Dalam sebuah organisasi pendidikan, komunikasi bukan hanya alat penyampaian informasi, tetapi fondasi koordinasi, kerja sama, dan penciptaan makna bersama. Proses dan komunikasi yang efektif memastikan setiap pihak kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua memahami arah gerak institusi.
Di tengah perubahan pendidikan Indonesia yang begitu cepat, seperti kebijakan transformasi digital sekolah, platform raport pendidikan, hingga integrasi AI dalam pembelajaran, kemampuan sekolah menjaga aliran komunikasi yang jelas menjadi tantangan sekaligus penentu keberhasilan.
Tantangan Komunikasi di Sekolah
Kebingungan Guru soal Integrasi AI dalam Pembelajaran. Banyak sekolah melaporkan kurangnya sosialisasi dan pelatihan penggunaan AI. Guru bingung bagaimana memanfaatkan teknologi AI apakah sebagai alat bantu evaluasi, perencanaan pembelajaran, atau pengayaan materi.
Salah Informasi dalam Platform Digital Sekolah. Beberapa sekolah mengeluhkan terjadi miskomunikasi terkait unggahan nilai, pembaruan jadwal, dan informasi kegiatan yang tidak tersampaikan dengan baik melalui aplikasi digital.
Perbedaan Pemahaman Implementasi Kurikulum Merdeka. Berita pendidikan menunjukkan guru, kepala sekolah, dan orang tua sering memiliki pemahaman yang berbeda tentang konsep P5, asesmen formatif, hingga pemetaan capaian pembelajaran.
Baca Juga: Hambatan Komunikasi dalam Pendidikan dan Strategi Pemecahannya
Melihat dinamika tersebut, pendidikan Indonesia membutuhkan pembaruan cara berkomunikasi, terutama dalam tiga area besar:
Pertama, komunikasi kebijakan yang konsisten. Setiap kebijakan baru harus disertai panduan yang mudah dipahami, disampaikan secara sistematis, dan dilengkapi sesi umpan balik.
Kedua, standarisasi saluran komunikasi sekolah seperti menyiapkan kanal resmi akademik, kanal resmi informasi publik, kanal darurat, dan kanal penyampaian aspirasi.
Ketiga, peningkatan literasi digital guru dan orang tua. Transformasi tidak akan berhasil jika guru dan orang tua tidak memahami cara menggunakan platform digital sekolah.
Komunikasi memiliki peran strategis dalam proses organisasi pendidikan, terlebih pada masa transformasi digital dan perubahan kebijakan nasional. Berbagai kasus dan berita pendidikan Indonesia menunjukkan bahwa keberhasilan atau kegagalan implementasi kebijakan sekolah sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi.
Dengan memperkuat komunikasi dua arah, standarisasi media, dan literasi digital, sekolah dapat menghadapi tantangan modern sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat.
Penulis: Aprillia
Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang
Dosen Pengampu: Dr. Sri Utaminingsing, S.H., S.Pd., M.M.Pd., M.H.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












