Baru-baru ini kita disuguhkan film Superman sebagai salah satu film hits di tahun 2025.
Film ini mampu mematahkan stereotip tokoh Superman lama yang bersifat kaku, menjadi tokoh Superman baru yang mempunyai kehidupan yang relate dengan penonton gen z, yang notabene baru mendengar dan mengenal nama Superman dalam kehidupan mereka.
Tokoh Superman sudah dikenal sebagai tokoh alien super oleh generasi boomer sampai generasi milenial sejak jaman dahulu.
Tokoh Superman diilhami dari Friedrich Nietzsche yang berpikiran bahwa ada suatu sosok manusia sempurna, Übermensch, yang akan memimpin umat manusia mencapai fase utopia, yaitu fase dimana masyarakat atau keadaan ideal yang digambarkan sebagai tempat yang sempurna, bebas dari kejahatan dan masalah, serta penuh kedamaian dan kebahagiaan (Sir Thomas More, 1516).
Pada jaman dahulu, harapan akan Übermensch ini sudah bergaung di dalam pikiran masing-masing manusia untuk menyelamatkan mereka dari keadaan yang kurang menguntungkan.
Namun lama-lama harapan ini menjadi jenuh di masa sekarang, masa di mana informasi bisa didapatkan serba cepat dari sumber manapun di dunia ini.
Sehingga tokoh Übermensch ini pun sudah sering teridentifikasi oleh para gen z tanpa harus menonton film superhero di bioskop.
Tokoh-tokoh ini berupa para influencer media sosial yang biasa menyuguhkan penyelesaian problem dari para gen z.
Tanpa harus berasal dari planet lain seperti Superman, para influencer ini bisa merumuskan masalah yang timbul dari para follower nya, dan dapat memberikan solusi bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut.
Hal ini membuat tokoh Superman lama sudah tidak cocok lagi dengan para calon penonton dari kalangan gen z.
Untuk apa menonton alien yang berpura-pura menjadi manusia biasa, lalu dengan kekuatan super nya menyelesaikan masalah-masalah yang tidak relate di dalam kehidupan gen z?
Hal ini sudah diperkirakan oleh DC Studio, perusahaan pemilik lisensi Superman.
Apabila tidak ada pembaharuan dalam konsep Superman, maka calon penonton pun akan berkurang drastis karena mayoritas penonton sekarang berasal dari penonton gen z.
DC Studio pun akhirnya mengambil langkah penting dengan mengakuisisi sutradara Marvel Studio, James Gunn, yang telah berhasil membawa film Marvel menjadi film terlaris pada beberapa tahun belakangan ini.
Film tersebut di antaranya adalah film Guardian Of Galaxy.
Dengan racikan yang sama, James Gunn berhasil membawa konsep dari film Guardian Of Galaxy ke dalam film Superman yang baru.
Yaitu konsep bahwa ternyata superhero itu berasal dari manusia yang sama seperti kita juga, manusia yang belum mencapai tahap dewasa dan masih membawa banyak masalah.
Dalam film Superman ini, tokoh protagonis langsung mengakui bahwa dia adalah alien yang sejak lama telah ingin menjadi penduduk bumi asli.
Hal tersebut diperlukan untuk menyamakan derajat penonton dan tokoh protagonis menjadi sama, yaitu sama-sama sebagai manusia bumi.
Setelah itu, penonton pun langsung disuguhi oleh kekalahan sang Superman, yang seolah-olah memberitahukan kepada penonton, bahwa superhero pun sebenarnya juga lemah, dan sifat lemah ini adalah salah satu hal yang menjadikan seseorang menjadi manusiawi.
Dari kedua hal tersebut, sang sutradara membawa tokoh lama Übermensch ke posisi di mana penonton berada, yaitu posisi lemah dan tidak berdaya di tengah musuh-musuhnya.
Menjadikan tokoh Superman lama menjadi Superman baru yang manusiawi. Sejak permulaan film ini lah, sang sutradara berhasil memperkenalkan tokoh Superman baru yang ternyata beresonansi dengan para penonton gen z.
Di bagian ke dua film, diperlihatkan pula tokoh Superman yang menyamar menjadi seorang jurnalis saat masuk kerja ke kantornya.
Di sinilah dia bertemu dengan teman-teman nya yang menyambutnya dengan tawa hangat dan sapaan akrab seperti para gen-z yang menghadapi dunia kerja dengan lebih santai dibanding generasi sebelumnya.
Dari kedua bagian film di atas, sang sutradara berhasil menuntun para penonton gen-z bahwa film Superman ini adalah film untuk mereka juga, sehingga mereka pun dapat menikmati nya tanpa harus berpikiran bahwa tokoh Superman ini sudah usang.
Sehingga mereka akan berpikir bahwa Superman adalah bagian dari diri mereka sendiri.
Dari sini lah kekuatan marketing word of mouth berlaku, para gen-z pun mengakui bahwa film Superman (2025) adalah film tentang mereka juga.
Pengakuan dari penonton gen z ini menjadikan film Superman sukses menjadi box office film hollywood di tahun 2025.
Penulis: Panjiasmoro
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, STIKOM Interstudi
Dosen Pengampu: Dr. Suhendra Atmaja
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












