Puncak The 11th Connection 2025: Menyatukan People, Planet, dan Profit dalam Harmoni

The 11th Connection 2025
Puncak The 11th Connection 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Di tengah derasnya arus perubahan zaman, isu lingkungan, sosial, dan ekonomi kini tak bisa lagi dipisahkan. Menyadari pentingnya keterhubungan itu, Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu-ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (HIMASIERA) IPB kembali menggelar The 11th Connection 2025 dengan tema “Waves of Insight: Exploring Synergy in People, Planet, and Profit.”

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Acara tahunan ini tak sekadar menjadi wadah kreativitas mahasiswa, melainkan juga jendela untuk melihat lebih dekat kekayaan alam, kearifan budaya masyarakat, dan peluang kolaborasi yang berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan berbagai mata lomba yang bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa se-Indonesia, seperti perlombaan photovoice, creative video, infografis, hingga community development essay, yang menjadi ciri khas dari departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat.

Kegiatan tak hanya sampai situ saja, connection memiliki sebuah tim eksplorasi yang berkesempatan untuk mengeksplor Desa Wisata Sukarame sebagai sarana pembelajaran untuk memahami dan memperkenalkan bagaimana konsep Triple Bottom Line (People, Planet, Profit) benar-benar bisa diwujudkan dalam keseharian masyarakat desa.

Seluruh pengalaman, temuan, dan cerita yang didapat dari Desa Sukarame kemudian dikemas dalam bentuk exhibition yang dipamerkan pada acara puncak, Sabtu, 13 September 2025, di Gedung Graha Widya Wisuda (GWW) IPB University. 

Area exhibition menjadi salah satu spot yang menarik perhatian banyak pengunjung. “Aku penasaran banget sama eksplorasi, gimana sih perjalanan tim eksplorasi kemarin. Walaupun aku udah liat di story instagram tapi aku mau tau secara keseluruhan,” ujar Awalya, salah satu pengunjung exhibition yang merasa tertarik untuk mengetahui langsung pengalaman tim eksplorasi. 

Pada area tersebut disajikan majalah yang berisi fakta menarik mengenai Desa Sukarame. Tim eksplorasi dengan ramah menjelaskan isi majalah kepada setiap pengunjung, sehingga suasana pameran menjadi interaktif dan edukatif. Tak hanya itu, video dokumenter hasil eksplorasi desa turut diputar, sehingga pengunjung dapat menyaksikan bagaimana perjalanan tim eksplorasi dan dinamika masyarakat di sana. 

Baca juga: Galeri Sutan Takdir Alisjahbana dan Strategi GLAM: Menenun Pengetahuan di Cyber Library

Selain exhibition, The 11th Connection turut menghadirkan dua narasumber inspiratif yang memiliki latar belakang yang berbeda, namun keduanya menyuguhkan perspektif yang sama-sama mendalam tentang isu keberlanjutan pada sesi kuliah umum. Agenda ini menjadi ruang penting bagi peserta untuk memperkaya sudut pandang sekaligus mendalami praktek nyata dari konsep Triple Bottom Line

Hadir sebagai pembicara pertama, Prof. Dr. Ir. Rilus A Kinseng, MA. selaku dosen Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) IPB, membawakan kuliah berjudul “Flourishing, Between Waves: Align People, Planet, and Profit in Perfect Sync”.

Ia menyoroti adanya ketegangan antara upaya mengejar keuntungan ekonomi dengan kebutuhan menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, kunci keberhasilan dalam menyelaraskan people, planet, profit terletak pada perilaku manusia itu sendiri.

Untuk mengubah praktik yang kurang berkelanjutan, perlu adanya transformasi pada tiga dimensi penting: agensi, struktur, dan kultur. Dengan perubahan di ketiga ranah ini, masyarakat dapat membangun relasi yang lebih harmonis antara ekologi, sosial, dan ekonomi.

Sementara itu, Gadis Prameswari Azahra, Founder Silih Asih, membuka materi dengan tajuk “Align People, Planet & Profit in Perfect Sync”. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan berkelanjutan yang berangkat dari kesadaran diri.

Menurutnya, setiap individu memiliki peran sebagai changemaker yang dapat berkontribusi menjaga harmoni antara manusia, lingkungan, dan ekonomi. Melalui kerangka sustainability mindset, Gadis mengajak peserta untuk mengasah kepemimpinan yang berlandaskan nilai keberlanjutan, empati, serta keterhubungan dengan alam.

Setelah mendengarkan dua paparan tersebut, audiens terlihat antusias. Dalam sesi wawancara singkat usai kuliah umum, beberapa peserta kuliah umum mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat sekaligus dorongan untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Antusiasme itu juga tampak jelas pada sesi talkshow. Audiens tidak hanya menyimak, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber.

Memasuki sesi malam, suasana The 11th Connection 2025 semakin ramai dengan penampilan Pasming Based sebagai guest star. Sorak sorai dan gemerlap cahaya panggung menjadikan malam penutupan terasa begitu hidup dan penuh energi. Kehadiran Pasming Based menjadi klimaks yang menyempurnakan penutupan The 11th Connection 2025 dengan nuansa meriah. 

Kegiatan ini ditutup dengan meninggalkan impresi yang beragam bagi setiap orang. Bagi peserta, momen ini terasa menyenangkan karena mereka memperoleh banyak ilmu sekaligus melepas penat. Sementara itu, bagi panitia, The 11th Connection memberikan pengalaman yang sangat berharga dan meninggalkan jejak positif.

Mungkin connection dan tanggungjawab sebagai ketua pelaksana sudah selesai, tapi tanggung jawab untuk selalu membersamai kalian tidak akan pernah usai hingga waktu yang memisahkan, jadi silahkan bawa ilmu-ilmu baik dari The 11th Connection ini dan jangan lupakan semua kenangan baik kita,” pungkas Safan, selaku ketua pelaksana The 11th Connection. 

 

Penulis: Yolanda Insania Kamila
Mahasiswa Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, IPB University
Aktif juga di The 11Th Connection

Dosen Pengampu: Ibu Titania Aulia, S.Kpm, M.Si.

 

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses