Malang – Sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung program prioritas pemerintah dalam pemberdayaan perempuan, tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) dari IPB University menyelenggarakan kegiatan penyuluhan berjudul “Dompet Pintar Ibu Sundan (DOPIS): Penguatan Kewirausahaan Perempuan melalui Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) dan Pengenalan Koperasi Wanita.” (13/7/2025)
Kegiatan ini diselenggarakan di Sekretariat Tani Dusun Sundan, Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, dan dihadiri oleh ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dusun setempat pada hari Minggu, 13 Juli 2025.
Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam memfasilitasi peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, dalam bidang kewirausahaan dan ekonomi kolektif.
Substansi utama yang disampaikan dalam penyuluhan ini meliputi pengenalan koperasi wanita sebagai bentuk kelembagaan ekonomi berbasis komunitas dan pelatihan teknis Budikdamber sebagai salah satu alternatif usaha produktif skala rumah tangga.
Metode Budikdamber merupakan inovasi pertanian dan perikanan yang sesuai diterapkan di lingkungan Dusun Sundan.
Model ini mengintegrasikan budidaya ikan air tawar, seperti lele, dengan budidaya tanaman sayuran di bagian atas ember, sehingga menciptakan sistem yang efisien, hemat tempat, dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan pelatihan secara langsung mulai dari persiapan media, pemberian benih ikan, hingga teknik pemeliharaan dan panen.
Sementara itu, aspek kelembagaan ekonomi dijelaskan melalui pemaparan mengenai koperasi wanita sebagai sarana strategis dalam memperkuat posisi ekonomi perempuan di tingkat desa.
Koperasi dapat menjadi wadah yang tidak hanya menyediakan akses pembiayaan mikro, tetapi juga sebagai ruang untuk mengelola hasil produksi secara kolektif, termasuk hasil budidaya ikan maupun olahan rumah tangga lainnya.
Program ini selaras dengan agenda nasional yang digagas oleh Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, khususnya dalam konteks pemberdayaan ekonomi perempuan, penguatan UMKM, dan peningkatan ketahanan pangan berbasis keluarga.
Program semacam ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama tujuan nomor 1 (Tanpa Kemiskinan), nomor 5 (Kesetaraan Gender), dan nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Ketua KWT, Nani Sriwilujeng, dalam pertemuan rutin Kelompok Wanita Tani menyampaikan apresiasi yang besar untuk rencana pelaksanaan program penyuluhan Koperasi.
Menurutnya, pelatihan ini sangat relevan dan bermanfaat bagi Ibu rumah tangga di Dusun Sundan.
“Kami berharap, melalui kegiatan ini akan tercipta organisasi yang berdaya dan dapat membentuk usaha baru yang dapat meningkatkan taraf hidup keluarga dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya penyuluhan ini, diharapkan para ibu rumah tangga tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga termotivasi untuk menjadi pelaku ekonomi yang aktif, kreatif, dan berdaya saing.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana seperti budikdamber, jika didukung dengan kelembagaan yang kuat seperti koperasi, mampu menciptakan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi masyarakat desa.
Penulis:
1. Arief Haryo Wibowo
2. Rendy Regita Candra
3. Fadil Muhammad Harahap
4. Nadyah Haura Ghaitsa
5. Rizkhni Nuril Hayati
6. Sufi Khansa Maulida
7. Amanda Erina Putri
8. Amelia Putri Khairina
Mahasiswa IPB University
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












