Indonesia merupakan negara Berkembang yang berbentuk kepulauan. Wilayah daratannya dipisahkan oleh perairan laut yang luas.
Beragam karakteristik khusus (kemurnian, karakter, keistimewaan, dan keunikan) dimiliki oleh setiap unit wilayah serta adanya kegiatan manusia dan sekuatan alam maka memberikan peluang antarwilayah untuk saling berhubungan.
Sejumlah perbedaan karakteristik fisik dan budaya tersebut sejauh ini belum optimal dimanfaatkan sebagai suatu potensi untuk menunjang pembangunan wilayah.
Menurut Cappelo (2009), pembangunan wilayah dilaksanakan dengan ditunjang oleh adanya pertumbuhan ekonomi baik melalui akumulasi ekonomi, kemajuan teknologi, migrasi pekerj,a dan arus investasi. Pembangunan di Indonesia masih dihadapkan dengan kondisi ketimpangan wilayah.
Menurut BPS (2018) tingkat ketimpangan masih berkembang di Indonesia ditandai dengan indeks gini sebesar 0,389.
Menurut Muta’ali (2015), perekonomian di Indonesia mengalami ketidakmerataan dalam lingkup kawasan berupa Kawasan Timur Indonesia (KTI) dengan Kawasan Barat Indonesia (KBI) serta lingkup pulau yakni Pulau Jawa dengan beragam pulau laina
Ketimpangan tersebut salah satunya disebabkan oleh pemenuhan infrastruktur yang belum memadai di setiap provinsi. Infrastruktur menurut Grigg (1998) diartikan sebagai akumulasi komponen fisik meliputi transportasi, pengairan drainase, bangunan gedung, dan fasilitas publik guna memenuhi kebutuhan masyarakat baik dasar, sosial, maupun ekonomi yang tercakup dalam sistem fisik.
Ketersediaan infrastruktur yang minim seringkali menjadi penyebab utama mahalnya ongkos logistik dan rendahnya arus investasi masuk (Bappenas, 2014).
Menurut Todaro (2006), pertumbuhan ekonomi yang berlangsung di negara berkembang seringkali terkendala oleh buruknya kondisi infrastruktur, rendahnya kinerja kelembagaan, dan pasar barang. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama pembangunan Nasional.
Hal ini ditandai dengan masuknya pembangunan infrastruktur dalam prioritas utama pemerintah yang termuat dalam RPJMN tahun 2015 – 2019 yaitu: “Mempercepat pembangunan infrastruktur untuk pertumbuhan dan pemerataan ”(Bappenas, 2014).
Baca Juga: Peran Infrastruktur dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Negara Berkembang
Penyediaan infrastruktur yang mencakup seluruh wilayah Indonesia didorong untuk menunjang perkembangan ekonomi wilayah. Berdasarkan data BPS (2018) menunjukkan bahwa pertumbuhan perekonomian Indonesia dalam kurun waktu empat tahun terakhir berada di kisaran 5,0 %.
Keadaan perekonomian Indonesia dengan dorongan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan daya dukung produktivitas. Produktivas setiap wilayah dipengaruhi pula oleh keberadaan dinamika sumber daya lokal baik manusia maupun alam.
Penulis:
1. Nuri Silvia
2. Ayu Arimbi Wahana Putri
3. Gita Rosalina
4. Intan Nurul Aramiza
Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Malikussaleh
Dosen Pengampu: Mutia Rahmah, S.E., M.Si.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Sumber Referensi
https://malaqbipublisher.com/index.php/JIMBE/article/view/431
https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Peran+Infrastruktur+dalam+Menin gkatkan+Ekonomi+Daerah+Timur+Indonesia&btnG=#d=gs_qabs&t=1752690849228&u=%23p %3DlcIDlnNjzvAJ
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












