Serat: Rahasia Sederhana untuk Hidup Lebih Sehat dari Pencernaan Lancar hingga Kolesterol Terkendali

Serat: Rahasia Sederhana untuk Hidup Lebih Sehat dari Pencernaan Lancar hingga Kolesterol Terkendali
Sumber: freepik.com

Seberapa sering kita melewatkan sayuran di piring dan lebih memilih lauk daging atau gorengan?

Padahal, serat yang terdapat pada sayur dan buah merupakan “Pahlawan Kecil” yang berperan penting menjaga kesehatan tubuh setiap hari.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Ketika mendengar kata serat, sebagian orang mungkin hanya membayangkan sayuran hijau atau buah-buahan yang sering terabaikan di meja makan.

Namun, serat bukan sekadar pengisi perut. Walaupun tubuh tidak dapat mencerna serat sebagaimana nasi atau daging, justru karena itulah serat memiliki fungsi yang sangat penting.

Apa Itu Serat?

Serat merupakan salah satu komponen penting dari tumbuhan yang berbentuk karbohidrat kompleks (polisakarida) pada dinding selnya.

Zat ini tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan manusia, tetapi memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan.

Baca Juga: Glukomanan Talas Beneng: Serat Alami dengan Segudang Manfaat untuk Pangan dan Kesehatan

Fungsi utama serat berkaitan dengan sistem pencernaan, meskipun manfaatnya lebih luas, mulai dari mengendalikan berat badan, menurunkan kadar kolesterol, hingga menjaga kesehatan jantung.

Fungsi Serat dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Melancarkan Pencernaan

Serat bekerja layaknya sapu alami pada usus. Ia menyerap air, menambah massa feses, dan membuat teksturnya lebih lunak.

Kondisi ini merangsang saraf pada rektum sehingga timbul keinginan buang air besar.

Akibatnya, feses lebih mudah dikeluarkan dan transit time (waktu sejak makanan masuk hingga dikeluarkan kembali) menjadi lebih singkat, sehingga pencernaan tetap sehat.

2. Menjaga Berat Badan

Serat, khususnya serat larut air, berperan dalam mengatur rasa lapar.

Ketika berada di lambung, serat menyerap air dan membentuk gel kental yang memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.

Baca Juga: Beta-Glukan: Inovasi Serat Pangan yang Mengubah Industri Makanan Sehat

Karena sulit diuraikan oleh enzim pencernaan, makanan tinggi serat juga dapat mengurangi waktu tinggal dalam saluran pencernaan sehingga penyerapan zat gizi berkurang.

Kombinasi rasa kenyang yang lebih lama dan penyerapan gizi yang terbatas membantu menurunkan berat badan dengan menekan penumpukan lemak tubuh.

3. Menstabilkan Gula Darah

Serat sangat bermanfaat bagi penderita diabetes maupun sebagai pencegahannya.

Mekanismenya adalah memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah tetap terkendali.

Serat larut air bekerja dengan cara menyerap dan mengikat partikel karbohidrat sederhana, lalu membantu mengeluarkannya dari tubuh.

Hal ini membuat pelepasan gula ke dalam darah berlangsung lebih lambat sehingga lonjakan gula darah setelah makan dapat dihindari.

4. Menurunkan Kolesterol

Serat larut, misalnya pektin pada apel atau beta-glukan dalam oat, mampu mengikat asam empedu di usus.

Karena asam empedu berasal dari kolesterol, tubuh akan mengambil kolesterol dari darah untuk memproduksi asam empedu baru.

Baca Juga: Mengapa Sayuran Kering dalam Mie Bisa Menjadi seperti Sayuran Segar Setelah diberi Air Panas?

Proses ini menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus menurunkan risiko penyakit jantung.

Selain itu, serat larut juga menghambat difusi glukosa ke dalam darah, sehingga penyerapan karbohidrat lebih lambat dan lonjakan gula darah setelah makan dapat dikendalikan.

Sumber Serat yang Mudah Ditemukan

Kabar baiknya, sumber serat mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  1. Buah segar: pepaya, pisang, apel, jambu biji.
  2. Sayuran hijau: bayam, kangkung, brokoli.
  3. Makanan tradisional: pecel, gado-gado, urap, sayur asem.
  4. Biji-bijian: oat, jagung, beras merah.

Mulailah membiasakan diri menambah sayur atau buah di setiap porsi makanmu.

Dengan langkah kecil itu, kamu sudah memberi hadiah besar untuk kesehatan tubuhmu

 

Penulis: Fhirda Azwa Maulida
Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

 

Referensi

  • Amanda, E., N., Anggraini, D., Hasni, D., dan Jelmila, S., N. 2022. Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Pentingnya Konsumsi Serat Untuk Mencegah Konstipasi Pada Masyarakat Kelurahan Rengas Condong Kecamatan Muara Bulian/Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan: Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Vol. 9(2): 219-226.
  • Kusharto, C., M. 2006. Serat Makanan dan Perannya Bagi Kesehatan. Jurnal Pangan. Vol. 1(2): 45-54.
  • Sinulingga, B., O. 2020. Pengaruh Konsumsi Serat dalam Menurunkan Kadar Kolesterol, Jurnal Penelitian Sains. Vol. 22(1): 9-15.
  • Zaki, I., Wati, T., W., Kurniawati, T., F., Putri, W., P., L., Safira, I., K., dan Setianingrum, A. 2021. Diet Tinggi Serat Menurunkan Berat Badan Pada Obesitas High Fiber Diet Loss Weight In Obesity. Journal of Nutrition and Culinary. Vol. 2(2): 1-9.
  • Zakiyah, F., F., Indrawati, V., Sulandjari, S., dan Pratama, S., A. 2023. Asupan Karbohidrat, Serat, dan Vitamin D dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Rawat Inap Diabetes mellitus. Jurnal Gizi Klinik Indonesia. Vol. 20(1): 21-28.

 

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses