiyasa
2. Farhan Ibnu Nugroho
3. Ray Alifio
Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas Al Azhar Indonesia
Dosen Pengampu: Dewi Elfidasari
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












